PROGRAM HAMIL
15 Februari 2019

Nyeri di Bagian Dada Saat Hamil, Ini 8 Penyebabnya

Penyebab paling sederhana nyeri di dada ternyata adalah stres, lho
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh (mentari.delita)
Disunting oleh (mentari.delita)

Ibu hamil memang rentan sekali merasakan sakit pada beberapa bagian tubuh, termasuk dada.

Selain menganggu, nyeri pada bagian dada juga sering menimbulkan kekhawatiran tersendiri.

Bila Moms adalah ibu hamil yang juga sering merasakan nyeri di bagian dada, inilah beberapa hal yang mungkin jadi penyebabnya:

1. Rasa Mulas

Gangguan pencernaan, refluks asam atau makan makanan berlemak dapat memicu mulas, sehingga menyebabkan nyeri dada yang mengganggu selama kehamilan.

Banyak perempuan hamil mengalami mulas karena peningkatan kadar progesteron yang kemudian melemaskan bagian sfingter atau organ yang memisahkan lambung dan kerongkongan.

2. Gangguan Pencernaan

chest

foto: dailypost.in

Ketika gas terperangkap di antara dada dan perut, Moms bisa merasakan sakit di bagian dada.

Gejala-gejala gangguan pencernaan cenderung bertambah buruk pada awal trimester ketiga yaitu sekitar minggu ke-27 kehamilan.

Baca Juga: Perut Kembung dan Terasa Penuh Sering Jadi Pertanda Awal Hamil, Hindari 4 Makanan Berikut

3. Pelebaran Tulang Rusuk

Selama kehamilan, tulang rusuk melebar, sehingga menciptakan ketegangan otot di dada.

Saat bayi tumbuh lebih besar dan mulai menekan diafragma, tulang rusuk, dan otot, hal tersebut bisa menyebabkan nyeri dada sisi kanan dan bahkan sesak napas.

4. Perubahan Ukuran Payudara

chest2

foto: pregnancyhealth.net

Payudara Moms tentunya akan membesar selama kehamilan.

Perubahan payudara meregangkan persendian dan otot-otot dinding dada yang menyebabkan nyeri dada dan ketidaknyamanan.

5. Trombosis Vena Dalam

Deep vein thrombosis (DVT) mengacu pada gumpalan darah di vena yang lebih dalam, biasanya di kaki atau panggul.

DVT adalah kondisi medis parah yang membutuhkan pengobatan segera.

Gumpalan darah di kaki dapat menjalar ke tubuh dan mencapai paru-paru.

Kemudian dapat menyebabkan nyeri dada, emboli paru, atau bahkan kematian.

Moms memiliki risiko lebih tinggi jika merokok, berusia di atas 35 tahun, menderita penyakit jantung atau paru-paru, obesitas, atau mengandung lebih dari satu janin.

6. Serangan Jantung

chest3

foto: medicalnewstoday.com

Ketika Moms mengalami nyeri dada sisi kiri selama kehamilan, hal pertama yang mungkin muncul di pikiran adalah serangan jantung.

Pemikiran tersebut tidaklah salah karena nyeri dada adalah salah satu gejala paling umum dari serangan jantung. 

“Beberapa ketidaknyamanan di dada mungkin hanya faktor rahim yang tumbuh menekan diafragma. Namun dalam kasus yang jarang terjadi, nyeri dada dapat menjadi tanda pembekuan darah atau serangan jantung, yang keduanya sangat serius,” jelas Karen Deighan, MD, FACOG, ketua departemen Obstetri dan Ginekologi di Gottlieb Memorial Hospital.

Gejala lain termasuk pusing, sesak napas, mati rasa pada anggota badan, dan keringat dingin.

Jika Moms mengalami gejala-gejala ini, jangan menunggu dan langsung periksakan ke tenaga ahli.

7. Asma

Jika Moms sudah menderita asma ringan atau pernah mengalaminya meski di masa lalu, kondisinya dapat kambuh atau memburuk selama kehamilan. Akan ada sesak di dada karena asma dan mengakibatkan nyeri.

Baca Juga: 4 Perubahan Saat Hamil yang Paling Sering Terjadi di 3 Bulan Pertama

8. Penyakit Jantung Bawaan

Penyakit jantung bawaan dapat menyebabkan beberapa komplikasi selama kehamilan karena perubahan fisiologis dan stres pada sistem kardiovaskular.

Salah satunya adalah nyeri dada. Karena itu, Moms harus berhati-hati dan tidak mengabaikan nyeri dada akibat penyakit jantung.

“Jika nyeri dada terjadi karena rahim yang menekan, tidak banyak yang bisa dilakukan sampai melahirkan,” kata Deighan.

“Tetapi mungkin untuk membantu bisa berbaring miring ke kiri saat tidur dan beristirahat untuk menurunkan berat uterus dari pembuluh darah utama serta membantu pernapasan. Selain itu, ibu juga bisa mengangkat kaki dan cobalah untuk tidak berbaring tepat setelah makan,” lanjutnya. 

Jika nyeri di bagian dada terus berlanjut dan sudah sangat menganggu, ada baiknya Moms segera konsultasi ke dokter ya! 

(MDP)

Artikel Terkait