KESEHATAN
4 Agustus 2020

Ketahui 12 Penyebab Perut Kembung yang Sering Terjadi

Hindari faktor-faktor berikut ini untuk perut bebas kembung
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Dona Handayani
Disunting oleh Amelia Puteri

Apa Moms sering merasa kembung setelah makan sesuatu? Atau merasa perut terasa penuh padahal belum diisi sama sekali? Jika ya, Moms harus tahu dulu penyebab perut kembung, sebelum mengobati rasa tidak nyaman tersebut.

Dilansir dari Johns Hopkins Hospital, perut kembung adalah keadaan di mana perut terasa penuh dan kencang, biasanya disebabkan karena gas.

"Kembung adalah keadaan ketika udara memasuki perut dan tidak dapat melarikan diri dari atas atau bawah," kata Niket Sonpal, M.D., Direktur asosiasi program Internal Medicine Residency di Brookdale Hospital Medical Center di Brooklyn.

"Ini menyebabkan usus membesar seperti balon dan menyebabkan perut terasa penuh." tambah dr. Niket seperti dikutip dari glamour.com.

Baca Juga: 5 Cara Ampuh Merawat Bayi yang Mengalami Perut Kembung

Penyebab Perut Kembung

Mengutip Journal of Neurogastroenterology and Motility, perut kembung adalah gejala yang sangat umum dan meresahkan untuk ragam kalangan usia, tetapi belum sepenuhnya dipahami sampai saat ini.

Penyebab perut kembung biasanya dikaitkan dengan gangguan pencernaan fungsional atau penyakit organik, tetapi mungkin juga muncul sendiri.

Ada yang menyebutkan jika hal ini disebabkan oleh beberapa mekanisme potensial, seperti hipersensitivitas usus, gangguan penanganan gas, mikrobiota usus berubah, dan refleks abdomen-frenik yang abnormal.

Ada beberapa faktor yang menjadi penyebab perut kembung, berikut di antaranya:

1. Terlalu Banyak Minum Soda

penyebab perut kembung

Foto: Orami Photo Stock

Gelembung dalam soda dan minuman seperti bir dan sampanye sebagian besar berisi gas. Ketika kita meminumnya, minuman bersoda dapat mengisi sistem pencernaan. Ini menjadi penyebab perut kembung yang umum.

Moms dapat membuang sebagian darinya ketika sedang buang angin, tetapi begitu gas mencapai usus, mereka akan tetap tinggal di dalam dan menjadi penyebab perut kembung.

2. Makan Terlalu Banyak

penyebab perut kembung

Foto: Orami Photo Stock

Perut kita jika diibaratkan hanyalah seukuran kepalan tangan diri kita sendiri. Meski perut bisa meregang, tetapi hal itu bisa membuat kita merasa kembung, terutama jika Moms mengonsumsi terlalu banyak makanan asin dan karbohidrat.

Jadi untuk menghindari perut kembung, berhentilah makan sebelum merasa kenyang yang bisa menjadi penyebab perut kembung.

Baca Juga: Perut Kembung Pertanda Tubuh Intoleransi Karbohidrat? Begini Penjelasannya

3. Makan Terlalu Cepat

penyebab perut kembung

Foto: Orami Photo Stock

Selain makan terlalu banyak, makan terlalu cepat juga bisa menjadi penyebab perut kembung. Semakin cepat kita makan, semakin banyak udara juga yang kita telan.

Butuh waktu sekitar 20 menit bagi perut untuk memberi tahu otak bahwa kita sudah merasa kenyang.

Sehingga jika kita makan terlalu cepat, sebelum otak kita menerima sinyal bahwa kita sudah kenyang, kita akan terus makan sampai membuat diri kita menjadi kembung.

4. Mengonsumsi Produk Olahan Susu

penyebab perut kembung

Foto: Orami Photo Stock

Melalui penelitian dalam jurnal National Library of Medicine, orang dengan intoleransi laktosa umumnya merasakan perut kembung dan sakit perut bila mengonsumsi produk susu.

Meski hal ini tidak membawa dampak yang serius bagi tubuh, tapi ada baiknya jika kita menghindari produk susu yang bisa menjadi penyebab perut kembung.

Baca Juga: Kenali Perbedaan Alergi Susu dan Intoleransi Laktosa

5. Konsumsi Fruktosa

penyebab perut kembung

Foto: Orami Photo Stock

Fruktosa adalah semacam gula yang terdapat banyak di dalam beberapa jenis makanan atau di dalam buah kering. Selain itu madu, bawang putih, dan jenis bawang-bawangan lain juga mengandung fruktosa.

Untuk sebagian orang, fruktosa ini sulit dipecah bagi tubuh, dibandingkan jenis lainnya. Maka dari itu jika terlalu banyak fruktosa di dalam tubuh, akan menjadi penyebab perut kembung, bergas, dan rasa nyeri.

6. Makan Lemak Berlebihan

penyebab perut kembung

Foto: Orami Photo Stock

Tubuh memang membutuhkan lemak untuk membuat dinding sel, jaringan saraf, dan hormon.

Tetapi terlalu banyak mengonsumsi makanan berlemak dapat menjadi penyebab perut menjadi kembung karena tubuh kita membutuhkan waktu lebih lama untuk memecahnya daripada jenis makanan lainnya.

Selain itu, lemak juga tinggi kalori dan dapat membuat Moms menambah berat badan. Sedangkan penambahan berat badan juga bisa menjadi salah satu faktor penyebab perut kembung.

Konsumsi lemak sehat, seperti kacang-kacangan, alpukat, dan jenis lemak alami lainnya dan jauhi lemak yang berasal dari junk food, camilan kering seperti keripik, untuk meminimalisir kelebihan lemak dalam tubuh.

Baca Juga: 5 Cara Mudah Menjinakkan Perut Kembung

7. Mengonsumsi Beberapa Jenis Makanan Tertentu

penyebab perut kembung

Foto: Orami Photo Stock

American Academy of Family Physicians menyatakan bahwa kol, brussels sprouts, brokoli, pir, lobak, dan kacang-kacangan bisa menyebabkan perut kembung dan bergas.

Oleh sebab itu, hindari makanan-makanan itu agar perut tidak penuh dengan gas dan dampaknya menjadi penyebab perut kembung.

8. Mengalami Kehamilan

penyebab perut kembung-kehamilan

Foto: Orami Photo Stock

Mengalami kehamilan bahkan bisa menjadi penyebab perut kembung lho, Moms. Ini karena terjadi peningkatan progesteron selama kehamilan yang dapat menyebabkan perut kembung, kenyang, dan gas.

Perut yang kembung karena kehamilan biasanya juga terjadi pada kehamilan di trimester awal.

Baca Juga: Diare Bisa Jadi Tanda Kehamilan, Benarkah?

9. Sedang di Masa PMS

penyebab perut kembung-PMS

Foto: Orami Photo Stock

Perut kembung tidak hanya terjadi karena konsumsi makanan tertentu, tetapi bisa juga karena sedang berada di masa PMS (Premenstrual Syndrome).

Masa PMS bisa menjadi penyebab perut kembung, dan beberapa wanita mengalami gejala menjelang dan selama menstruasi, seperti kram atau nyeri di perut, kembung, sembelit sebelum haid, diare saat haid, jerawat, kelelahan, perubahan suasana hati, mengidam makanan, dan nyeri payudara.

10. Sembelit

penyebab perut kembung-sebelit

Foto: Orami Photo Stock

Sembelit juga bisa menjadi penyebab perut kembung. Mengutip Medicine Net, gejala sembelit termasuk pergerakan usus yang jarang, tinja keras dan/atau kecil, perasaan tidak membuang dengan lega setelah pergi ke kamar mandi.

Selain itu, bisa juga ada rasa ketidaknyamanan di perut bagian bawah, perut kembung, pendarahan dari trauma yang disebabkan oleh kotoran keras.

Baca Juga: 6 Makanan Penyebab Sembelit pada Bayi, Waspada!

11. Infeksi Bakteri

penyebab perut kembung-infeksi bakteri

Foto: Orami Photo Stock

Infeksi bakteri tertentu juga dapat menjadi penyebab perut kembung, salah satunya bakteri Helicobacter pylori (H. pylori) yang menginfeksi sel-sel lapisan lambung.

Hal ini menyebabkan produksi toksin dan peradangan selanjutnya yang dapat menyebabkan berbagai gejala ringan seperti perut kembung, sering bersendawa atau bersendawa, mual, muntah, dan sakit perut.

12. Mengalami Stres

penyebab perut kembung-stres

Foto: Orami Photo Stock

Penyebab perut kembung juga bisa karena kondisi kesehatan mental, salah satunya stres. Mengutip National Health Service, jika Moms merasa ketidaknyaman di perut selama stres, ini karena kecemasan dan kekhawatiran.

Pada beberapa orang, stres memperlambat pencernaan, menyebabkan kembung, sakit dan sembelit. Sementara beberapa pencernaan orang lain merasa bekerja dengan cepat.

Dampaknya, menyebabkan diare dan sering bepergian ke toilet. Beberapa orang bahkan bisa kehilangan nafsu makan sepenuhnya karena stres.

Baca Juga: Apa Pengaruh Stres Terhadap Siklus Menstruasi?

Itu dia Moms, beberapa penyebab perut kembung yang bisa diketahui. Mencatat makanan yang dikonsumsi (buat buku harian makanan) dapat membantu Moms mengetahui apa saja penyebab perut kembung.

Perawatan medis bisa dilakukan dengan beberapa obat prokinetik, rifaximin, lubiprostone dan linaclotide. Selain itu, mengubah pola makan penting dalam menghilangkan gejala pada pasien dengan kembung.

Jika hal ini berlangsung lama dan sangat mengganggu, Moms dapat memeriksakannya pada dokter.

Artikel Terkait