PROGRAM HAMIL
25 Februari 2020

7 Penyebab Program Bayi Tabung Gagal

Mungkinkah program bayi tabung gagal? Atasi kemungkinan penyebabnya segera
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Phanie Fauziah
Disunting oleh Orami

Hampir semua pasangan yang sudah menikah mendambakan kehadiran buah hati.

Tak sedikit juga yang sudah bertahun-tahun masih berusaha melakukan program kehamilan.

Saat ini, semakin maju teknologi program kehamilan In vitro fertilisation (IVF) atau yang kita kenal dengan istilah bayi tabung memang banyak dipilih karena kemungkinan memiliki bayi lebih cepat dan banyak yang sudah berhasil.

Dilansir dari The National Infertility Association, IVF adalah teknik di mana sel telur wanita dan sperma pria dikombinasikan di labolatorium khusus untuk menciptakan embrio.

Baca Juga: Penderita Penyakit TBC Harus Menunda Program Hamil, Benarkah?

Tapi, sayangnya, program bayi tabung tidak selalu berhasil. Melansir dari laman Nurture Fertility, wanita muda memiliki peluang keberhasilan IVF (bayi tabung) yang lebih tinggi, dengan tingkat keberhasilan untuk wanita di bawah 35 tahun yaitu 40%.

Penyebab Gagal Program Bayi Tabung

Tak sedikit yang merasa sedih, kecewa, frustasi saat bayi tabung dinyatakan gagal. Kegagalan program bayi tabung bisa terjadi karena berbagai alasan. Berikut hal-hal yang menjadi penyebab program bayi tabung gagal.

1. Kualitas Embrio

penyebab program bayi tabung gagal 2.jpg

Salah satu alasan paling umum mengapa program bayi tabung gagal adalah karena kualitas embrio.

Banyak embrio yang tidak dapat ditanam setelah dipindahkan ke rahim karena cacat.

Embrio yang terlihat sehat di laboratorium mungkin memiliki cacat yang menyebabkan mereka mati daripada tumbuh.

Dalam kebanyakan kasus ketika ini terjadi, itu tergantung pada embrio dan bukan uterus.

2. Usia Sel Telur

Sementara usia wanita yang menjalani program bayi tabung memainkan peran besar, karena usia sel telur menjadi faktor keberhasilan bayi tabung.

Seiring bertambahnya usia seorang wanita, kualitas dan kuantitas sel telur wanita mulai memburuk.

Hal ini tentunya akan sangat mempengaruhi peluang kehamilannya dengan ataupun tanpa bayi tabung. Rata-rata, sekitar 25% embrio yang digunakan dalam IVF akan menghasilkan kelahiran hidup.

Baca Juga: Bagaimana Cara Mengonsumsi Buah Zuriat Agar Cepat Hamil?

3. Respon dari Ovarium

penyebab program bayi tabung gagal.jpg

Kadang-kadang, indung telur wanita tidak merespon obat IVF dan gagal menghasilkan banyak sel telur.

Biasanya hal ini terjadi pada wanita yang memiliki usia di atas 37 tahun, atau mereka yang memiliki kadar hormon perangsang folikel tinggi, memproduksi telur yang mungkin cukup sulit.

Jika kondisi ini terjadi pada Moms, kemungkinan IVF akan gagal. Dokter biasanya akan mengevaluasi peluang terjadinya hal ini dan akan membahas segala perubahan yang perlu dilakukan pada obat IVF yang sebelumnya diberikan.

4. Kromosom

Embrio yang memiliki kelainan kromosom bisa menjadi penyebab program bayi tabung.

Abnormalitas kromosom sering menjadi alasan di balik keguguran dan kegagalan implantasi selama program bayi tabung berlangsung.

Wanita berusia di atas 30 tahun lebih cenderung mengalami kelainan kromosom dalam sel telur mereka, dan ini akan terus meningkat lebih lanjut ketika ia mencapai usia 40-an.

Baca Juga: 5 Cara Mengatasi Radang Tenggorokan pada Ibu Menyusui

5. Gaya Hidup

penyebab program bayi tabung gagal 3.jpg

Gaya hidup paling mempengaruhi dalam keberhasilan program bayi tabung ini. Moms atau Dads mungkin akan diminta berhenti merokok hingga tiga bulan sebelum dimulainya program ini.

Perokok biasanya membutuhkan hingga dua kali lebih banyak siklus IVF untuk hamil dan lebih mungkin mengalami keguguran.

Jika kita memiliki berat badan berlebih ataupun kekurangan berat badan, maka kita harus berusaha mencapai berat badan yang sehat untuk meningkatkan peluang program kehamilan bayi tabung yang sukses.

6. Disfungsi Implantasi

Seharusnya embrio menempel dengan benar pada lapisan uterus, tapi dalam kondisi ini disfungsi implantasi justru mencegahnya, sehingga program bayi tabung pun mengalami kegagalan.

Disfungsi implantasi biasanya disebabkan beberapa hal, seperti, endometrium, auto-imun, dan terdapat permukaan yang menonjol ke dalam rongga uterus.

7. Masalah Teknis

penyebab program bayi tabung gagal 4.jpg

Dokter yang tidak memiliki keahlian yang sama dalam hal pemindahan program bayi tabung ini tentunya akan mengalami kegagalan saat pemindahan embrio ke dalam rahim.

Hal tersebutlah yang akan menjadi penyebab gagalnya program bayi tabung.

Maka, penting sekali bagi Moms dan Dads memilih tenaga ahli yang kompeten dan sudah meraih banyak keberhasilan dalam menjalankan program bayi tabung ini.

Baca Juga: Penyakit Hepatitis C, Apakah Bisa Disembuhkan?

Nah, jika Moms dan Dads berencana melakukan program bayi tabung. Alangkah lebih baiknya mempelajari kemungkinan gagalnya program ini, agar kita bisa mencegahnya sehingga program bayi tabung ini berjalan dengan baik sesuai yang diharapkan.

(PSF/ERW)

Artikel Terkait