BALITA DAN ANAK
7 Agustus 2020

Waspada, Ini Penyebab Anak Alami Rambut Rontok

Kenali penyebab rambut rontok pada anak-anak, Moms
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Serenata Kedang
Disunting oleh Ikhda Rizky Nurbayu

Kerontokan pada rambut ternyata tidak hanya bisa dialami oleh orang dewasa saja, tetapi juga pada anak-anak. Kerontokan rambut disebut juga sebagai alopesia atau kebotakan.

Setiap anak mempunyai ketebalan rambut berbeda dan terkadang anak-anak bisa mengalami pertumbuhan rambut yang lambat.

Dilansir dari St. Mary Springfield, setiap orang bisa kehilangan rambut 50 hingga 100 helai setiap harinya. Namun, dalam kondisi tertentu, kerontokan rambut parah bisa terjadi.

Untuk itu, Moms harus lebih waspada dan mengenali apa saja penyebab rambut rontok pada anak.

Penyebab Rambut Rontok pada Anak

Secara umum, penyebab rambut rontok pada anak terjadi karena adanya infeksi kulit kepala.

Selain itu, rambut anak-anak juga punya siklus hidup yang beragam. Lantas, apa saja penyebab rambut rontok pada anak?

1. Masalah Psikologis Trichotillomania

penyebab rambut rontok pada anak 1.jpg

Foto: Freepik.com

Penyebab rambut rontok pada anak bisa juga karena kebiasaan buruk Si Kecil yang suka menarik paksa rambutnya hingga lepas. Kebiasaan ini merupakan sebuah gangguan emosional atau disebut juga sebagai trichotillomania.

Si Kecil biasanya secara tidak sadar melakukan kebiasaan buruk ini dan Moms harus sigap untuk bertanya apa alasannya. Berikan dukungan emosional setiap waktu agar Si Kecil merasa lebih tenang dan melupakan kebiasaan buruk ini.

Baca Juga: Cara Menghilangkan Kutu Rambut Pada Anak

2. Kekurangan Vitamin dan Mineral

penyebab rambut rontok pada anak 2.jpeg

Foto: Pexels.com

Si Kecil yang mengalami rambut rontok bisa juga disebabkan oleh kurangnya asupan vitamin dan mineral. Jika Si Kecil kekurangan asupan Vitamin A dan D, pertumbuhan rambutnya akan terhambat.

Walaupun tidak terlalu sering terjadi, rambut rontok pada anak bisa menjadi gejala kekurangan zat gizi tertentu, misalnya:

  • Vitamin H (biotin), salah satu vitamin B kompleks, yang membantu tubuh untuk mengonversi karbohidrat menjadi glukosa sebagai bahan bakar tubuh.
  • Zinc, mineral esensial yang terlibat pada beberapa aspek metabolisme sel. Zat ini mendukung tumbuh kembang secara normal pada kehamilan, masa anak-anak, dan remaja.

Dalam beberapa kasus, penyebab rambut rontok balita bisa jadi karena terlalu banyak vitamin A.

Kurangnya vitamin juga mengakibatkan terjadinya kerontokan rambut yang sangat banyak. Moms bisa memberikan asupan vitamin ini melalui makanan seperti sayur-sayuran, buah-buahan, susu, daging, ikan, hati, dan lain-lain.

3. Infeksi Tinea Capitis

penyebab rambut rontok pada anak 3.jpg

Foto: Pixabay.com

Penyebab rambut rontok pada anak berikutnya adalah infeksi tinea capitis. Kondisi ini adalah salah satu jenis kurap yang menyerang kulit rambut dan menyebabkan lesi bersisik seperti cincin. Kondisi ini bisa menular, lho, Moms.

Infeksi tinea capitis memengaruhi pertumbuhan rambut di kepala, alis, hingga bulu mata. Gejala yang terlihat bisa bermacam-macam, Moms. Namun seringkali berupa sepetak kulit kepala yang berkerak dan tanpa rambut. Petak tersebut biasanya berbentuk bulat atau lonjong.

Untuk menyembuhkannya, dibutuhkan obat pembasmi jamur dan sampo khusus yang diaplikasikan selama beberapa minggu.

Karena kadas menular, Si Kecil sebaiknya tidak berbagi barang yang mengenai kepala seperti sisir atau sikat rambut, topi, sarung bantal, serta jepitan atau ikat rambut.

Baca Juga: Buat Anak Mandiri dengan 5 Tips Merawat Rambut Sendiri!

4. Telogen Effluvium

penyebab rambut rontok pada anak 4.jpg

Foto: freepik.com

Telogen effluvium merupakan kondisi terjadinya gangguan pada siklus hidup rambut Si Kecil. Jika memasuki masa telogen, beberapa minggu setelahnya rambut bisa mengalami kebotakan secara keseluruhan.

Kondisi ini umumnya bisa terjadi karena Si Kecil pernah mengalami demam yang ekstrim atau stres yang diakibatkan anestesi umum.

Moms juga tidak boleh terlalu banyak memberikan vitamin A pada Si Kecil karena dapat memicu terjadinya kondisi telogen effluvium ini. Misalnya karena demam yang sangat tinggi, bedah menggunakan bius total, kematian dari orang tersayang, gangguan metabolisme, terjadi defisiensi gizi, cedera hebat, pasca melahirkan, atau mengonsumsi obat-obatan tertentu.

Folikel rambut berhenti tumbuh lebih awal dan memasuki fase istirahat (fase telogen). Antara 6-16 minggu kemudian, rambut Si Kecil akan mengalami rontok berlebihan sehingga menyebabkan kebotakan sebagian atau seluruhnya.

Tidak ada tes untuk mendiagnosis telogen effluvium dan tidak ada cara mengatasinya. Namun, jika penyebab stres berlalu, rambut akan kembali tumbuh dalam enam bulan sampai satu tahun.

5. Terjadinya Trauma pada Batang Rambut

penyebab rambut rontok pada anak 5.jpeg

Foto: Pexels.com

Kerontokan hebat bisa terjadi apabila ada trauma batang rambut pada Si Kecil. Trauma ini bisa disebabkan keseringan menguncir rambut. Biasanya dokter akan memberikan resep berupa salep untuk mengurangi terjadinya kerontokan.

Dalam beberapa kasus berbeda, trauma batang rambut dapat berlangsung cukup lama dan mengakibatkan jaringan parut dan rambut tidak akan tumbuh normal kembali.

6. Alopesia Areata

penyebab rambut rontok balita

Foto: i.pinimg.com

Alopesia areata merupakan kondisi rambut rontok yang tidak menular dan sering terjadi pada anak-anak. Menurut artikel di Frontiers Journal of Medicine, Dermatology, penyebab rambut rontok pada anak yang satu ini adalah sistem kekebalan tubuh Si Kecil yang menyerang folikel rambut.

Ciri alopesia areata adalah sepetak bundar atau oval rambut rontok yang muncul tiba-tiba. Berbeda dengan kasus tinea kapitis, petak tersebut licin dan mulus tanpa kerak maupun rambut yang patah. Biasanya juga, sekitar 25% anak juga mengalami kuku yang bergaris vertikal dan seperti berlubang kecil.

Alopesia areata bisa terjadi pada usia berapa pun. Namun, sekitar 20% pasien berusia di bawah 16 tahun dan 1-2% berumur di bawah 2 tahun.

Baca Juga: Rambut Anak Rontok, Wajarkah?

Risiko mengalami alopecia areata seumur hidup pada Si Kecil akan meningkat, jika Si Kecil memiliki riwayat pribadi atau keluarga terkait gangguan autoimun seperti vitiligo atau penyakit tiroid.

Sekitar 5% anak penderita alopesia areata mengalami kondisi yang berkembang menjadi alopesia totalis (kehilangan seluruh rambut pada kulit kepala), sedangkan 1%-nya menderita alopesia universalis (kehilangan seluruh rambut tubuh).

Walaupun tidak ada obat untuk alopesia areata, Moms bisa mengoleskan salep kortikosteroid pada area yang botak. Biasanya mampu mengontrol penyakit ini pada sebagian anak di bawah usia 10 tahun.

Lalu, rambut akan tumbuh kembali dalam 8-12 minggu. Jika tanpa obat, rambut akan tumbuh kembali dalam 6-12 bulan pada hampir 50% pasien.

7. Masalah Endokrin

penyebab rambut rontok balita

Foto: monsonmadness.files.wordpress.com

Pada beberapa anak, penyebab rambut rontok terjadi karena hipotiroidisme, yaitu kondisi yang menyebabkan tiroid kurang aktif dan menyebabkan hormon tiroid yang tidak cukup untuk mengatur metabolisme.

Hipotiroidisme didiagnosis melalui tes darah. Kondisi ini bisa diatasi dengan obat-obatan yang diresepkan oleh ahli endokrinologi untuk menggantikan hormon yang kurang pada Si Kecil.

Baca Juga: Rambut Anak Beruban? Ternyata Inilah 6 Penyebabnya

Itulah beberapa penyebab rambut rontok pada anak yang patut diwaspadai. Jika Moms merasa kerontokan rambut Si Kecil sudah tidak wajar lagi, jangan ragu untuk segera berkonsultasi ke dokter, ya.

Artikel Terkait