NEWBORN
26 Oktober 2020

Rambut Rontok pada Bayi, Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Merupakan hal yang normal terjadi pada bayi
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Adeline Wahyu
Disunting oleh Dina Vionetta

Kerontokan rambut bisa menyerang pada siapa pun, termasuk bayi. Menurut American Academy of Pediatrics (AAP), kebanyakan bayi kehilangan sebagian, bahkan semua rambutnya dalam beberapa bulan pertama kehidupan. Dan itu sangat normal.

Kerontokan rambut pada bayi itu dapat terjadi karena beberapa pemicu, mulai dari hormon hingga posisi tidur bayi. Namun Moms tidak perlu terlalu khawatir, karena rambut rontok bayi sangat jarang dikaitkan dengan masalah medis apa pun.

Baca Juga: Perlukah Mencukur Rambut Bayi Baru Lahir Sampai Botak?

Dan meskipun kecepatan tumbuh rambut pada setiap bayi berbeda, percayalah bila rambut anak akan tumbuh kembali.

Penyebab Rambut Rontok pada Bayi

rambut rontok pada bayi

Foto: hairexpertz.com

Ada beberapa penyebab rambut rontok pada bayi yang perlu Moms ketahui. Simak ulasannya di bawah ini.

1. Hormon

Penyebab rambut rontok pada bayi yang pertama adalah hormon. Menurut para ahli di Oregon Health and Science University, sebagian besar rambut rontok pada bayi terjadi dalam 6 bulan pertama kehidupan anak, dan memuncak di bulan ke-3.

Rambut rontok pada bayi umumnya merupakan kondisi yang normal, terjadi dalam 6 bulan pertama pascalahir.

“Penurunan kadar hormonal tertentu pada bayi pascalahir menyebabkan rontoknya rambut sejak bayi dilahirkan,” kata dr. Cynthia Rindang, Dokter Spesialis Anak RS Pondok Indah – Puri Indah.

Baca Juga: Tips Mengajak Anak Potong Rambut di Salon Tanpa Rewel

Menurutnya, setelah kerontokan tersebut terjadi, maka rambut bayi berada pada fase istirahat hingga bahan-bahan yang dibutuhkan untuk pembentukan rambut yang baru tersedia.

Umumnya rambut bayi mulai rontok pada usia 8 sampai 12 minggu pasca lahir, dan mulai tumbuh kembali pada usia sekitar 3 sampai 7 bulan. Namun, rambut yang benar-benar lebat biasanya muncul pada usia 2 tahun ke atas.

2. Tekanan dan Gesekan

Penyebab rambut rontok pada bayi yang kedua adlaah tekanan dan gesekan. Beberapa faktor yang menentukan waktu dan pola pertumbuhan rambut adalah jenis kelamin, suku, genetik, cara kelahiran, dan nutrisi bayi. Rambut bayi juga terkadang tampak botak pada area tertentu seperti bagian belakang maupun samping kepala.

Baca Juga: Mengapa Lingkar Kepala Bayi Kecil?

Hal ini disebabkan oleh tekanan dan gesekan pada bagian kepala yang terus-menerus dengan alas di bawahnya, yang sering terjadi pada bayi yang berumur di bawah 6 bulan karena mobilisasi bayi yang masih terbatas.

Setelah bayi bisa duduk sendiri dan mobilisasinya lebih aktif biasanya rambut di bagian tersebut akan mulai tumbuh kembali.

Menurut jurnal Annals of Dermatology, rambut rontok pada bayi bukanlah sesuatu yang terjadi di luar rahim, melainkan peristiwa fisiologis yang dimulai sebelum lahir. Mereka menyimpulkan bahwa itu cenderung paling sering mempengaruhi bayi dengan kondisi:

  • yang ibunya berusia di bawah 34 tahun pada saat kelahiran bayi
  • melahirkan melalui vagina

3. Telogen Effluvium

Bayi Moms lahir dengan semua folikel rambut yang mereka miliki. Folikel rambut adalah bagian dari kulit tempat tumbuhnya helai rambut.

Saat lahir, beberapa folikel biasanya berada dalam fase istirahat (disebut fase telogen) dan lainnya berada dalam fase tumbuh (fase anagen). Tetapi faktor-faktor tertentu dapat mempercepat fase telogen, menyebabkan rambut rontok.

Hal ini bisa disebabkan karena beberapa hal. Persalinan adalah peristiwa yang membuat stres bagi semua orang yang terlibat, termasuk bayi Moms. Beberapa mengatakan bahwa stres ini dapat menyebabkan telogen effluvium dan rambut rontok pada bayi juga.

4. Cradle Cap

Kulit kepala bayi mungkin dipenuhi dengan bercak-bercak kasar, bersisik, dan kadang-kadang berminyak dan tampak seperti ketombe yang mengeras. Jika iya, hak ini disebut dengan cradle crap.

Dokter tidak tahu persis apa penyebabnya, tapi banyak yang menduga karena jamur atau perubahan hormonal yang membuat kulit kepala memproduksi lebih banyak minyak.

Namun kondisi ini tidak menyakitkan, gatal, atau menular. Ini juga tidak menyebabkan kerontokan rambut, tetapi dalam upaya menghilangkan sisik yang membandel, Moms mungkin juga secara tidak sengaja mencabut beberapa helai rambut Si Kecil.

Baca Juga: Cara Mengobati dan Mencegah Cradle Cap pada Bayi

Sebagian besar kasus cradle cap pada bayi bisa hilang dengan sendirinya dalam beberapa minggu, meskipun mungkin dapat bertahan lebih lama seperti beberapa bulan (namun masih benar-benar normal dan tidak berbahaya).

5. Kurap

Kurap (juga disebut tinea capitas) tidak disebabkan oleh cacing tetapi oleh berbagai jamur. Ini dapat menyebabkan rambut rontok dan sering kali disertai dengan ruam merah, bersisik, seperti cincin terlihat di kulit kepala.

Menurut dokter di Children's National di Washington, DC, kurap biasanya tidak menginfeksi anak-anak di bawah usia 2 tahun. Tetapi penyakit ini sangat menular, jadi jika satu orang di rumah mengidapnya, mungkin saja penyebarannya melalui barang-barang seperti topi dan sikat rambut bersama. . 

6. Alopecia Areata

Ini adalah kondisi kulit yang menyebabkan bintik-bintik kebotakan di kepala. Tenang, ini tidak mengancam jiwa atau menular. Alopecia areata disebabkan oleh cacat pada sistem kekebalan tubuh yang menyebabkannya menyerang dan menghancurkan sel-sel rambut yang sehat.

Jurnal Alopecia Areata in Infants and Newborns yang diterbitkan pada tahun 2002 mencatat bahwa penyakit ini sangat jarang terjadi pada anak di bawah 6 bulan, tetapi ada tidak menutup kemungkinan tidak pada anak.

7. Bayi Mengalami Stres

Bayi juga bisa mengalami yang namanya stres lho Moms, bukan hanya orang dewasa saja. Folikel rambut sangat sensitif terhadap stres fisik atau emosional. Rambut mulai rontok sekitar 3-4 bulan setelah bayi mengalami stres berat.

Contohnya adalah demam tinggi, penyakit parah, atau operasi. Juga, krisis emosional atau diet ketat dapat menjadi pemicu. Setelah rambut berhenti rontok, perlahan rambut akan tumbuh kembali.

Ini bisa memakan waktu 6 hingga 8 bulan untuk semua rambut tumbuh kembali. Seluruh siklus membutuhkan waktu sekitar 12 bulan.

Baca Juga: 4 Hal Penting untuk Bertahan Menghadapi Depresi Pascapersalinan

8. Bayi Kekurangan Nutrisi

Nutrisi yang baik sangat penting untuk tubuh bayi yang sehat. Ketika Si Kecil tidak mendapatkan cukup vitamin, mineral, dan protein, rambut mereka juga rontok. Rambut rontok bisa menjadi tanda kelainan pola makan seperti anoreksia dan bulimia, serta efek samping dari pola makan vegetarian atau vegan rendah protein.

Kekurangan nutrisi ini dapat menyebabkan rambut rontok:

  • besi
  • seng
  • niacin
  • biotin
  • protein dan asam amino

Terlalu banyak vitamin A juga bisa menyebabkan rambut rontok.

Dokter anak dapat menyarankan rencana makan yang sehat atau meresepkan suplemen untuk mengatasi kekurangan nutrisi.

9. Mengalami Hipotiroid

Tiroid adalah kelenjar di leher kita. Kelenjar ini tugasnya melepaskan hormon yang membantu mengontrol metabolisme tubuh.

Pada hipotiroidisme, tiroid tidak menghasilkan cukup hormon yang dibutuhkan untuk berfungsi dengan baik. Gejalanya meliputi:

Rambut rontok harus berhenti saat Si Kecil dirawat dengan obat penambah hormon tiroid. Tapi hal ini bisa memakan waktu beberapa bulan sampai semua rambut tumbuh kembali.

Cara Mengatasi Rambut Rontok pada Bayi

Mengatasi Rambut Bayi yang Rontok

Foto: Orami Photo Stocks

Ingatlah bahwa bayi Moms mengalami rambut rontok sebagai akibat dari proses alami yang terjadi di dalam tubuhnya. Untuk meminimalisir gejala, beberapa tips berikut ini bisa Moms coba.

1. Jangan Panik

Hampir 10 dari 10 bayi mengalami rambut rontok sebagai hasil dari fluktuasi normal kadar hormon pada bayi ketika tubuh mereka memetabolisme hormon Moms dan menggantikannya dengan hormon bayi baru lahir yang lebih tepat dan lebih lembut.

Meskipun demikian, masih sangat kecil kemungkinan rambut rontok mereka disebabkan oleh beberapa penyebab lain. Moms disarankan untuk mulai mencari gejala lain untuk mencari tahu penyebab pastinya.

2. Perhatikan Cara Bayi Duduk dan Tidur

Faktor eksternal lain yang dapat menyebabkan kerontokan rambut bayi adalah cara mereka duduk dan tidur. Saat mulai memperhatikan, Moms mungkin memperhatikan bahwa bayi menghabiskan banyak waktunya dalam posisi yang sama.

Misalnya, saat mereka tidur, mereka menoleh ke kanan untuk melihat ke luar tempat tidur mereka. Kemudian ketika mereka duduk di kursi mobil, menoleh ke kanan untuk melihat ke luar jendela.

Menghabiskan terlalu banyak waktu dalam satu posisi dapat memberi tekanan pada kulit anak, menciptakan gesekan yang dapat menyebabkan rambut rontok. Jika bayi Moms biasanya tidur dengan kepala di ujung boks tidur, cobalah meletakkannya dengan kepala di ujung boks selama satu atau dua malam.

3. Perbanyak Tummy Time

Bayi yang masih sangat muda harus menghabiskan tummy time lebih banyak. Hal ini tidak hanya membuat bagian belakang kepala bayi beristirahat dan meminimalkan kerontokan rambut, tetapi juga penting untuk kesehatan dan perkembangan fisik anak secara keseluruhan.

Baca Juga: Kapan Waktu yang Tepat Mengenalkan Tummy Time?

Saat bayi tengkurap, mereka harus bekerja untuk mengangkat kepala, menoleh, melihat ibu dan ayah, dan berinteraksi dengan dunia.

Waktu tengkurap ini membantu bayi belajar mendorong, berguling, duduk, merangkak, dan akhirnya berdiri, semua tonggak perkembangan penting dalam kehidupan bayi Moms.

4. Rawat Kulit Kepala Bayi dengan Lembut

Meskipun Moms tidak dapat mencegah rambut rontok sama sekali, kita dapat meminimalkan efeknya dengan merawat kulit kepala dan rambut bayi secara lembut. Berikut beberapa saran sederhana yang bisa Moms lakukan:

  • Jangan mengikat kepang atau kuncir kuda terlalu kencang rambut anak
  • Sisir rambut bayi dengan sikat bayi yang lembut
  • Hanya sisir rambut setiap dua hari sekali
  • Jangan mengeringkan rambut bayi dengan pengering rambut
  • Jangan memakai topi jika cuaca panas di luar

5. Jangan Keramas Rambut Bayi Setiap Hari

Salah satu hal terbaik yang dapat Moms lakukan untuk meminimalkan efek kerontokan rambut bayi adalah dengan menghindari keramas setiap hari. Bahkan mencuci lembut dan gesekan ringan tangan Moms di kulit kepala Si Kecil dapat mempercepat kerontokan rambut.

Saat mencuci rambut bayi, gunakan sampo yang diformulasikan untuk bayi, dan gunakan dengan sangat lembut agar tidak semakin membebani kulit kepala dan folikel rambut bayi.

Baca Juga: Bolehkah Memandikan Bayi Menggunakan Air Dingin?

Nah, itulah beberapa penyebab dan cara mengatasi rambut rontok pada bayi. Rambut rontok pada bayi sebenarnya adalah hal normal. Moms tidak perlu khawatit berlebihan.

Tetapi jika rambut bayi belum mulai tumbuh kembali di ulang tahun pertamanya, atau jika Moms melihat sesuatu yang aneh, seperti bercak kosong, ruam, atau kulit kepala anak mengelupas secara berlebihan, segera bawa anak ke dokter anak untuk diperiksa ya Moms.

Artikel Terkait