BAYI
13 Agustus 2020

Waspadai Ruam pada Leher Bayi, Bikin Nggak Nyaman!

penyebab dan gejala ruam leher bayi
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Adeline Wahyu
Disunting oleh Ikhda Rizky Nurbayu

Ruam sering terjadi pada bayi baru lahir. Selama beberapa minggu pertama setelah dilahirkan, bayi dapat mengalami berbagai masalah kulit dermatologis, yang sebagian besar bersifat tidak berbahaya dan hanya sementara. Ruam leher adalah salah satunya.

Dikutip dari parenting.firstcry.com, ruam pada leher bayi lebih mungkin terjadi selama bulan-bulan awal setelah kelahiran. Karena tempatnya yang tersembunyi di antara lipatan kulit, jenis ruam in terkadang tidak terdeteksi Moms.

Ruam leher bukan masalah serius, namun penanganan harus segera diperlukan untuk menjaga tekstur kulit bayi yang masih lembut.

Baca Juga: 5 Cara Mengatasi Ruam Air Liur pada Bayi, Mudah!

Gejala Ruam pada Leher Bayi

freepik13.jpg

foto: freepik.com

Gejala khas ruam pada leher bayi adalah munculnya bintik-bintik merah di area lipatan leher. Bintik-bintik merah ini dapat menyebabkan rasa gatal dan nyeri.

Rasa gatal dan sakit pada ruam, membuat bayi biasanya kehilangan nafsu makan. Selain itu, bayi jadi lebih rewel dan mudah kesal. Hal ini yang membuat moms prihatin jika Si Kecil mendapatkan ruam leher.

Penyebab Ruam pada Leher Bayi

firstcry.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Ada beberapa penyebab ruam pada leher bayi yang perlu Moms waspadai. Berikut ulasannya.

1. Terjadi Gesekan di Kulit Leher

Memiliki ruam di bawah leher sangat umum terjadi karena kulit lipatan leher saling bergesekan. Banyak faktor yang menyebabkan iritasi kulit pada leher bayi yang kemudian mengganggu lapisan pelindung kulit luar yang normal.

Leher bayi pendek cenderung memiliki lipatan juga. Lipatan kulit ini cenderung lebih tebal ketika bayi gemuk dan dapat terus-menerus bergesekan satu sama lain dan menyebabkan gesekan.

Gesekan dan kelembapan yang konstan karena berkeringat dapat menjadi penyebab ruam leher. Ruam ini terus berulang pada bayi sampai mereka belajar mengangkat kepala tanpa dukungan (yang mungkin memakan waktu beberapa bulan).

Ruam ini terkadang akan terus dialami bayi sampai mereka mulai bisa duduk dan menegakkan leher.

2. Sisa ASI yang Tumpah ke Leher

Ketika bayi menyusu, baik dari botol atau dari payudara, terkadang ada susu yang menetes keluar dari mulut. Susu yang menetes ini akan turun ke arah leher bayi, yang jika tidak dibersihkan, akan menyebabkan kondisi lembap tempat tumbuhnya bakteri.

Faktor gesekan kulit leher menjadi penyebab lain pengembangan ruam di leher.

Baca Juga: 4 Penyebab Ruam Air Liur pada Bayi dan Gejalanya

3. Air Liur

American Academy of Pediatrics (AAP) menjelaskan bahwa peningkatan air liur selama tumbuh gigi dapat membantu melindungi dan menenangkan gusi bayi yang lembut.

Air liur merupakan salah satu tanda perkembangan umum pada bayi dan produksi air liur pada bayi semakin tampak pada usia tiga sampai enam bulan. Air liur ini sering berpindah dari mulut ke lipatan kulit di daerah leher.

Bila tidak segera dibersihkan, endapan uap air di lipatan kulit ini dapat menyebabkan ruam kulit akibat gesekan dan infestasi mikroba.

4. Biang Keringat

Biang keringat bisa menjadi penyebab ruam leher. Pada musim panas, bayi mengeluarkan keringat lebih banyak. Tetesan keringat yang turun menuju leher akan terperangkap pada lipatan kulit. Ditambah gesekan dan udara panas, kulit lembut bayi akan mengalami iritasi.

Baca Juga: Jangan Terlambat Ditangani, Ini Bedanya 3 Penyakit Dengan Gejala Ruam dan Demam Pada Bayi

Cara Mengatasi Ruam pada Leher Bayi

mengatasiruam pada leher bayi

Foto: Orami Photo Stock

Seperti yang disebutkan sebelumnya, kebanyakan kasus ruam kulit pada bayi cenderung menghilang dengan sendirinya dalam beberapa hari. Mereka mungkin tidak memerlukan perawatan apa pun.

Tetapi mereka dapat membuat bayi sangat tidak nyaman selama periode ini, karena rasa panas yang terus menerus dan rasa gatal. Berikut adalah beberapa hal yang dapat Moms lakukan untuk meringankan ketidaknyamanan bayi.

1. Baju Berbahan Ringan

Cara mengatasi ruam pada leher bayi yang pertama adalah pilih baju berbahan ringan. Gunakan baju berbahan ringan, terlebih lagi jika udara di luar sana sedikit panas atau membuat gerah. Jangan gunakan baju yang berbahan kaku, tidak nyaman, dan berat untuk Si Kecil ya Moms. Selalu pilih baju yang ringan seperti katun.

Saat hari sedang panas, Moms bisa mengenakan popok dan baju berbahan katun untuk Si Kecil.

Moms juga jangan pernah mencuci pakaian bayi menggunakan pemutih dan deterjen yang kuat. Bahan kimia yang keras ini dapat menyebabkan iritasi kulit dan menyebabkan ruam pada kulit Si Kecil. Selalu pilih deterjen yang ramah untuk kulit anak agar aman.

2. Krim Ruam

Cara mengatasi ruam pada leher bayi yang selanjutnya adalah gunakan krim ruam. Oleskan krim dan lotion kulit ke ruam bayi. Ingatlah untuk berkonsultasi dengan dokter anak bayi sebelum Moms menggunakan krim kulit dan lotion apa pun pada bayi, terutama yang berusia di bawah enam bulan untuk menyingkirkan kemungkinan alergen yang mungkin terjadi.

Untuk kehati-hatian ekstra, Moms juga dapat melakukan tes dengan mengoleskan krim pada siku bayi terlebih dahulu. Tunggu dan periksa gejalanya. Jika tidak ada gejala, gunakan krim pada area yang terkena.

3. Tepung Jagung

Cara mengatasi ruam pada leher bayi yang selanjutnya adalah dengan tepung jagung. Sebuah studi yang diterbitkan dalam The Journal of Pediatric Dermatology menunjukkan bahwa tepung jagung mencegah pertumbuhan ragi pada kulit manusia dan memberikan perlindungan terhadap cedera gesekan.

Jadi, Moms dapat mencoba menaburkan tepung jagung di leher bayi sebelum membawanya keluar atau setelah mandi. Ini dapat menjaga daerah leher kering dan bebas lembab. Tetapi jangan berkonsultasi dengan dokter tentang hal itu terlebih dahulu.

Baca Juga: DIY Cara Menghilangkan Ruam Pada Bayi

4. Oatmeal

Cara mengatasi ruam pada leher bayi yang selanjutnya adalah dengan oatmeal. Sebuah studi penelitian yang diterbitkan dalam The Journal of Clinical, Cosmetic, and Investigational Dermatology menyatakan bahwa oatmeal adalah bahan yang aman dan efektif dalam produk perawatan kulit.

Ini mungkin sangat efektif untuk meringankan kulit kering dan gatal. Moms dapat mencoba menambahkan gandum di bak mandi bayi. Moms juga dapat mencoba ekstrak oat untuk menenangkan kulit bayi.

5. Kompres Dingin

Cara mengatasi ruam pada leher bayi yang selanjutnya adalah dengan kompres dingin. Moms dapat mencoba menggunakan kompres dingin di daerah yang terkena untuk meredakan peradangan kulit. Ambil satu mangkok air dingin dan rendam handuk bersih. Oleskan ini ke daerah yang terkena selama 5-10 menit untuk menenangkan kulit yang meradang.

Setelah selesai, tepuk area tersebut hingga kering. Moms dapat mengulangi prosedur ini saat dan ketika dibutuhkan.

6. Jaga Kebersihan Kulit

Cara mengatasi ruam pada leher bayi yang selanjutnya adalah jaga kebersihan kulit. Jika Moms selalu memandikan Si Kecil secara teratur dan menjalankan praktik kebersihan yang baik, Moms mungkin dapat mencegah ruam kulit ini.

Saat mandi, pastikan untuk menggunakan sabun bayi yang lembut dan tidak mengandung pengharum atau deterjen yang kuat ya Moms.

Gunakan lotion lembut tanpa wewangian pada kulit kering bayi jika perlu, tetapi hindari menggunakan lotion pada leher yang mengalami ruam. Kulit harus dijaga tetap kering dan diobati dengan salep penyembuhan.

Moms dapat mempertimbangkan krim hidrokortison berkekuatan non-resep, tetapi tanyakan kepada dokter anak seberapa sering dan berapa lama untuk menggunakannya.

7. Gunakan Air Rebus

Cara mengatasi ruam pada leher bayi yang selanjutnya adalah gunakan air rebus untuk mandi. Ingatlah untuk menggunakan air rebusan untuk memandikan bayi Moms. Ini akan memastikan bahwa air mandi tidak mengandung mikroba berbahaya yang mungkin membahayakan.

8. Pijat dengan Minyak Kelapa

Cara mengatasi ruam pada leher bayi yang selanjutnya adalah pijat dengan minyak kelapa. Moms juga dapat mencoba memijat bayi Moms dengan minyak kelapa dua kali sehari untuk menghilangkan gejala. Karena sifat emollient dan anti-mikroba, minyak kelapa dapat berfungsi sebagai produk perawatan kulit preventif untuk Si Kecil.

9. Pakai Salep

Moms bisa oleskan lapisan tipis salep penyembuhan seperti Aquaphor atau petroleum jelly pada kulit bayi, yang akan bertindak sebagai penghalang antara kulit bayi Moms. Salep ini bisa membantu menenangkan kulit bayi yang sedang iritasi karena ruam.

10. Kompres Dingin

Kompres dingin juga bisa membantu menenangkan kulit Si Kecil yang sedang iritasi dan meradang. Jika terkena ruam, anak pasti akan merasakan gatal yang sangat pada kulitnya. Alhasil terkadang tangannya tidak sengan menggaruk, dan luka bisa terbuka lagi.

Untuk mengatasinya, Moms bisa memberikan kompres dingin pada ruam di leher anak. Akan ada sensasi dingin, sehingga meredam rasa gatal.

Kapan Ruam pada Leher Bayi Perlu Diperiksa Dokter

freepik14.jpg

foto: freepik.com

Kebanyakan kasus ruam leher bisa diatasi dengan pengobatan rumah sederhana atau pengolesan salep/krim untuk mengurangi efek ruam.

Akan tetapi, ketika gejala ruam leher tidak menunjukkan tanda membaik setelah dirawat, dan gejala-gejala seperti di bawah ini muncul:

  • Ruam tampaknya menyebar ke bagian tubuh yang lain
  • Bayi mengalami demam bersama dengan ruam leher
  • Ruam leher berubah menjadi lepuh berisi nanah

Baca Juga: Ruam di Leher Bayi, Bagaimana Cara Mengatasinya?

Maka Moms sebaiknya segera membawa Si Kecil untuk berkonsultasi ke dokter, karena ada kemungkinan ada sebab-sebab lain kenapa ruam leher menjadi parah. Dokter akan lebih paham pengobatan terbaik untuk bayi.

Artikel Terkait