BAYI
17 Februari 2020

4 Penyebab Ruam Leher pada Bayi dan Gejalanya, Wajib Tahu!

penyebab dan gejala ruam leher bayi
Artikel ditulis oleh sera
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Ruam sering terjadi pada bayi baru lahir. Selama beberapa minggu pertama setelah dilahirkan, bayi dapat mengalami berbagai masalah kulit dermatologis, yang sebagian besar bersifat tidak berbahaya dan hanya sementara. Ruam leher adalah salah satunya.

Dikutip dari parenting.firstcry.com, ruam leher pada bayi lebih mungkin terjadi selama bulan-bulan awal setelah kelahiran. Karena tempatnya yang tersembunyi di antara lipatan kulit, jenis ruam in terkadang tidak terdeteksi Moms.

Ruam leher bukan masalah serius, namun penanganan harus segera diperlukan untuk menjaga tekstur kulit bayi yang masih lembut.

Baca Juga: 5 Cara Mengatasi Ruam Air Liur pada Bayi, Mudah!

Gejala Ruam Leher pada Bayi

freepik13.jpg

foto: freepik.com

Gejala khas ruam leher pada bayi adalah munculnya bintik-bintik merah di area lipatan leher. Bintik-bintik merah ini dapat menyebabkan rasa gatal dan nyeri.

Rasa gatal dan sakit pada ruam, membuat bayi biasanya kehilangan nafsu makan. Selain itu, bayi jadi lebih rewel dan mudah kesal. Hal ini yang membuat moms prihatin jika si Kecil mendapatkan ruam leher.

Penyebab Ruam Leher pada Bayi

firstcry.jpg

Ada beberapa penyebab ruam leher pada bayi yang perlu Moms waspadai. Berikut ulasannya.

1. Terjadi Gesekan di Kulit Leher

Memiliki ruam di bawah leher sangat umum terjadi karena kulit lipatan leher saling bergesekan. Banyak faktor yang menyebabkan iritasi kulit pada leher bayi yang kemudian mengganggu lapisan pelindung kulit luar yang normal.

Leher bayi pendek cenderung memiliki lipatan juga. Lipatan kulit ini cenderung lebih tebal ketika bayi gemuk dan dapat terus-menerus bergesekan satu sama lain dan menyebabkan gesekan.

Gesekan dan kelembapan yang konstan karena berkeringat dapat menjadi penyebab ruam leher. Ruam ini terus berulang pada bayi sampai mereka belajar mengangkat kepala tanpa dukungan (yang mungkin memakan waktu beberapa bulan).

Ruam ini terkadang akan terus dialami bayi sampai mereka mulai bisa duduk dan menegakkan leher.

2. Sisa ASI yang Tumpah ke Leher

Ketika bayi menyusu, baik dari botol atau dari payudara, terkadang ada susu yang menetes keluar dari mulut. Susu yang menetes ini akan turun ke arah leher bayi, yang jika tidak dibersihkan, akan menyebabkan kondisi lembap tempat tumbuhnya bakteri.

Faktor gesekan kulit leher menjadi penyebab lain pengembangan ruam di leher.

Baca Juga: 4 Penyebab Ruam Air Liur pada Bayi dan Gejalanya

3. Air Liur

American Academy of Pediatrics (AAP) menjelaskan bahwa peningkatan air liur selama tumbuh gigi dapat membantu melindungi dan menenangkan gusi bayi yang lembut.

Air liur merupakan salah satu tanda perkembangan umum pada bayi dan produksi air liur pada bayi semakin tampak pada usia tiga sampai enam bulan. Air liur ini sering berpindah dari mulut ke lipatan kulit di daerah leher.

Bila tidak segera dibersihkan, endapan uap air di lipatan kulit ini dapat menyebabkan ruam kulit akibat gesekan dan infestasi mikroba.

4. Biang Keringat

Biang keringat bisa menjadi penyebab ruam leher. Pada musim panas, bayi mengeluarkan keringat lebih banyak. Tetesan keringat yang turun menuju leher akan terperangkap pada lipatan kulit. Ditambah gesekan dan udara panas, kulit lembut bayi akan mengalami iritasi.

Kapan Ruam Leher pada Bayi Perlu Diperiksa Dokter

freepik14.jpg

foto: freepik.com

Kebanyakan kasus ruam leher bisa diatasi dengan pengobatan rumah sederhana atau pengolesan salep/krim untuk mengurangi efek ruam.

Akan tetapi, ketika gejala ruam leher tidak menunjukkan tanda membaik setelah dirawat, dan gejala-gejala seperti di bawah ini muncul:

  • Ruam tampaknya menyebar ke bagian tubuh yang lain
  • Bayi mengalami demam bersama dengan ruam leher
  • Ruam leher berubah menjadi lepuh berisi nanah

Baca Juga: Ruam di Leher Bayi, Bagaimana Cara Mengatasinya?

Maka Moms sebaiknya segera membawa Si Kecil untuk berkonsultasi ke dokter, karena ada kemungkinan ada sebab-sebab lain kenapa ruam leher menjadi parah. Dokter akan lebih paham pengobatan terbaik untuk bayi.

Bila masih memerlukan informasi tambahan seputar bayi, Moms bisa bergabung dengan WhatsApp Group Orami Moms Community.

Di WhatsApp Group Orami Moms Community, Moms bisa berkonsultasi dengan para ahli, seperti psikolog, dokter kandungan, dokter anak, konselor laktasi, konselor pernikahan, dan lain sebagainya.

orami wag

Moms juga bisa saling bertukar cerita dengan ibu-ibu lainnya, lho! Jadi Moms akan mendapatkan banyak teman, sekaligus informasi baru.

Moms bisa langsung add WhatsApp di nomor 0811-8852-250 atau klik link ini untuk informasi lebih lanjut.

Yuk gabung WhatsApp Group Orami Moms Community untuk mendapatkan berbagai keuntungan!

Artikel Terkait