KESEHATAN
12 Maret 2020

Mengenal Stenosis Spinal: Penyebab dan Cara Mengobati

Merasa kesemutan parah di tangan atau di kaki? Mungkin itu disebabkan oleh stenosis spinal.
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Sabrina
Disunting oleh Intan Aprilia

Tak banyak yang mengenal stenosis spinal. Penyakit yang satu ini menyerang tulang belakang.

Stenosis spinal adalah penyempitan satu atau lebih area tulang belakang.

Penyempitan ini dapat memberi tekanan pada sumsum tulang belakang atau saraf yang bercabang keluar dari daerah yang diperas dan paling sering terjadi pada punggung bawah atau leher.

Biasanya, orang dengan kondisi ini mengeluh sakit parah di kaki, betis, atau punggung bawah saat berdiri atau berjalan.

Rasa sakit bisa datang lebih cepat ketika berjalan naik atau turun bukit, dan menaiki atau menuruni anak tangga. Rasa sakit akan sedikit mereda kala duduk atau membungkuk.

Baca Juga: 3 Kelainan Bentuk Tulang Belakang pada Balita, Yuk Cari Tahu!

Penyebab Stenosis Spinal

stenosis spinal - penyebab - freepik.JPG

Foto: freepik.com

Tulang belakang berawal dari leher hingga ke punggung bawah. Tulang inilah akan membentuk kanal tulang belakang yang melindung sumsum tulang belakang termasuk seluruh saraf.

Beberapa orang dilahirkan dengan kanal tulang belakang kecil. Tetapi kebanyakan stenosis tulang belakang terjadi ketika sesuatu terjadi untuk mempersempit ruang terbuka di dalam tulang belakang.

Seperti yang dilansir dari Mayo Clinic, penyebab stenosis tulang belakang meliputi:

  • Pertumbuhan tulang yang berlebihan
  • Saraf kejepit
  • Ligamen yang menebal
  • Tumor
  • Cedera tulang belakang

Tidak semua pasien dengan penyempitan tulang belakang mengalami gejalanya. Karena itu, menurut American College of Rheumatology, istilah "stenosis spinal" sebenarnya mengacu pada gejala nyeri dan bukan pada penyempitan itu sendiri.

Terlebih, beberapa orang memang dilahirkan dengan kanal tulang belakang yang kecil.

Walau begitu, penyempitan tulang belakang paling sering disebabkan oleh perubahan terkait usia yang terjadi seiring waktu.

Siapa pun yang berusia di atas 50 tahun berisiko bisa terkena stenosis spinal.

Baca Juga: 3 Jenis Spina Bifida, Cacat Lahir pada Tulang Belakang

Pengobatan Stenosis Spinal

stenosis spinal - pengobatan - freepik.jpg

Foto: freepik.com

Berikut beberapa cara untuk mengobati stenosis spinal dari American College of Rheumatology:

1. Olahraga

Olahraga teratur dapat membantu kita membangun dan mempertahankan kekuatan otot-otot lengan dan kaki bagian atas.

Ini akan meningkatkan keseimbangan kita, kemampuan untuk berjalan, membungkuk dan bergerak, serta mengendalikan rasa sakit.

2. Suntikan Kortison (Suntikan Kortikosteroid)

Suntikan langsung ke daerah sekitar sumsum tulang belakang (dikenal sebagai suntikan epidural) dapat memberikan banyak bantuan permanen sementara dan sesekali.

3. Operasi

Beberapa pasien dengan gejala yang parah atau memburuk (tetapi yang sehat) dapat menjadi kandidat untuk "laminectomy dekompresi."

Operasi ini menghilangkan taji tulang dan penumpukan tulang di kanal tulang belakang, membebaskan ruang untuk saraf dan sumsum tulang belakang.

Setelah itu, dokter sering melakukan fusi tulang belakang untuk menghubungkan dua atau lebih tulang belakang agar tulang belakang menjadi lebih baik.

Baca Juga: Menjaga Kesehatan Tulang, Kenali 3 Fungsi Vitamin K Berikut Ini

Walau begitu, operasi memiliki risikonya sendiri. Beberapa risiko ini termasuk pembekuan darah di otak dan/atau kaki; sobek di jaringan sekitar sumsum tulang belakang; infeksi; dan cedera pada akar saraf.

Walaupun pembedahan dapat meredakan nyeri, tidak akan menyembuhkan stenosis tulang belakang atau osteoartritis dan gejala-gejalanya dapat muncul kembali.

Dan semua cara pengobatan untuk stenosis spinal harus melalui rangkaian tes medis dan dilakukan oleh tenaga ahli.

Artikel Terkait