KESEHATAN
18 November 2019

Penyebab Telinga Panas dan Merah, Bukan Karena Malu!

Kondisi ini bisa dijelaskan secara medis
Artikel ditulis oleh Amelia
Disunting oleh Intan Aprilia

Ada alasan medis mengapa seseorang memiliki telinga memerah. Bukan karena malu, tetapi karena beberapa kondisi kesehatan tertentu.

Ketika telinga memerah, jika disentuh akan terasa hangat dan bahkan juga disertai rasa sakit. Penyebabnya bisa beragam.

Ketahui lebih lanjut tentang penyebab telinga terasa panas dan memerah berikut ini.

Penyebab Telinga Terasa Panas

Telinga terasa panas bisa disebabkan oleh banyak hal. Sebagian di antaranya memang akibat gangguan medis tertentu. Berikut ini hal-hal yang mungkin menimbulkan gejala telinga terasa panas:

1. Kondisi Emosi

penyebab telinga memerah-1

Kondisi emosi yang intens saat marah, malu, atau cemas bisa menyebabkan telinga terasa panas dan memerah. Saat sudah tenang, rasa panas dan kemerahan di telinga akan menghilang.

Baca Juga: Gangguan Perilaku dan Emosi pada Anak, Haruskah ke Dokter?

2. Terbakar Sinar Matahari (Sunburn)

Sama seperti kulit di bagian tubuh lain, telinga pun bisa terkena sunburn.

Di samping terasa panas, telinga yang terbakar matahari juga akan membuat daun telinga menjadi merah. Beberapa hari kemudian, kulit telinga akan kering dan mengelupas.

Untuk meredakan rasa panas dan perih akibat sunburn pada daun telinga, bisa dengan mengoleskan gel lidah buaya. Namun konsultasikan dulu ke dokter agar penggunaannya lebih aman.

3. Infeksi Telinga

penyebab telinga memerah-2

Penyebab telinga yang panas lainnya adalah infeksi telinga. Infeksi telinga bisa terjadi pada anak-anak maupun orang dewasa dengan gejala yang berbeda.

Orang dewasa umumnya hanya mengalami sakit telinga, keluar cairan dari telinga, dan kemampuan pendengaran yang jadi berkurang.

Sementara, infeksi telinga pada anak-anak dapat memicu gejala tambahan berupa telinga terasa panas, demam, sakit kepala, tidak nafsu makan, dan hilangnya kemampuan keseimbangan.

Infeksi telinga umumnya terjadi di telinga bagian tengah. Kondisi ini bisa disebabkan oleh virus maupun bakteri.

4. Red Ear Syndrome

Sindrom telinga memerah atau red ear syndrome adalah suatu kondisi medis langka dengan gejala telinga terasa panas dan sakit seperti terbakar.

Sindrom ini bisa muncul karena dipicu oleh aktivitas normal sehari-hari. Misalnya, gerakan leher, sentuhan, pengerahan tenaga saat beraktivitas, mencuci dan menyisir rambut, serta stres.

Sindrom langka ini bisa terjadi pada salah satu telinga saja maupun kedua telinga sekaligus. Terkadang, gejalanya disertai dengan migrain.

Red ear syndrome termasuk sulit diobati. Keluhan yang timbul bisa berupa ketidaknyaman ringan sampai rasa sakit yang parah pada telinga.

5. Eritemalgia

penyebab telinga memerah-3

Eritemalgia juga masuk dalam kondisi medis yang langka dan bisa menjadi penyebab telinga panas.

Kondisi ini ditandai dengan munculnya rasa sakit seperti terbakar dan kemerahan pada anggota-anggota tubuh seperti tangan dan kaki.

Pada kasus yang lebih langka lagi, eritemalgia hanya terjadi pada bagian wajah dan telinga penderitanya. Pemicunya bisa akibat aktivitas fisik dan suhu udara panas.

Baca Juga: Anak Tidak Suka Aktivitas Fisik? Ketahui Alasannya dan Tips Membuat Si Kecil Lebih Aktif

6. Perubahan Kondisi Hormonal

Telinga terasa panas pun bisa menjadi bagian dari keluhan-keluhan yang muncul akibat perubahan hormon saat perempuan memasuki masa menopause.

Pada kondisi ini, gejala telinga terasa panas dapat menjadi bagian dari hot flush yang umumnya menjadi indikasi utama dari menopause. Gejala ini akan menghilang sendiri setelah beberapa waktu.

Selain menopause, perubahan hormon juga bisa muncul akibat penggunaan obat. Misalnya, saat kemoterapi.

7. Infeksi Kulit

penyebab telinga memerah-4

Infeksi pada kulit bisa pula menjadi penyebab telinga terasa panas dan memerah. Misalnya, jenis infeksi kulit selulitis yang disebabkan oleh bakteri.

Infeksi kulit selulitis dapat menimbulkan gejala telinga memerah, bengkak, dan sakit bila disentuh. Sementara gejala lainnya bisa berupa demam, menggigil, dan lesu.

Baca Juga: Beda dengan Selulit, Selulitis Berupa Infeksi pada Kulit Anak

8. Eksim Seboroik

Eksim seboroik atau dermatitis seboroik adalah penyakit kulit yang tak jarang menyebabkan telinga terasa panas dan memerah.

Gejala-gejala eksim seboroik meliputi muncul bercak-bercak kemerahan yang kering di beberapa bagian kulit kepala, wajah, telinga, dan punggung atas.

Selain kulit memerah, gatal-gatal serta kulit bersisik pun bisa menyertai.

Tidak diketahui pasti penyebab dari sakit kulit ini. Tapi ada dugaan bahwa pemicunya adalah faktor genetik dan proses interaksi sistem kekebalan tubuh dengan organisme-organisme yang hidup di permukaan kulit.

9. Polikondritis Kambuhan

penyebab telinga memerah-5

Polikondritis kambuhan adalah penyakit langka yang menyebabkan peradangan dan kemerahan pada tulang rawan yang ada di tubuh.

Disebut kambuhan karena penyakit ini sering bolak-balik muncul setelah gejalanya reda.

Telinga merupakan bagian tubuh yang paling terdampak penyakit polikondritis. Selain itu, hidung, mata, tulang rusuk, persendian, dan saluran napas juga bisa terkena peradangan akibat polikondritis.

Tak hanya menyebabkan telinga terasa panas dan mengalami peradangan, polikondritis juga bisa menimbulkan telinga yang bengkak, sakit, serta kemampuan pendengaran dan keseimbangan yang terganggu.

Penanganan dan pengobatan keluhan telinga terasa panas tentu saja mesti berdasarkan penyebabnya. Disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter bila kondisi telinga terasa sakit dan tidak nyaman.

Jangan membiarkan gejala telinga terasa panas yang terus berlangsung. Pasalnya, kondisi ini bisa menandakan penyakit yang lebih parah dan kemampuan pendengaran bisa saja terpengaruh.

Ditinjau oleh dr. Karlina Lestari

Sumber: sehatq.com

Konten ini merupakan kerja sama yang bersumber dari SehatQ

Isi konten di luar tanggung jawab Orami Parenting

Artikel Terkait