2-3 TAHUN
4 Maret 2020

Penyebab Tifus pada Anak dan Penanganannya

Penyakit tifus pada anak rentan terjadi karena daya tubuhnya yang belum optimal
Artikel ditulis oleh Waritsa Asri
Disunting oleh Orami

Moms dan Dads, Penyakit tifus merupakan salah satu penyakit yang harus diwaspadai terutama pada anak-anak.

Dilansir dari World Health Organization (WHO), tifus dalam istilah medis disebut sebagai demam tifoid, yakni penyakit yang terjadi karena infeksi bakteri salmonella typhi (s.typhi).

Menurut peneliti dari University of Illinois-Chicago, Fakultas Kedokteran, tidak ada hewan yang membawa penyakit ini, jadi penularan selalu dari manusia ke manusia.

Baca Juga: 4 Cara Cepat Mengilangkan Bekas Ruam Popok

Bakteri s.typhi ini masuk melalui mulut dan menghabiskan 1 hingga 3 minggu di usus. Setelah ini, ia masuk melalui dinding usus dan masuk ke aliran darah. Dari aliran darah, menyebar ke jaringan dan organ lain.

Biasanya, Moms dan Dads bisa mendeteksi keberadaan bakteri ini melalui sampel darah, tinja, urine, dan sumsum tulang.

Sementara itu, kasus tifus pada anak rentan terjadi karena pola makan dan minum yang tidak bersih.

Dr. Anya Samuel di Abuja mengatakan selain tidak bersih karena terkontaminasi bakteri dari air kotor atau tangan yang tidak dicuci bersih.

"Tifus sendiri juga bisa sering menyerang anak-anak karena kebiasaan mereka memasukkan barang atau mainan yang tidak higienis ke mulut. Mudah terserang karena daya tubuh anak yang belum terlalu optimal seperti orang dewasa,” ucapnya.

Baca Juga: Frekuensi Menyusu Berkurang setelah MPASI, Normalkah?

Penanganan Tifus Pada Anak

hati hati tifus jika anak sering makan sembarangan hero

Moms dan Dads, sebaiknya segera berikan penanganan tepat tifus pada anak sebelum semakin parah.

Ada dua langkah yang bisa diambil yakni secara medis dan perawatan intensif di rumah.

Untuk langkah medis, Si Kecil biasanya akan diberi obat antibiotik yang harus dihabiskan selama 1-2 minggu.

Jika gejala tifus menunjukkan indikasi yang lebih parah seperti demam 40 derajat celsius atau diare akut, rawat inap untuk diberikan nutrisi melalui infus.

Perawatan di rumah sakit dapat membantu pasien membaik dalam 3 hingga 5 hari, tetapi pasien mungkin perlu tinggal di rumah sakit selama beberapa minggu sampai mereka cukup sehat untuk pergi.

Selain dari penggunaan antibiotik, perawatan di rumah juga harus mencakup istirahat total, diet makanan yang teratur dan sehat.

Kebersihan pribadi dan sanitasi yang baik penting untuk mencegah penyebaran demam tifoid.

Baca Juga: 6 Cara Jitu Mengatasi Susah Tidur Akibat Terlalu Lelah

Di samping itu, berikan air putih, jus buah, atau air kelapa untuk menjaga tubuh tetap terhidrasi.

Selain itu, perhatikan asupan makanan sang buah hati dan berikan ia waktu istirahat yang lebih banyak dari biasanya.

Jika komplikasi yang mengancam jiwa akibat demam tifoid terjadi, pembedahan mungkin diperlukan dalam kasus pendarahan internal atau terbelah pada beberapa bagian dari sistem pencernaan. Namun, komplikasi ini jarang terjadi pada mereka yang diobati dengan antibiotik yang sesuai.

(WAR/ERW)

Artikel Terkait