PERNIKAHAN & SEKS
13 Oktober 2020

Penyebab Vagina Sakit Saat Berhubungan Seks, Wajib Tahu!

Kalau lama dan intens, jangan dibiarkan, Moms!
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Adeline Wahyu
Disunting oleh Dina Vionetta

Rasa sakit saat berhubungan seks adalah hal yang umum terjadi, tetapi itu tidak berarti Moms harus menerimanya ya.

Penetrasi dalam adalah penyebab paling mungkin dari hubungan seksual yang menyakitkan pada wanita, adn kondisi ini masih dalam batas normal. Tetapi, pada beberapa kondisi, nyeri saat berhubungan seksual juga bisa disebabkan oleh masalah ginekologi.

Dalam banyak kasus, seorang perempuan bisa mengalami vagina yang sakit saat berhubungan seks apabila tidak ada pelumasan vagina yang cukup.

Biasanya, sakit saat berhubungan ini disebut dengan dispareunia. Sakit ini bisa menyebabkan masalah dalam hubungan seksual dengan pasangan.

Selain seks yang menyakitkan secara fisik, ada juga kemungkinan efek emosional yang negatif. Jadi masalahnya harus ditangani segera setelah muncul.

Sebetulnya ketika ini terjadi, Moms bisa mengatasinya dengan bersikap lebih santai, meningkatkan foreplay, atau menggunakan pelumas.

Menurut American College of Obstetricians and Gynaecologists, hampir tiga dari empat wanita akan mengalami rasa sakit saat berhubungan seks dalam hidup mereka.

Dilansir dari penelitian yang diterbitkan dalam Mayo Clinic Proceedings, masalahnya bisa menyerang kapan saja. Tetapi selama menopause frekuensi nyeri saat berhubungan menjadi lebih sering karena adanya penurunan kadar estrogen menyebabkan kekeringan dan iritasi pada vagina yang membuat seks tidak nyaman.

Tetapi, apabila vagina sakit saat berhubungan seks ini dirasakan terus menerus, bisa jadi ini adalah masalah yang serius, Moms.

Baca Juga: 4 Perubahan pada Vagina Saat Anda Sedang Sakit

Penyebab Sakit Saat Berhubungan Seks

Penyebab Vagina Sakit Saat Berhubungan Seks  1.jpg

Foto: unsplash.com

Nyeri saat atau setelah berhubungan seks (dispareunia) bisa disebabkan oleh banyak hal, seperti:

  • penyakit pada organ kewanitaan
  • infeksi
  • masalah fisik
  • masalah psikologis

Jika Moms merasa sakit saat atau setelah berhubungan seks, tubuh kita mungkin mencoba memberi tahu bahwa ada sesuatu yang salah, jadi jangan diabaikan.

Segeralah temui dokter umum atau kunjungi klinik kesehatan seksual.

Moms mungkin merasa malu membicarakan seks, tetapi ingatlah bahwa dokter biasa menangani masalah seperti ini dan menghilangkan rasa ketidaknyamanan kita saat berhubungan.

Mengutip National Health Service, nyeri saat berhubungan seks dapat menyerang pria dan wanita. Moms bisa mengalami rasa sakit selama atau setelah berhubungan seks, baik di vagina atau lebih dalam di panggul.

Nyeri pada vagina ini bisa disebabkan oleh:

  • Infeksi. Luka atau infeksi menular seksual (IMS), seperti klamidia, gonore atau herpes genital. Infeksi di area genital atau saluran kemih juga dapat menyebabkan hubungan seksual yang menyakitkan. Eksim atau masalah kulit lainnya di area genital kita juga bisa menjadi masalahnya.
  • Menopause. Perubahan kadar hormon dapat membuat vagina kita kering
  • Kurangnya gairah seksual pada usia berapa pun yang mengakibatkan menegangnya otot ddan sedikitnya cairan pelumas
  • Vaginismus. Ini adalah kondisi yang umum. Suatu kondisi di mana otot-otot di dalam atau di sekitar vagina menutup rapat, membuat hubungan seks menyakitkan atau tidak mungkin dilakukan.
  • Iritasi atau alergi genital. Yang disebabkan oleh spermisida, kondom lateks atau produk seperti sabun dan sampo. Ini termasuk cedera atau iritasi akibat kecelakaan, operasi panggul, sunat pada wanita atau luka yang dibuat saat melahirkan untuk memperbesar jalan lahir (episiotomi).
  • Kelainan bawaan. Masalah yang muncul saat lahir, seperti tidak adanya vagina yang terbentuk sempurna (agenesis vagina) atau perkembangan selaput yang menghalangi lubang vagina (selaput dara imperforata), dapat menyebabkan dispareunia.
  • Masalah dengan serviks (membuka ke rahim). Dalam hal ini, penis bisa mencapai serviks dengan penetrasi maksimal. Jadi masalah pada serviks (seperti infeksi) bisa menyebabkan nyeri saat penetrasi dalam.
  • Vulvodynia. Ini mengacu pada nyeri kronis yang mempengaruhi organ seksual eksternal wanita, yang secara kolektif disebut vulva, termasuk labia, klitoris, dan lubang vagina. Ini dapat terjadi hanya di satu tempat, atau memengaruhi area yang berbeda dari satu waktu ke waktu berikutnya. Dokter tidak tahu apa penyebabnya, dan belum ada obatnya. Tetapi perawatan diri yang dikombinasikan dengan perawatan medis dapat membantu memberikan kelegaan.

Nyeri yang dirasakan di dalam panggul bisa disebabkan oleh kondisi seperti:

Tidak hanya pada wanita, nyeri saat berhubungan seksual bisa juga terjadid pada pria. Beberapa penyebab seks yang menyakitkan pada pria meliputi:

  • infeksi seperti luka, yang dapat menyebabkan nyeri dan gatal, dan beberapa IMS, seperti herpes
  • kulup yang ketat, yang bisa membuat penetrasi terasa sakit, saat kulup didorong ke belakang
  • air mata kecil di kulup yang tidak dapat dilihat tetapi menyebabkan nyeri dan nyeri tajam yang menyengat di sekitar air mata
  • radang kelenjar prostat (prostatitis)
  • testis nyeri dan bengkak kadang-kadang bisa disebabkan oleh terangsang secara seksual tetapi tidak ejakulasi (datang); itu juga bisa menjadi tanda infeksi, seperti klamidia

Baik wanita maupun pria bisa mengalami sakit saat berhubungan, tetapi kondisinya lebih sering terjadi pada wanita. Dispareunia adalah salah satu masalah paling umum pada wanita pascamenopause.

Sekitar 75 persen wanita mengalami hubungan yang menyakitkan pada suatu waktu, menurut American College of Obstetricians and Gynecologists. Moms akan berada pada peningkatan risiko lebih tinggi jika kondisinya:

  • minum obat yang menyebabkan vagina kering.
  • mengalami infeksi virus atau bakteri.
  • adalah pascamenopause.

Baca Juga: Waspada, Ini 7 Penyebab Vagina Terasa Sakit

Mengatasi Sakit saat Berhubungan

sakit saat berhubungan

Foto: Orami Photo Stock

Moms mungkin bingung apa yang harus dilakukan jika sakit saat berubungan masih terus berlanjut. Jangan bingung Moms, beberapa cara di bawah ini mungkin bisa membantu.

1. Obat-obatan

Perawatan dispareunia didasarkan pada penyebab kondisi tersebut. Jika rasa sakit Moms disebabkan oleh infeksi atau kondisi yang mendasari, dokter akan mengobatinya dengan:

  • antibiotik
  • obat antijamur
  • kortikosteroid topikal atau suntik

Namun, pemberian obat ini harus disesuaikan dengan penyebab infeksi pada organ seksual. Pengobatan yang tidak tepat bisa menimbulkan masalah yang semakin serius. Maka, penggunaan obat ini harus menggunakan resep dokter.

Jika obat jangka panjang menyebabkan kekeringan pada vagina, dokter mungkin mengubah resep obat untuk kita. Mencoba pengobatan alternatif dapat memulihkan pelumasan alami dan mengurangi rasa sakit.

Kadar estrogen yang rendah menyebabkan dispareunia pada beberapa wanita. Tablet resep, krim, atau cincin fleksibel dapat mengirimkan estrogen dalam dosis kecil dan teratur ke vagina.

Obat bebas estrogen yang disebut ospemifene (Osphena) bekerja seperti estrogen pada jaringan vagina. Ini efektif dalam membuat jaringan lebih tebal dan tidak terlalu rapuh. Hal ini dapat mengurangi rasa sakit yang dialami wanita saat berhubungan seksual.

2. Perawatan rumah

Pengobatan rumahan ini juga dapat mengurangi gejala dispareunia:

  • Gunakan pelumas yang larut dalam air.
  • Berhubungan seks saat Moms dan pasangan sedang santai.
  • Komunikasikan secara terbuka dengan pasangan tentang rasa sakit yang kita rasakan.
  • Kosongkan kandung kemih kita sebelum berhubungan seks.
  • Coba mandi air hangat sebelum berhubungan seks.
  • Minumlah pereda nyeri yang dijual bebas sebelum berhubungan seks. Temukan pilihan pereda nyeri secara online.
  • Tempelkan kompres es ke vulva untuk menenangkan rasa terbakar setelah berhubungan seks. Beli paket es.

3. Terapi Alternatif

Dokter Moms mungkin juga merekomendasikan terapi. Ini bisa termasuk terapi sensitifitas atau terapi seks. Dalam terapi desensitisasi, Moms akan mempelajari teknik relaksasi vagina, seperti senam Kegel, yang dapat mengurangi nyeri.

Dalam terapi seks, Moms bisa belajar bagaimana membangun kembali keintiman dan meningkatkan komunikasi dengan pasangan kita.

Kapan Harus ke Dokter?

Penyebab Vagina Sakit Saat Berhubungan Seks  2.jpg

Foto: pixabay.com

Tentu saja membicarakan hal seperti ini dengan dokter bukan topik yang menyenangkan ya, Moms. Tapi biar bagaimanapun, apabila sudah sangat mengganggu sekali, Moms tetap harus berkonsultasi dengan dokter.

Berikut ini beberapa tanda-tanda yang bisa Moms imbau dan waspadai supaya tahu kapan harus ke dokter.

1. Pelumas tidak Bisa Menolong

"Sangat sering, hubungan seksual yang menyakitkan disebabkan oleh kekeringan pada vagina," kata Arianna Sholes-Douglas, MD, FACOG, seorang Obgyn dari Arizona.

Jadi, jika pelumas tidak membantu Moms saat berhubungan seks, sebaiknya segera konsultasikan pada dokter.

2. Rasa sakit disertai perdarahan

Apabila rasa sakit setelah berhubungan seks disertai dengan rasa sakit, Moms harus waspada.

Sebab, penyakit menular seksual seperti klamidia atau gonore bisa menyebabkan bercak dan rasa sakit setelah berhubungan seks.

Baca Juga: Vagina Nyeri Saat Keputihan, Apa Penyebabnya?

3. Rasa sakit juga terjadi saat buang air kecil

Dilansir dari U.S. National Library of Medicine, apabila Moms merasakan sensasi gatal atau terbakar saat buang air kecil, bisa jadi Moms terkena infeksi yeast atau bacterial vaginosis, yaitu infeksi bakteri umum yang menyebabkan ketidakseimbangan antara bakteri baik dan jahat dalam vagina.

4. Rasa sakitnya bertahan lama dan intens

Menurut dr. Sholes-Douglas, apabila rasa sakitnya bertahan lama, intens, dan membuat Moms tidak nyaman, Moms harus segera berkonsultasi ke dokter.

Apalagi jika rasa sakit disertai dengan segala jenis trauma, luka, atau keputihan yang tidak normal.

Moms, itulah penyebab vagina sakit saat berhubungan seks dan kapan harus mengunjungi dokter.

Tetap waspada dan kenali diri sendiri. Apabila rasa sakitnya sudah membuat Moms jadi sangat tidak nyaman, jangan ragu untuk segera pergi ke dokter.

Artikel Terkait