KESEHATAN
21 Agustus 2020

11+ Penyebab Vagina Gatal, Bikin Enggak Nyaman!

Vagina sering terasa gatal, Moms? Ada banyak penyebabnya, lho. Waspada dan tetap jaga kebersihan!
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Serenata Kedang
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Vagina merupakan salah satu organ tubuh paling sensitif dan rentan terhadap infeksi. Sebagian dari Moms mungkin pernah mengalami gatal di area vagina. Hal ini membuat Moms tidak nyaman dan sangat mengganggu ya.

Apabila tidak dicegah maupun diatasi, gatal pada area vagina akan jadi sangat mengganggu. Moms mungkin bertanya-tanya apa yang menjadi penyebab vagina gatal.

Gatal vagina merupakan gejala yang tidak nyaman dan terkadang menyakitkan yang sering terjadi akibat zat yang mengiritasi, infeksi, atau menopause.

Ini juga dapat terjadi sebagai akibat dari kelainan kulit tertentu atau penyakit menular seksual (PMS). Dalam kasus yang jarang terjadi, gatal pada vagina dapat berkembang karena stres atau kanker vulva.

Kebanyakan vagina gatal tidak perlu dikhawatirkan. Namun, Moms harus menghubungi dokter atau ginekolog ika rasa gatalnya parah atau jika Moms mencurigai memiliki kondisi yang mendasarinya.

Dokter dapat menentukan penyebab gatal pada vagina melalui pemeriksaan dan pengujian. Mereka juga dapat merekomendasikan perawatan yang tepat untuk gejala tidak nyaman ini.

Penyebab Vagina Gatal

Nah, daripada bertanya-tanya dan tidak menemukan jawabannya, yuk langsung simak saja ulasan penyebab vagina gatal yang kerap Moms alami di bawah ini.

1. Penyebab Vagina Gatal: Infeksi Jamur

Vagina Terasa Gatal? Mungkin Moms Mengalami Ini! 1.jpg

Foto: Freepik.com

Penyebab vagina gatal seringkali dikaitkan dengan infeksi jamur. Riset yang dilakukan Mayo Clinic menyebutkan bahwa ternyata 3 dari 4 wanita setidaknya pernah mengalami infeksi jamur pada vagina sebanyak 1 kali dalam seumur hidup.

Meskipun tidak termasuk penyakit menular seksual, tetapi salah satu penyebab infeksi jamur adalah kontak mulut ke vagina yang terjadi pada saat seks oral. Cegahlah infeksi jamur dengan mengganti celana dalam secara teratur agar daerah vagina tidak lembap.

Baca Juga: 5 Cara Alami Hilangkan Gatal Pada Vagina

2. Penyebab Vagina Gatal: Iritasi karena Mencukur atau Waxing

Bagi Moms yang memilih untuk waxing atau mencukur bulu kemaluan, waspadalah terhadap bahaya iritasi. Setelah mencukur maupun waxing, kulit sekitar area vagina menjadi lebih sensitif.

Seperti yang dilansir oleh Young Women’s Health, gatal dapat terjadi ketika bulu pubik kembali tumbuh. Untuk mencegah hal ini terjadi, pastikan alat bercukur maupun alat waxing aman ya, Moms!

3. Penyebab Vagina Gatal: Alergi Akibat Penggunaan Produk Sehari-hari

Vagina Terasa Gatal? Mungkin Moms Mengalami Ini! 5.jpg

Foto: Freepik.com

Reaksi alergi bisa terjadi karena adanya kontak kulit sekitar vagina dengan produk yang Moms gunakan sehari-hari. Cleveland Clinic menyebutkan alergi dapat disebabkan oleh tisu toilet, sabun, pembalut, maupun material celana dalam yang Moms pakai.

Vagina gatal dapat pula dialami oleh Moms yang alergi terhadap kondom berbahan lateks.

4. Penyebab Vagina Gatal: Penyakit dan Kelainan Kulit

Menurut Harvard Health, beberapa kondisi kulit yang bisa jadi penyebab vagina gatal antara lain:

  • Eksim: kondisi peradangan kulit yang menyebabkan bercak merah, retakan tipis, dan kerak yang sangat gatal.
  • Psoriasis: kondisi di mana sel-sel kulit baru diproduksi terlalu cepat sehingga menimbulkan kulit bersisik dan gatal.
  • Lichen Sclerosus: kondisi inflamasi kulit yang biasanya terjadi pasca menopause. Menurut penelitian, 1 dari 30 wanita mengalaminya setelah menopause.

5. Penyebab Vagina Gatal: Ketidakseimbangan pH

Vagina Terasa Gatal? Mungkin Moms Mengalami Ini! 2.jpg

Foto: Unsplash.com

Penyebab vagina gatal lainnya adalah karena pH yang tidak seimbang. Ketidakseimbangan pH membuat bakteri dan jamur berkembang di area kemaluan sehingga mengakibatkan gatal.

Dilansir dari Medical News Today, ketidakseimbangan pH disebabkan oleh menopause atau saat menstruasi. Hal ini dapat dicegah dengan selalu rajin membersihkan vagina dengan air bersih agar pH tetap seimbang dan teratur mengganti pembalut ya, Moms.

6. Penyebab Vagina Gatal: Bacterial Vaginosis

Bacterial vaginosis merupakan infeksi karena tidak seimbangnya jumlah bakteri baik dan bakteri jahat yang ada pada vagina. Rata-rata perempuan dengan umur 15-44 tahun yang mengalami gatal pada vagina disebabkan oleh bacterial vaginosis.

Kondisi tersebut tidak selalu menimbulkan gejala. Gejala yang muncul biasanya berupa gatal pada vagina dan keluarnya cairan yang tidak normal dan berbau busuk. Cairan mungkin tipis dan abu-abu kusam atau putih. Dalam beberapa kasus, mungkin juga berbusa.

Bacterial vaginosis diobati dengan antibiotik oral, gel antibiotik vagina, atau krim. Jika tidak diobati, vaginosis bakterial dikaitkan dengan kelahiran prematur, infeksi setelah operasi, dan penyakit radang panggul.

Lakukan pencegahan dengan menjaga kebersihan vagina dan hindari produk-produk yang memicu iritasi.

Baca Juga: Sering Gatal di Selangkangan? Jangan-jangan Kita Terkena Penyakit Ini!

7. Penyebab Vagina Gatal: Penyakit Menular Seksual

Vagina Terasa Gatal? Mungkin Moms Mengalami Ini! 3.jpg

Foto: Unsplash.com

Penyebab vagina gatal dapat pula dipicu oleh penyakit menular seksual. Beberapa infeksi yang dapat ditularkan melalui hubungan seksual, antara lain chlamydia, ghonorrhea, dan trichomoniasis.

Menurut The Centers for Disease Control and Prevention (CDC), penyakit menular seksual dapat dicegah dengan:

  • Tidak melakukan hubungan seks dengan pasangan yang berganti-ganti.
  • Menggunakan kondom dengan benar.
  • Setia pada pasangan.
  • Menerima vaksin HPV (human papillomavirus).

8. Penyebab Vagina Gatal: Menopause

Ketika menopause, tubuh mengalami ketidakseimbangan hormon yang dapat memicu terjadinya vaginal atrophy. Vaginal atrophy merupakan kondisi penipisan, pengeringan, dan peradangan yang terjadi pada vagina saat tubuh kekurangan hormon estrogen.

Kondisi ini dapat dicegah dengan menjaga gaya hidup tetap sehat saat menopause.

9. Penyebab Vagina Gatal: Stres dan Gangguan Kecemasan

Vagina Terasa Gatal? Mungkin Moms Mengalami Ini! 4.jpg

Foto: Unsplash.com

Keadaan mental seperti stres dan gangguan kecemasan dapat berpengaruh langsung terhadap kesehatan tubuh Moms, lho. Dilansir dari Calm Clinic, stres dan gangguan kecemasan dapat memicu ketidakseimbangan bakteri pada vagina sehingga menyebabkan gatal.

Kurangi stres dengan perbanyak rileksasi dan rekreasi ya, Moms!

Baca Juga: 5 Jenis Olahraga untuk Mengatasi Stres

10. Penyebab Vagina Gatal: Kanker Vulva

Kanker vulva adalah jenis kanker yang terjadi pada area permukaan luar alat kelamin wanita. Vulva adalah area kulit yang mengelilingi uretra dan vagina, termasuk klitoris dan labia.

Salah satu gejala kanker vulva adalah gatal pada area vagina. Gejala lainnya berupa pendarahan, perubahan warna kulit permukaan alat kelamin, dan adanya benjolan di area kemaluan.

Lakukanlah pemeriksaan ke dokter untuk menerima pengobatan apabila gejala-gejala tersebut terus timbul.

11. Penyebab Vagina Gatal: Perubahan Hormon

penyebab vagina gatal: perubahan hormon

Foto: Orami Photo Stock

Penyebab vagina gatal selanjutnya adalah perubahan hormon. Saat menyusui, kadar estrogen Moms menurun. Perawatan juga menyebabkan kadar estrogen turun.

Estrogen yang rendah dapat menyebabkan lapisan vagina Moms menipis dan menyebabkan gatal serta iritasi. Gejala akan hilang saat Moms berhenti menyusui dan kadar estrogen meningkat lagi.

Baca Juga: Bibir Vagina Bengkak, Ketahui Penyebab dan Cara Mengobatinya

12. Penyebab Vagina Gatal: Kutu Kemaluan

Penyebab vagina gatal selanjutnya adalah kutu kemaluan. Makhluk mungil seperti kepiting ini menyebabkan rasa gatal yang hebat di area vagina dan kemaluan.

Mereka biasanya menempel pada rambut kemaluan. Mereka mungkin juga menempel pada area tubuh lain yang ditutupi rambut kasar.

Kutu kemaluan dapat diobati dengan lotion pembunuh kutu yang dijual bebas. Kasus yang parah mungkin memerlukan obat resep topikal.

Itulah beberapa penyebab vagina terasa gatal. Jaga kesehatan area kewanitaan dengan menjaga kebersihan dan jangan lupa konsultasikan ke dokter ya, Moms!

Artikel Terkait