KEHAMILAN
15 Juli 2020

Perawatan Chiropractic Selama Kehamilan, Ini Hal yang Perlu Moms Ketahui

Banyak keluhan seiring membesarnya kehamilan, terutama nyeri dan pegal di beberapa titik.
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Phanie Fauziah
Disunting oleh Dina Vionetta

Dalam laman What To Expect, selama kehamilan, tubuh ibu hamil akan meningkatkan produksi hormon-hormon pengikat ligamen dan sendi yang membantu membuka jalan bagi bayi untuk keluar.

Hampir 80% ibu hamil akan mengalami nyeri pada bagian panggul.

Salah satu cara mengelola rasa sakit di bagian tersebut adalah dengan melakukan perawatan chiropractic.

Sebelum melakukannya, Moms perlu mengetahui mengenai chiropractic saat hamil.

Apa itu Chiropractic?

Perawatan Chiropractic Selama Kehamilan 2.jpg

Foto: healthline.com

Menurut American Pregnancy Associations, chiropractic adalah proses yang membantu menjaga tulang belakang atau muskuloskeletal, cakram dan sistem saraf yang terkait.

Perawatan ini berfokus mempertahankan geometri tulang dan penyesuaian rangka tubuh.

Seorang chiropractor memanfaatkan berbagai teknik yang membantu mereka melakukan penyesuaian chiropractic tertentu.

Praktek ini merupakan paduan dari seni dan sains.

Dokter-dokter biasanya menggunakan prosedur fisik tertentu untuk menyesuaikan sendi yang tidak selaras dari tubuh pasien, terutama sendi tulang belakang.

Selama kehamilan, berat badan akan mengalami peningkatan yang signifikan dalam waktu singkat. Perubahan berat badan itu memengaruhi posisi tulang belakang.

Baca Juga: Mengenal Ankylosing Spondylitis, Peradangan Sendi Tulang Belakang Kronis

Amankah Chiropractic Saat Hamil?

Perawatan Chiropractic Selama Kehamilan.jpg

Foto: cormierchiropractic.com

American Pregnancy mengatakan bahwa perawatan chiropractic aman.

Perawatan chiropractic adalah pemeliharaan kesehatan tulang belakang dan penyesuaian sendi yang tidak selaras.

Perawatan itu tidak melibatkan obat-obatan atau operasi, melainkan semacam terapi fisik untuk mengurangi stres saraf tulang belakang dan meningkatkan kesehatan seluruh tubuh.

Dilansir dari Healthline Parenthood, lebih dari 1 juta penyesuaian chiropractic diberikan setiap hari, di seluruh dunia.

Dengan perawatan ini selama kehamilan tidak menimbulkan komplikasi dan diyakini aman.

Tetapi, tidak selalu seperti itu, dalam keadaan tertentu, perawatan chiropractic mungkin bukan pilihan yang baik.

Pastikan Moms mendapatkan persetujuan dokter sebelum melakukan perawatan ini.

Perawatan chiropractic tidak boleh dilakukan jika mengalami pendarahan vagina, plasenta previa atau solusio plasenta, kehamilan ektopik, toksemia sedang hingga berat. Moms juga perlu memastikan seorang chiropractor telah memiliki lisensi.

Baca Juga: 3 Jenis Spina Bifida, Cacat Lahir pada Tulang Belakang

Manfaat Chiropractic Saat Hamil

Perawatan Chiropractic Selama Kehamilan 3.jpg

Foto: newworldchiro.com.au

Perawatan chiropractic saat hamil akan membantu mengontrol rasa mual selama kehamilan.

Saat morning sickness menyerang, ibu hamil akan mengalami gejala-gejala seperti stres, dehidrasi, penurunan berat badan, dan bahkan depresi.

Ibu hamil akan sering muntah dan mengharuskan untuk membungkuk ketika muntah.

Kondisi seperti ini jika terus diulangi, maka akan mengalami sakit punggung. Kemudian, perawatan chiropractic akan membantu mengurangi waktu melahirkan.

Persalinan adalah sesuatu yang paling dikhawatirkan ibu hamil.

Menurut Arise Family Chiropractic, penelitian terbaru menunjukkan bahwa penyesuaian chiropractic dapat mengurangi waktu persalinan dan membantunya lebih mudah.

Selain itu, chiropractic akan membantu meringankan nyeri sendi, punggung, dan leher bagi ibu hamil dengan janin dan tubuh yang bertambah berat.

Kondisi tersebut membuat posisi panggul kadang-kadang tidak sejajar. Melalui perawatan ini, posisi tulang belakang atau panggul akan kembali sejajar.

Perawatan chiropractic juga akan meminimalisir kemungkinan menjalani persalinan secara caesar.

Baca Juga: Begini 4 Cara Mengatasi Nyeri Tulang Belakang Saat Hamil

Artikel Terkait