PROGRAM HAMIL
20 November 2019

5 Persiapan Perawatan Kulit Saat Program Hamil

Lakukan pemeriksaan kulit sebelum berencana untuk hamil
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Amelia Puteri
Disunting oleh Intan Aprilia

Selain menjaga pola makan, tentu Moms juga perlu memerhatikan penggunaan skincare dengan kandungan bahan yang aman dipakai selama kehamilan.

Jika Moms berencana hamil, ada beberapa perawatan kulit saat program hamil yang perlu dilakukan untuk rutinitas perawatan kulit agar Moms dan Si Kecil tetap aman dan sehat.

Perawatan Kulit Saat Program Hamil

1. Melakukan Pemeriksaan Kulit

perawatan kulit saat program hamil-5

Tahi lalat dapat berubah, menggelap, dan membesar selama kehamilan, jadi sebaiknya lakukan pemeriksaan kulit jika Moms memiliki beberapa tahi lalat.

"Dengan cara ini, Anda akan memiliki gambaran dasar untuk penampilan sebelumnya dan tidak perlu merasa khawatir sendiri," kata Maritza I. Perez, dokter kulit di Advanced Aesthetics di New Canaan, Connecticut, mengutip Parents.

Baca Juga: Bisa Berisiko Bagi Janin, 6 Bahan Skincare Ini Sebaiknya Dihindari Saat Hamil

2. Singkirkan Tahi Lalat dan Kutil

perawatan kulit saat program hamil-4

Menyingkirkan tahi lalat dan kutil sebaiknya dilakukan sebelum hamil, sebagai perawatan kulit saat program hamil.

"Jika Anda ingin tahi lalat dihapus, lakukan sekarang atau tunggu sampai setelah Anda melahirkan," kata Karyn Grossman, MD, dokter kulit dari Grossman Dermatology di Los Angeles dan New York City.

Meskipun mengeluarkan tahi lalat adalah prosedur minor, tetapi ada risiko infeksi dan pendarahan, yang oleh sebagian besar ahli kulit dilihat sebagai hal yang tidak perlu dilakukan jika hamil.

Hal yang sama berlaku untuk kutil, daging tumbuh jinak yang dapat muncul di sekitar leher dan mata, dan di bawah payudara.

3. Berhenti Menggunakan Retinoid

perawatan kulit saat program hamil-3

Perawatan anti-penuaan dengan kandungan retinoid sama sekali tidak dapat digunakan dalam produk perawatan kulit saat program hamil dan masa kehamilan.

"Hentikan semua jenis retinoid dan retinol yang dijual bebas," kata Dr. Grossman.

Meskipun hanya sejumlah kecil yang diserap ke dalam kulit, retinoid topikal dapat berbahaya bagi janin.

Menurut penelitian 2011 dalam jurnal Canadian Family Physician, asam retinoid tretinoin berkaitan dengan cacat lahir.

"Penting juga untuk memeriksa label dari setiap produk anti-penuaan, anti-jerawat, dan anti-pigmen, karena mungkin memiliki retinol sebagai bahan aktif," tambah Dr. Grossman.

Baca Juga: Wajib Tahu! Ini 4 Bahan Skincare yang Aman Digunakan Saat Hamil

4. Beralih ke Skincare Khusus Jerawat yang Lebih Aman dan Lembut

perawatan kulit saat program hamil-2

Kandungan asam salisilat dan asama glikolat sebagai bahan skincare khusus jerawat juga harus dihentikan penggunaanya selama perawatan kulit saat program hamil.

Meskipun belum ada cukup penelitian tentang efek samping bahan ini pada wanita hamil, tetapi ahli dermatologis merekomendasikan bahwa wanita hamil atau mereka yang melakukan program hamil disarankan untuk menghindari bahan ini.

Karena itu, Moms harus selalu berkonsultasi dengan dokter kandungan terlebih dahulu tentang produk skincare yang aman digunakan selama program hamil.

Baca Juga: 4 Cara Menangani Varises, Jangan Dianggap Remeh!

5. Tunda Pengangkatan Varises

perawatan kulit saat program hamil-1

Jika Moms memiliki vena yang menonjol dan terasa nyeri, periksakan ke dokter kulit.

Tetapi bila hanya memiliki urat yang tidak sedap dipandang di kaki dan ingin dihilangkan hanya untuk alasan kecantikan, tunggu sampai setelah melahirkan dan setelah berhenti menyusui.

"Anda mungkin memiliki lebih banyak pembuluh darah setelah kehamilan, jadi menghilangkannya sekarang akan benar-benar membuang-buang waktu," kata Dr. Perez.

Dr. Grossman merekomendasikan untuk memakai stoking kompresi, yang membantu mencegah pembengkakan dan menjaga pembuluh darah tidak memburuk.

Jadi, itu dia perawatan kulit saat program hamil yang perlu dilakukan agar kehamilan Moms dan janin dapat berkembang dengan sehat.

Artikel Terkait