DI ATAS 5 TAHUN
1 April 2020

Perbedaan Erosi Gigi dan Karies Gigi pada Anak

Ternyata keduanya memiliki gejala dan penyebab berbeda
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Wina Andria
Disunting oleh Intan Aprilia

Walau sekilas tampak sama di mata orang awam, karies gigi dan erosi gigi anak sebenarnya adalah dua masalah gigi yang berbeda lho, Moms.

Seperti dijelaskan dalam laman Dental Care, perbedaan utama keduanya terletak pada jenis asam yang menyebabkannya dan letak permukaan gigi yang terpengaruh.

Namun, keduanya sama-sama bisa menimbulkan kerusakan gigi permanen jika tak segera diatasi sejak sedini mungkin.

Supaya lebih jelas, silakan simak dulu penjelasan tentang perbedaan erosi gigi dan karies gigi berikut ini ya, Moms.

Karies Gigi pada Anak

Perbedaan Karies Gigi Dan Erosi Gigi Anak 1.jpg

Foto: Dentalsleepstlouis.com

Menurut definisi sebuah hasil studi yang dirilis National Institutes of Health, karies gigi adalah penyakit gigi yang terjadi akibat banyaknya bakteri penghasil asam di permukaan gigi.

Saat koloni bakteri berinteraksi dengan air liur dan sisa makanan yang tertinggal di gigi, bakteri akan mengelurkan asam dan terbentuk plak yang menyebabkan perubahan pada mineral enamel gigi (demineralisasi).

Pada tahap awal, karies gigi sebenarnya masih bisa dicegah dan diatasi menjadi bertambah parah serta dikembalikan kandungan mineralnya melalui proses remineralisasi alami atau terapi fluoride.

Gejala awal karies gigi anak bisa dikenali munculnya spot putih pada area gigi yang terkena, ini adalah tanda kalau enamel mulai rusak.

Jika prosesnya terus berlanjut, gigi Si Kecil jadi lebih sensitif terhadap makanan dan minuman bersuhu panas maupun dingin.

Bila terus dibiarkan makan akan mulai muncul lubang berwarna cokelat muda pada gigi, yang kemudian akan berubah menjadi cokelat tua atau hitam jika lubang semakin dalam.

Baca Juga: Bahaya Karies Gigi Pada Anak Jika Tidak Ditambal

Erosi Gigi pada Anak

Perbedaan Karies Gigi Dan Erosi Gigi Anak 2.jpeg

Foto: Woodcreekdental.com

Berbeda dengan karies gigi yang disebabkan oleh asam dari bakteri, erosi gigi anak justru terjadi akibat konsumsi makanan atau minuman berkandungan asam tinggi ataupun naiknya asam lambung ke area gigi.

Erosi gigi terjadi pada seluruh permukaan gigi anak yang terkena asam, sehingga lama kelamaan akan membuat enamel gigi melemah dan jadi terlihat berwarna kekuningan.

Menurut studi lain yang dilansir Australian Dental Journal, erosi gigi anak bersifat permanen alias tidak bisa disembuhkan atau dikembalikan kondisinya. Namun, erosi gigi sangat bisa dicegah sebelum terjadi.

Tergantung tingkat keparahannya, erosi gigi anak bisa menimbulkan gejala sensitivitas pada makanan dan minuman bersuhu panas maupun dingin, sampai sakit parah akibat akar gigi yang terekspos.

Baca Juga: Ketahui Makanan Penyebab Erosi Gigi Anak yang Harus Dibatasi Konsumsinya

Mencegah Karies Gigi dan Erosi Gigi

Perbedaan Karies Gigi Dan Erosi Gigi Anak 3.jpg

Foto: Wigglyteeth.co.za

Secara umum, menjalankan kebiasaan membersihkan gigi dan mulut yang baik cukup efektif mencegah karies gigi maupun erosi gigi anak.

Selain itu, batasi juga konsumsi makanan manis maupun jus buah dengan tambahan gula.

Makanan dan minuman berkandungan asam dan gula tinggi seperti buah golongan sitrus (lemon, jeruk, grapefruit), minuman bersoda, jus buah dengan tambahan gula, teh rasa buah, permen rasa asam, dan semacamnya, juga perlu dibatasi frekuensi konsumsinya.

Buah maupun makanan dan minuman berkandungan asam sebaiknya dimakan habis dalam waktu 5 menit di waktu makan besar, supaya tidak menempel terlalu lama di gigi. Setelah itu, biasakan tunggu 20 menit sebelum menggosok gigi hingga bersih ya, Moms.

Baca Juga: 6 Bahan Alami untuk Mengobati Sakit Gigi Anak

Ingat ya Moms, mengajak Si Kecil melakukan cek rutin ke dokter gigi bisa membantu mendeteksi dan mencegah terjadinya karies gigi maupun erosi gigi anak sejak dini.

Nah, apa saja kebiasaan membersihkan gigi dan mulut yang sudah Moms ajarkan pada Si Kecil?

Artikel Terkait