KEHAMILAN
27 Februari 2020

Hamil di Usia 20 atau 30 Tahun? Ini Dia Perbedaannya!

Merencanakan kehamilan tentunya harus dipikirkan mengenai usia dan kondisi kita.
Artikel ditulis oleh Phanie Fauziah
Disunting oleh Dina Vionetta

Saat ini banyak sekali Moms yang melahirkan di usia muda seiring dengan pernikahan muda sekitar usia 20-an.

Setelah sebelumnya, banyak yang melahirkan di usia 30-an seiring pernikahan yang dilakukan di usia tersebut.

Meskipun jika kita memerhatikan orang tua zaman dulu yang sebenarnya melahirkan bahkan jauh lebih muda dari kita yaitu belasan tahun seiring pernikahan dini yang dulu masih marak.

Nah, kira-kira sebenarnya apa yang membedakan melahirkan di usia 20-an dan 30-an ya Moms?

Bukankah memiliki anak di usia yang lebih tua lebih sulit bagi tubuh kita?

Dan apakah berarti lebih banyak risiko bagi bayi?

Beda Hamil di Usia 20 dan 30 tahun

Hamil dan melahirkan di usia berapa pun adalah perubahan besar.

Dilansir dari laman Business Insider, ambil kesuburan berada di antara usia 20 hingga 24 tahun, wanita memiliki peluang 86% untuk hamil setelah mencoba selama satu tahun.

Tapi kesempatan itu turun menjadi sekitar 50% di akhir usia 30-an.

Baca Juga: Meningkatkan Peluang Kehamilan Dengan Orgasme

Keuntungan Hamil di Usia 20 Tahun

Hamil di Usia 20 atau 30 Tahun Ini Dia Perbedannya.jpg

Foto: healthline.com

Kehamilan di usia 20-an memiliki kemungkinan keguguran yang lebih rendah dan kondisi seperti diabetes gestasional, preeklampsia, dan tekanan darah tinggi.

Menurut Geeta K. Swamy, MD, seorang dokter obgyn Duke University Medical Center, di usia ini juga kondisi kesuburan Moms sedang berada pada masa subur yang tinggi, siklus tidak teratur yang biasa terjadi pada masa remaja kita telah mereda, sehingga ovulasi lebih mudah diprediksi.

Selain itu, sel telur Moms dalam kondisi segar dan sehat, sehingga menjadikannya baik dan tepat untuk dibuahi.

Hal ini juga diperkuat oleh Cosmas JM van de Ven, MD, spesialis kebidanan risiko tinggi di Fakultas Kedokteran Universitas Michigan di Ann Arbor.

Ia menegaskan bahwa, kehamilan di usia 20-an, biasanya tubuh yang lebih muda bisa menjalani dengan baik berbagai keluhan dan beban tambahan.

Terutama, pada bagian pada tulang, punggung, dan otot selama kehamilan dan pada saat melahirkan.

Diane G. Sanford, PhD, rekan penulis the Postpartum Survival Guide (New Harbinger) pun menambahkan, tidak hanya kakek-nenek yang lebih muda dapat membantu pengasuhan anak, apalagi jika kondisi Moms sebagai working mom.

Tak hanya itu, di tahun-tahun mendatang, bahkan kita beserta kakek-nenek nya masih bisa menghadiri berbagai acara sekolah hingga ikut dalam outing.

Baca Juga: Gagal Lakukan Program Bayi Tabung yang Kedua Kali, Tya Ariestya Tunda Kehamilan Hingga Lebaran Usai

Tantangan Hamil di Usia 20-an

Hamil di Usia 20 atau 30 Tahun Ini Dia Perbedannya 4.jpg

Foto: milkgenomics.org

Tapi, bukan berarti kehamilan dan melahirkan di usia 20-an tidak memiliki risiko.

Menurut Paula Ford-Martin, penulis The Everything Pregnancy Book (Adams Media), dalam hal pencapaian karir Moms mungkin tidak punya cukup waktu untuk memenuhi kebutuhan Moms sendiri.

Contohnya adalah kesuksesan profesional atau menghabiskan waktu sendirian dengan Dads, sekalipun Moms merupakan ibu pekerja (working mom).

Selain itu, kesiapan secara emosional juga belum matang dirasakan bagi wanita yang hamil dan melahirkan di usia tersebut karena setidaknya setelah melalui berbagai hal dan rutinitas baru.

Yaitu, seorang ibu dengan beban dan tanggung jawab yang lebih besar dari seorang istri tentunya akan menjadi suatu tekanan yang cukup berat.

Keuntungan Hamil di Usia 30 Tahun

Hamil di Usia 20 atau 30 Tahun Ini Dia Perbedannya 2.jpg

Foto: healthline.com

Banyak wanita yang telah melewati usia 30 tahun mungkin merasa mereka telah membuat langkah besar secara profesional dan pribadi, hal inilah yang membuat mereka lebih siap secara emosional untuk menjalani kehamilan.

Menurut jurnal PLOS One, ibu yang pertama kali melahirkan di usia awal 30-an melaporkan energi yang lebih tinggi, kebugaran yang lebih baik, dan lebih sedikit rasa sakit juga nyeri dibandingkan dengan ibu yang pertama kali melahirkan di usia awal 20-an.

Kehamilan di usia ini juga secara finansial kita sudah lebih banyak mendapat pencapaian, sehingga banyak simpanan dana untuk memenuhi kebutuhan Moms selama kehamilan dan sesudah melahirkan.

Sekalipun biasanya biaya tersebut ditanggung Dads, itu artinya keberuntungan bagi Moms karena dana besar yang telah Moms dapatkan bisa disimpan secara utuh.

Baca Juga: Ketahui Plus Minus Hamil di Usia 30 Tahun

Tantangan Hamil di Usia 30-an

Hamil di Usia 20 atau 30 Tahun Ini Dia Perbedannya 3.jpg

Foto: newriverwomenshealth.com

Namun, Moms perlu tahu di usia ini saat hamil tak sedikit yang mengalami kondisi kronis seperti diabetes atau tekanan darah tinggi, yang mempersulit kehamilan.

Hal ini terutama berlaku jika Moms mengalami kelebihan berat badan bertahun-tahun, karena obesitas meningkatkan risiko banyak masalah medis.

Meskipun Moms pada kondisi kesehatan yang baik, tapi mulai pada usia 35 tahun, Moms memiliki risiko yang meningkat untuk kondisi khusus kehamilan termasuk diabetes gestasional.

Faktanya, usia 35 tahun adalah tanda awal untuk kehamilan "berisiko tinggi". Mengapa terdengar menakutkan?

Karena pada usia 35 tahun, kemungkinan Moms memiliki bayi dengan masalah kromosom seperti sindrom Down, keguguran akibat amniosentesis, tes diagnostik untuk cacat kromosom dengan masalah cairan ketuban.

Tak hanya itu, risiko kondisi tertentu, seperti plasenta previa, di mana plasenta tumbuh di dekat leher rahim dan menyebabkan perdarahan akan meningkat.

Hal inilah yang menyebabkan melahirkan dengan jalan operasi caesar sering ditempuh pada wanita hamil di usia tua.

Nah, maka dari itu rencanakan kehamilan di usia yang tepat ya Moms. Tidak terlalu muda dan tidak terlalu tua.

Moms bisa mendiskusikan dengan Dads dan berkonsultasi dengan dokter.

Beda hamil usia 20 dan 30 tahun bisa menjadi tolak ukur Moms dalam merencanakan kehamilan yang tepat dan aman.

Artikel Terkait