KESEHATAN
23 Desember 2019

Perbedaan Keputihan Tanda Hamil dan Tanda Haid

Keputihan bisa menjadi salah satu tanda kehamilan
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Amelia Puteri
Disunting oleh Intan Aprilia

Moms mungkin familiar bahwa keputihan dapat terjadi menjelang masa menstruasi. Tetapi, keputihan juga bisa menjadi tanda-tanda kehamilan, lho!

Namun, bukan berarti keputihan menjelang menstruasi dan tanda-tanda kehamilan tidak bisa dibedakan. Apalagi, keputihan juga bukan menjadi satu-satunya tanda kehamilan.

Cari tahu perbedaan keputihan tanda kehamilan dan tanda haid berikut ini.

Perbedaan Keputihan Tanda Hamil dan Tanda Haid

perbedaan keputihan tanda kehamilan dan tanda haid-1

Saat telat datang bulang tapi justru mengalami keputihan, maka keputihan yang dialami bisa jadi merupakan tanda awal kehamilan.

Terutama, apabila kondisi ini disertai dengan berbagai tanda kehamilan lainnya, seperti mual dan lemas.

Secara medis, keputihan yang muncul pada awal kehamilan terjadi karena adanya peningkatan hormon dan aliran darah ke vagina. Berikut ini ciri-ciri keputihan tanda kehamilan.

Baca Juga: Hamil atau Tidak? Cek 5 Tanda Kehamilan Ini

1. Volume

Perbedaan keputihan tanda kehamilan dan tanda haid yang cukup mencolok salah satunya adalah volumenya.

Keputihan yang merupakan tanda hamil umumnya memiliki volume yang lebih banyak apabila dibandingkan dengan keputihan sebelum haid.

Hal ini berfungsi untuk mencegah bakteri maupun virus penyebab infeksi masuk ke rahim dan menimbulkan gangguan pada janin.

2. Waktu Kemunculan

Untuk lebih memastikan bahwa keputihan yang timbul merupakan tanda kehamilan, Moms dapat memperhatikan waktu kemunculannya.

Keputihan tanda hamil umumnya muncul 1-2 minggu setelah pembuahan, dan volumenya akan semakin meningkat seiring dengan bertambahnya usia kehamilan.

3. Tekstur

Memang tidak mudah membedakan keputihan tanda hamil dengan keputihan haid. Namun, secara tekstur, keputihan tanda hamil umumnya lebih kental dibandingkan keputihan biasa.

4. Warna

Berbeda dengan keputihan tanda hamil yang cenderung berwarna lebih putih, keputihan yang terjadi sesaat sebelum menstruasi berwarna sedikit kekuningan.

Apabila keputihan yang muncul berwarna sedikit kehijauan dan disertai bau tidak sedap, maka kondisi ini bisa saja menandakan adanya infeksi jamur di vagina.

Untuk lebih memastikan perbedaan keputihan tanda kehamilan dan tanda haid, sebaiknya periksakan kondisi ini ke dokter kandungan.

Baca Juga: Cara Membedakan Keputihan yang Normal dan Berbahaya Saat Hamil

Perhatikan Tanda-tanda Awal Kehamilan Lainnya

perbedaan keputihan tanda kehamilan dan tanda haid-2

Keputihan yang muncul sebagai tanda awal kehamilan dapat juga disertai dengan tanda-tanda lain, seperti:

1. Payudara Lembek atau Membengkak

Perubahan hormon di tubuh wanita hamil, membuat perubahan pada payudara menjadi lebih sensitif dan sedikti nyeri.

Umumnya, rasa tidak nyaman ini akan hilang saat usia kandungan sudah mulai bertambah, karena tubuh sudah mulai menyesuaikan dengan perubahan yang terjadi.

2. Sering Buang Air Kecil

Rahim wanita hamil akan membesar, untuk mempersiapkannya sebagai tempat berkembangnya janin.

Hal ini membuat kandung kemih menjadi tertekan, sehingga Moms akan lebih sering ingin buang air kecil.

3. Mual dan Muntah

Morning sickness, atau kondisi mual pada ibu hamil memang umumnya baru muncul saat usia kandungan memasuki usia 6 minggu.

Meski begitu, ada beberapa wanita yang sudah merasakannya lebih awal.

4. Tubuh Selalu Lelah

Semua tanda-tanda awal kehamilan di atas, umumnya juga akan didampingi dengan rasa lelah yang cukup hebat dan tidak kunjung hilang.

Baca Juga: Jangan Garuk Saat Keputihan Gatal! Simak Penjelasannya

Langkah yang Diambil Bila Mengalami Keputihan Saat Hamil

perbedaan keputihan tanda kehamilan dan tanda haid-3

Sebenarnya, keputihan yang muncul sebagai tanda hamil tidak memerlukan perawatan khusus.

Namun, apabila volume yang meningkat dirasa mengganggu, Moms dapat menggunakan panty liners yang tidak mengandung parfum, atau lebih sering mengganti celana dalam.

Selain itu, Moms juga dapat melakukan beberapa langkah di bawah ini:

  • Jaga kebersihan area genital dengan baik.
  • Saat ingin membersihkan area genital, gunakan air dan sabun yang tidak mengandung pewangi.
  • Jangan membersihkan area genital menggunakan tisu basah maupun produk kecantikan lain, seperti sabun dan deodoran khusus vagina yang mengandung parfum.
  • Memakai pakaian dalam yang berbahan katun.

Moms juga tidak disarankan untuk membasuh vagina dengan semprotan air yang kencang. Cara tersebut dapat menimbulkan iritasi, dan mengganggu keseimbangan bakteri di vagina.

Secara umum, keputihan memiliki sifat asam. Sehingga, bakteri baik serta antibiotik alaminya, dapat membantu untuk mencegah terjadinya infeksi yang disebabkan oleh bakteri jahat.

Apabila keseimbangan bakteri ini terganggu, maka muncul risiko peradangan serta iritasi.

Apabila mencurigai keputihan yang dialami merupakan tanda kehamilan, segera lakukan pemeriksaan ke dokter untuk memastikannya.

Jika keputihan tersebut benar merupakan tanda kehamilan, dokter akan memberikan instruksi lanjutan sebagai langkah untuk menjaga kesehatan Moms dan janin.

Ditinjau oleh dr. Reni Utari

Sumber: sehatq.com

Konten ini merupakan kerja sama yang bersumber dari SehatQ

Isi konten di luar tanggung jawab Orami Parenting

Artikel Terkait