KESEHATAN
24 Maret 2019

Perbedaan Ketergantungan dan Kecanduan Obat. Ini Dia Penjelasannya!

Selain itu ada juga istilah toleransi obat. Apa beda dari ketiganya?
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Ikhda Rizky Nurbayu
Disunting oleh Ikhda Rizky Nurbayu
Seseorang yang ketergantungan dengan obat belum tentu adalah seorang pecandu, namun seorang pecandu sudah pasti mengalami ketergantungan dengan obat.

Lalu, apa yang membedakan antara keduanya? Simak penjelasan di bawah ini yuk Moms:

Kecanduan

Antara candu dan ketergantungan, walau keduanya hampir sama, ternyata kecanduan lebih berpotensi menimbulkan bahaya daripada ketergantungan. menurut National Institute on Drug Abuse (NIDA) mengatakan bahwa kecanduan adalah kebutuhan yang tidak bisa dikendalikan, biasanya tahan lama dan bisa saja kembali dengan tidak terduga setelah masa penyembuhan.

Dalam hal konsumsi obat-obatan, kecanduan merupakan kondisi psikologis dimana seseorang harus mengkonsumsi obat tertentu untuk mendapatkan sebuah sensasi.

Obat-obatan yang bersifat adiktif merangsang kesenangan dan motivasi pada otak, sehingga terpapar obat-obatan tersebut lebih sering akan membodohi otak untuk menjadikan konsumsi obat tersebut sebagai kebutuhan yang harus selalu dipenuhi.

Bahkan jika tidak dipenuhi, seseorang yang sudah kecanduan obat-obatan akan melakukan segala cara, entah itu baik ataupun buruk demi bisa memenuhi kebutuhan candu tersebut. Bahkan bisa saja tak menaruh peduli pada keamanan dirinya sendiri dan orang lain akan konsekuensi yang ada.

Baca Juga: Hati-Hati Bahaya Minum Obat Dengan Teh, Ini Alasannya

6460 trump spending bill 1296x728 header

Ketergantungan

Ketergantungan adalah kondisi fisik tubuh yang sudah beradaptasi dengan obat, dan ketika ia berhenti mengkonsumsi obat tersebut tubuhnya akan menimbulkan gejala yang terprediksi dan terukur (sindrom penarikan).

Pun ada gejalanya ketika seseorang sudah ketergantungan dengan obat:

● Sakit perut, mual, muntah
● Pingsan
● Masalah pernapasan dan tekanan darah
● Nyeri dada
● Pupil mata membesar
● Gemetar
● Kejang
● Halusinasi
● Diare
● Kulit menjadi dingin dan berkeringat, juga panas dan kering

Cara mencegahnya adalah dengan minum obat sesuai resep yang diberikan, patuhi petunjuk yang dianjurkan, jangan mencampur dengan obat jenis lain, dan sering-seringlah konsultasi dengan dokter.

Baca Juga: Ini Akibatnya Jika Meminum Obat Kedaluwarsa

home cancer drug program shutterstock 717437125 1920p

Bagaimana dengan Toleransi Obat-obatan?

Selain ketergantungan dan kecanduan, ada juga satu istilah lagi yaitu toleransi. Dilaporkan oleh peneliti dari Tempo Group, Agus Wiyanto via Kompas, ada tiga jenis toleransi obat.

1. Toleransi farmakokinetik; yaitu penentu tingkat adiksi seseorang. Metabolisme sebuah obat setelah pemberian ulang membuat dosis yang diberikan menghasilkan kadar dalam darah yang semakin berkurang dibanding dosis sama pada pemberian pertama. Cara yang biasanya dilakukan adalah menggunakan stimulan untuk menambah efek obat.

2. Toleransi farmakodinamik; adalah perubahan adaptif yang terjadi dalam tubuh akibat dipengaruhi obat. Hal ini membuat respon tubuh terhadap obat jadi berkurang pada pemberian berulang. Antibiotik, misalnya, dalam penggunaan jangka panjang, tubuh menjadi resisten terhadapnya sehingga dosis harus ditambah.

3. Toleransi yang dipelajari; adalah pengurangan efek obat dengan mekanisme yang diperoleh karena adanya pengalaman terakhir. Orang yang paham efek alkohol masih mampu mengendalikan tubuhnya agar tidak mabuk sehingga ketika menjalankan uji berjalan lurus, ia masih mampu.

Ketika harus mengkonsumsi obat-obatan, hati-hati dengan segala efek yang akan ditimbulkan terutama jika obat tersebut bersifat adiktif.

Penting untuk tidak mencoba bereksperimen sendiri tanpa konsultasi dokter, terutama dalam hal keselamatan.

(MDA)

Artikel Terkait