KESEHATAN
27 November 2019

Apa Perbedaan Peredaran Darah Besar dan Kecil?

Sistem peredaran yang terganggu dapat berisiko bagi kesehatan tubuh
Artikel ditulis oleh Amelia Puteri
Disunting oleh Intan Aprilia

Peredaran darah berfungsi untuk mengalirkan oksigen dan nutrisi ke seluruh sel di dalam tubuh.

Namun, jika sistem peredaran darah yang terganggu, akan ada kemungkinan bagi seseorang memiliki beberapa masalah dalam tubuh.

Alur peredaran darah yaitu arteri yang membawa darah dari jantung, sementara pembuluh darah membawanya kembali ke jantung.

Ketahui penjelasan peredaran besar dan kecil, serta masalah pada peredaran darah dan cara mengatasinya berikut ini.

Baca Juga: Siapa Saja yang Berisiko Terkena Darah Tinggi?

Perbedaan Peredaran Darah Besar dan Kecil

peredaran darah besar dan kecil-3.png

Ada dua peredaran darah dalam tubuh manusia, yaitu peredaran darah besar dan peredaran darah kecil. Keduanya memiliki peran yang berbeda pada tubuh.

Untuk mengenalinya, berikut perbedaan dari sistem peredaran darah besar dan kecil:

1. Peredaran Darah Besar (Aliran Darah Sistemik)

Sistem peredaran darah besar disebut juga peredaran darah sistemik. Sistem peredaran darah besar dimulai ketika bilik kiri jantung memompa darah yang mengandung oksigen dan nutrisi melalui aorta (arteri utama) ke seluruh tubuh.

Ketika darah telah rendah oksigen atau hanya tersisa karbondioksida, maka darah akan terkumpul di pembuluh darah dan kembali ke bilik kanan jantung.

2. Peredaran Darah Kecil (Aliran Darah Pulmonal)

Peredaran darah kecil disebut juga peredaran darah pulmonal. Sistem peredaran darah ini dimulai ketika darah di bilik kanan jantung yang rendah oksigen dipompa oleh arteri pulmonalis menuju paru-paru.

Di sinilah karbondioksida yang ada dalam darah dilepaskan ke saluran paru, sementara oksigen yang baru masuk ke aliran darah.

Lain hanya dengan darah yang mengandung oksigen, darah tersebut akan mengalir melalui vena paru-paru ke bilik kiri jantung. Setelah itu, akan dimulai kembali sistem peredaran darah besar.

Baca Juga: Hati-hati, Darah Tinggi Bisa Sebabkan Komplikasi Kehamilan!

Masalah pada Peredaran Darah

peredaran darah besar dan kecil-12.jpg

Berbagai kondisi seperti penyakit jantung, obesitas, masalah arteri, darah menggumpal, penyakit Raynaud, diabetes, dan merokok bisa menyebabkan gangguan pada sirkulasi darah Anda.

Gejala-gejala dari peredaran darah yang buruk meliputi:

  • Kaki dan tangan mati rasa atau kesemutan
  • Pergelangan kaki atau kaki bengkak
  • Tangan dan kaki terasa dingin
  • Kelelahan
  • Masalah pencernaan
  • Sulit berkonsentrasi
  • Warna kulit berubah
  • Otot dan sendi kram
  • Varises
  • Selulitis

Jika Moms merasakan gejala tersebut, atau gejala ini sering terjadi atau semakin parah, sebaiknya periksakan diri Moms ke pelayanan medis terdekat.

Dokter akan melakukan diagnosis dengan memeriksa kondisi terlebih dahulu.

Baca Juga: 5 Cara Mencegah Tekanan Darah Tinggi pada Ibu Hamil

Mengobati Peredaran Darah yang Buruk

peredaran darah besar dan kecil-1.jpg

Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi peredaran darah yang buruk. Namun, hal ini bergantung pada kondisi yang mendasarinya.

Berikut cara yang dapat dilakukan:

  • Jika kaki bengkak atau sakit, gunakan kaos kaki kompresi yang dapat meringankan rasa sakitnya sekaligus melancarkan sirkulasi darah.
  • Bila mengidap penyakit diabetes, lakukan kontrol gula darah dengan mengonsumsi obat-obatan antidiabetes dan menjaga pola hidup sehat, seperti olahraga rutin dan mengonsumsi makanan sehat dan rendah gula.
  • Bila memiliki varises, lakukanlah prosedur laser atau bedah vena endoskopi.
  • Obat-obatan, seperti obat pengencer darah, mungkin akan diperlukan jika mengalami masalah penggumpalan darah. Sebaiknya konsultasikan pada dokter sebelum mengonsumsinya.
  • Moms juga bisa melakukan program khusus yang dianjurkan oleh dokter untuk meningkatkan peredaran darah.

Selain itu, Moms dapat melakukan perubahan gaya hidup menjadi lebih sehat dengan berhenti merokok, diet, dan mengonsumsi makanan sehat. Peredaran darah yang buruk dapat dengan mudah diatasi jika dideteksi sedini mungkin.

Jika tidak segera diatasi, berbagai komplikasi buruk bisa terjadi. Oleh sebab itu, jangan mengabaikan kondisi ini karena dapat berdampak langsung kepada kesehatan tubuh secara keseluruhan.

Ditinjau oleh dr. Karlina Lestari

Sumber: sehatq.com

Konten ini merupakan kerja sama yang bersumber dari SehatQ

Isi konten di luar tanggung jawab Orami Parenting

Artikel Terkait