RUPA-RUPA
7 Januari 2019

Apa Bedanya Prostitusi Online dengan Prostitusi Biasa?

Media digital jadi pembeda prostitusi online dengan prostitusi biasa
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Andra Nur
Disunting oleh Andra Nur

Publik digemparkan dengan kabar artis berinisial VA dan AF diciduk oleh jajaran Polda Jawa Timur di sebuah hotel di Surabaya. Keduanya dikabarkan terjerat kasus prostitusi online.

Dikutip dari Liputan6.com, selain kedua artis, polisi juga mengamankan tiga orang lainnya. Satu diduga sebagai mucikari.

“Kami on the spot mengamankan empat orang saksi, dua artis, dua manajemen, satu tersangka yang diduga melaksanakan transaksi elektronik prostitusi,” tutur Wakil Direktur Reskrimsus (Wadirreskrimsus) Polda Jatim AKBP Arman Asmara Syarifuddin, Sabtu (5/1).

Arman menjelaskan bahwa dua artis tersebut diciduk saat sedang melayani pelanggan mereka di dua kamar berbeda. Pelanggan mereka disebut-sebut sebagai pengusaha.

Dari hasil pengungkapan kasus prostitusi online, Polda Jatim menemukan adanya transaksi dalam jumlah yang cukup besar. VA konon memasang tarif Rp 80 juta sedangkan artis AF mematok harga Rp 25 juta.

Sebenarnya, apa itu prostitusi online? Apa bedanya dengan praktik prostitusi biasanya? Yuk kita cari tahu!

Pihak yang Terlibat dalam Prostitusi Online

shutterstock 768529573

Praktik prostitusi online melibatkan pihak yang sama dengan praktik prostitusi biasa. Dari mucikari, pekerja seks (PSK), penyewa jasa PSK, dan pihak lain yang terlibat.

Jika pada praktik prostitusi biasa mucikari bertindak sebagai pihak yang langsung berkomunikasi dengan penyewa jasa PSK, pada praktik prostitusi online, mucikari berkomunikasi secara online dengan penyewa jasa PSK.

Mucikari pada prostitusi online ini juga tidak jarang bertindak sebagai admin dari akun yang digunakan untuk memasarkan jasa PSK.

Mereka yang akan bernegosiasi mengenai harga serta mekanisme dan tempat transaksi.

Mereka juga yang akan membuat agenda pertemuan antara penyewa jasa dengan PSK yang mereka pilih.

Mekanisme pembayaran bisa berupa uang muka dan pelunasannya setelah jasa diberikan alias DP atau pembayaran penuh dilakukan setelah jasa diberikan alias cash on delivery (COD).

Setelah mencapai kesepakatan, PSK lah yang kemudian akan datang ke lokasi pertemuan.

Yang membedakan praktik prostitusi biasa dengan prostitusi online adalah hadirnya pihak lain yang terlibat, yakni pihak-pihak yang menyediakan media-media yang digunakan oleh para mucikari atau PSK untuk mempromosikan diri mereka.

Pada praktik prostitusi biasa, pihak ini tidak dibutuhkan karena penyewa jasa PSK hanya perlu datang langsung ke tempat penyedia PSK yang biasa disebut lokalisasi.

Namun, itu artinya eksposur atau risikonya lebih besar. Sementara prostitusi online bisa dilakukan tanpa diketahui orang lain.

Baca Juga: Sebelum Posting Foto Anak di Media Sosial, Perhatikan Hal Ini!

Media yang digunakan Prostitusi Online

shutterstock 220774021

Media digital menjadi pembeda mendasar antara praktik prostitusi dan praktik prostitusi online.

Kehadiran media digital ini dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu untuk melakukan praktik prostitusi online.

Para mucikari atau PSK menggunakan media ini untuk menjual jasa mereka.

Tidak jarang juga mereka melampirkan foto-foto seksi, usia, postur tubuh, harga, dan yang lainnya.

Sama seperti sebuah barang yang dijual secara online. Hal ini dilakukan untuk menarik minat para penyewa jasa PSK.

Ada beberapa media digital yang umumnya digunakan para mucikari atau PSK ini untuk melakukan praktik prostitusi online. Apa saja? Berikut daftarnya!

1. Website

Terdapat beberapa website yang mempermudahkan pekerjaan prostitusi baik website berbayar maupun gratis.

Di dalam website biasanya terdapat informasi lengkap para PSK, seperti foto, umur, postur tubuh, harga, dan nomor telepon yang dapat dihubungi.

Baca Juga: 5 Foto Anak yang Tidak Boleh Diupload di Sosial Media dan Alasannya

2. Forum

Jika website adalah transaksi satu arah, forum yang bisa dilakukan transaksi oleh banyak orang.

Untuk dapat bergabung dalam forum maka harus dilakukan pendaftaran terlebih dahulu.

Dibandingkan dengan website, forum dipercaya lebih aman karena harus mendaftar terlebih dahulu sebelum menjadi anggota.

Meskipun banyak orang yang melakukan transaksi tetapi identitas para anggotanya jelas.

3. Media Sosial

Bukan hanya para pemilik usaha jual beli online yang diuntungkan dengan adanya media sosial ini.

Para mucikari dan PSK juga diuntungkan, karena mereka bisa “berjualan” dengan lebih mudah.

Mereka memasang foto dan data-data lainnya untuk menarik pelanggan di dalam media sosial.

Namun, tidak banyak yang menggunakan media sosial sebagai tempat untuk bertransaksi karena terbilang tidak aman.

Baca Juga: Ternyata Inilah 5 Alasan Mengapa Orang Gampang Menghina di Media Sosial

4. Aplikasi

Semakin maraknya jenis aplikasi perpesanan membuat para mucikari dan PSK juga memanfaatkan media ini.

Melalui media ini, para mucikari atau PSK bisa mengirimkan foto dan video serta data-data mereka kepada calon pelanggan.

Mereka juga bisa langsung bernegosiasi di aplikasi ini.

Itulah ternyata yang membedakan praktik prostitusi online dengan prostitusi biasanya.

Semakin maju teknologi semakin banyak juga orang yang memanfaatkannya untuk hal-hal negatif ya Moms.

(AND)

general mkt 60 gdn 728x90
Artikel Terkait