KESEHATAN
23 Maret 2020

Adakah Perbedaan Antara Pusing Biasa dengan Vertigo? Begini Menurut Ahli

Pusing dan vertigo adalah istilah umum untuk sakit kepala, tetapi kondisinya berbeda.
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Sabrina
Disunting oleh Dina Vionetta

Alih-alih mengenal masalah vertigo, kebanyakan orang justru mengetahuinya hanya soal pusing biasa. Padahal, vertigo jauh lebih serius dari pusing yang sering dialami.

Pusing dapat memiliki banyak penyebab berbeda. Penurunan tekanan darah atau dehidrasi mendadak dapat membuat Anda pusing.

Banyak orang merasa pusing jika bangun terlalu cepat karena duduk atau berbaring. Obat-obatan tertentu dan masalah dengan telinga bagian dalam Anda dapat menyebabkan pusing.

Seiring bertambahnya usia, mereka mungkin memiliki lebih banyak masalah kesehatan dan minum lebih banyak obat.

Terkadang, kondisi tersebut membuat mereka lebih cenderung memiliki masalah dengan pusing dan keseimbangan.

Dan vertigo jauh lebih dari itu. Lalu adakah perbedaan antara pusing biasa dengan vertigo?

Baca Juga: 3 Perbedaan Vertigo dengan Pusing Biasa

Pusing Kepala vs Vertigo

pusing dan vertigo - 2.jpg

Foto: pexels.com

Pusing dan vertigo adalah dua kondisi yang berbeda meskipun rasanya sama. Semuanya mengarah pada kondisi sakit kepala.

Vertigo adalah kondisi pusing khusus yang ditandai oleh sensasi berputar. Dilansir oleh iptimiami.com, orang yang mengalami vertigo akan merasa berputar seperti gasing. Sensasi ini akan hilang ketika vertigo berhenti.

Sedangkan pusing adalah istilah umum untuk menggambarkan rasa tak nyaman atau pening di kepala. Pusing juga termasuk sakit kepala ringan dan ketidakseimbangan seperti vertigo.

Semakin bertambahnya usia, seseorang akan mendapatkan sensasi yang makin tidak menyenangkan ketika vertigo.

Beberapa kondisi bisa menyebabkan seseorang jatuh, cedera hingga kesulitan menyelesaikan pekerjaan rumah tangga.

Kebanyakan orang yang menderita vertigo akan lebih banyak menghabiskan waktunya untuk duduk dan berbaring.

Menurut Martin Samuels, MD, MACP, ketua departemen neurologi di Brigham and Women’s Hospitals dan Miriam Sydney Joseph, profesor neurologi di Harvard School di Boston, vertigo memiliki 4 kondisi.

Ketika merasakan perasaan bergerak padahal tidak ada gerak sama sekali, itu bisa dipastikan vertigo dan ini adalah kondisi pertama.

Kondisi lainnya, vertigo juga mempunyai sensasi pingsan, disequilibrium atau kelainan gaya berjalan di mana pasien tidak stabil pada kaki mereka (seolah akan jatuh), dan kecemasan.

"Sebagian besar pasien memiliki dua dari empat (kondisi), tetapi jarang memiliki semuanya sekaligus," kata Dr Martin Samuels.

Baca Juga: Ketahui 5 Cara Sederhana Meredakan Vertigo saat Hamil Berikut

Penyebab Pusing dan Vertigo

pusing dan vertigo.jpeg

Foto: shutterstock

Banyak dokter menghubungan pusing dan vertigo dengan beberapa penyebab, termasuk infeksi telinga, mabuk perjalanan, stroke hingga masalah lain pada telinga dan otak.

Namun dilansir oleh Cleveland Clinic, ada banyak alasan yang bisa menyebabkan pusing dan vertigo, antara lain:

  1. Kelainan saraf
  2. Penyakit kardiovaskular, seperti perubahan tekanan darah
  3. Cedera kepala atau trauma
  4. Kehamilan dan perubahan hormon lainnya
  5. Penuaan

Menurut Komite Klasifikasi Gangguan Vestibular Masyarakat Barany dalam Journal of Vestibular Research 2015 dilansir oleh ACP Internist, salah satu bentuk vertigo yang paling umum adalah vertigo posisi paroxysmal jinak (BPPV).

Kondisi ini terjadi ketika kristal kalsium karbonat yang berada di utrikulus telinga lepas dan berakhir di kanal setengah lingkaran.

Jurnal ini mencatat bahwa sekitar 10 persen dari populasi umum mengalami BPPV setidaknya sekali seumur hidup.

"Kondisi ini sangat umum pada semua kelompok umur, tetapi paling sering pada orang tua," kata Dr Paauw, profesor di departemen kedokteran dalam.

Paauw juga mengatakan sensasi berputar pada pasien dengan vertigo biasanya berlangsung sekitar 30 detik dan hilang dengan cepat. Kondisi ini biasnaya terjadi ketika pasien berbaring dan membalikkan badan.

Michael Teixido, MD, kepala asosiasi otolaringologi di Christina Care Healtth System di Wilmington juga mengatakan migrain vestibular termasuk penyebab umum lain dari vertigo dan pusing.

Kondisi ini biasanya terjadi pada setengah dari pasien yang mencari pengobatan untuk vertigo. Lalu, migrain vestibular 15 hingga 20 kali leebih umum pada penyakit meniere.

"Migrain vestibular dan BPPV saling berkaitan. Ketika kita lihat BPPV pada pasien berusia kurang dari 60 tahun, sebagian besar dari mereka mengalami cedera kelapa," kata Dr Teixido.

"Pasien yang menderita sakit kepala migrain sekitar 5 kali, lebih mungkin untuk mengalami BPPV. Kami berpikir ini karena perubahan pada pembuluh darah yang bisa melukai telinga bagian dalam," lanjutnya.

Jika Moms pernah mengalami masalah keseimbangan apapun, segeralah konsultasi dengan dokter. Moms perlu memperhatikan faktor pemicunya dan pola kejadiannya.

Di sisi lain, beberapa cara yang bisa membantu Anda menjaga keseimbangan meliputi aktif beraktivitas, pola makan baik dan kontrol kesehatan rutin ke dokter.

Baca Juga: 12 Gejala Vertigo yang Perlu Diwaspadai

Artikel Terkait