3-12 BULAN
6 Oktober 2020

Ruam Popok Bayi, Ketahui Jenis, Penyebab, dan Cara Mengatasinya!

Beda jenisnya, beda juga cara mengatasi lho Moms!
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Adeline Wahyu
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Apakah bagian belakang pantat Si Kecil terlihat sedikit terganggu belakangan ini? Jika anak Moms berada di antara usia 4-15 bulan, kemungkinan besar Si Kecil mengalami ruam popok.

"Ruam popok sangat normal terjadi pada bayi dan balita," kata Natasha Burgert, dokter anak di Pediatrics Associates di Kansas City, Missouri.

Ruam popok memang bisa datang secara tiba-tiba tanpa ada tanda-tanda. Ada yang mudah disembuhkan, ada juga yang sulit untuk disembuhkan. Ruam popok ini tumbuh di tempat yang hangat dan lembap. Mereka sangat nyaman di popok bayi Moms.

Ruam ini bisa terlihat seperti bercak merah di pantat bayi Moms, atau sisik merah di area genital. Ruam popok dapat terjadi akibat:

  • iritasi oleh tinja dan urin
  • makanan atau produk baru
  • kulit sensitif
  • popok yang terlalu ketat

Kunci agar Moms bisa memberikan perawatan yang efektif adalah dengan memahami jenis ruam yang dimiliki bayi. Jenis ruam popok yang sering dialami oleh anak adalah ruam popok akibat jamur dan ruam popok biasa.

Apa perbedaan dari kedua jenis ruam popok ini? Simak di bawah ini dan cari tahu cara mengatasinya yuk, Moms.

Baca Juga: 4 Cara Mengatasi Ruam Popok Akibat Jamur

Jenis Ruam Popok pada Bayi

Berikut ini jenis ruam popok bayi yang terjadi pada Si Kecil. Simak agar Moms tahu cara tepat mengatasinya ya.

1. Ruam Popok Karena Jamur

ruam popok biasa, ruam popok akibat jamur

Foto: Orami Photo Stock

Ruam popok bayi akibat jamur adalah ruam popok yang umumnya timbul pada pantat bayi dan balita yang masih kecil.

“Merupakan jamur yang hidup di kulit kita dan di usus, dan ketika bayi mengalami rasa hangat dan lembab di area popok, hal ini dapat menyebabkan sedikit ruam,” jelas Dr. Natasha Burgert.

Sementara semua jenis infeksi jamur lebih umum terjadi pada orang yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah, ruam popok akibat jamur pada bayi tidak perlu dikhawatirkan. Jenis ruam popok bayi ini biasa dikenal juga dengan nama ilmiah Candida dermatitis.

Jenis ruam popok bayi akibat jamur ini biasanya berlangsung selama lebih dari beberapa hari, bahkan setelah popok rutin diganti.

Ruam ini disebabkan juga oleh ragi yang disebut Candida albicans.

Dilansir dari jurnal U.S. National Library of Medicine, Candida albicans dan Staphylococcus aureus merupakan jenis jamur yang paling sering diisolasi dari daerah yang terkena dan dianggap memiliki peran utama dalam ruam popok bayi akibat jamur.

Ruam ini biasanya berwarna merah, sedikit terangkat, dan memiliki titik-titik merah kecil yang menyebar di luar bagian utama ruam. Seringkali dimulai pada lipatan kulit bagian dalam dan dapat menyebar ke kulit di bagian depan dan belakang bayi.

2. Ruam Popok Biasa

ruam popok biasa, ruam popok akibat jamur

Foto: Orami Photo Stock

Berbeda dengan ruam popok bayi karena jamur, jenis ruam popok bayi biasa ini diakibatkan oleh penggunaan popok itu sendiri.

Moms sibuk membersihkan popok bayi karena Si Kecil baru saja buang air kecil atau besar, namun lupa membersihkan bagian pantat bayi dengan benar.

Ruam popok bayi biasa ini merupakan jenis ruam popok bayi yang paling umum terjadi pada anak dan disebabkan oleh kulit yang basah atau lembap (terutama karena urin dan feses) yang bersentuhan langsung dengan popok. Selain itu, jenis ruam popok biasa ini bisa terjadi karena beberapa sebab berikut:

Baca Juga: 4 Cara Cepat Mengilangkan Bekas Ruam Popok

  • Iritasi dari tinja dan urin. Paparan urin atau tinja yang terlalu lama dapat mengiritasi kulit sensitif bayi. Si Kecil mungkin lebih rentan mengalami ruam popok jika ia sering buang air besar atau diare karena tinja lebih mengiritasi daripada air kencing.
  • Lecet atau gesekan. Popok atau pakaian ketat yang bergesekan dengan kulit bayi juga dapat menyebabkan ruam popok.
  • Iritasi karena produk baru. Kulit bayi Moms mungkin bereaksi terhadap tisu bayi, popok sekali pakai merek baru, atau deterjen, pemutih, atau pelembut kain yang digunakan untuk mencuci popok kain anak. Zat lain yang dapat menambah masalah pada kulit Si Kecil adalah bahan yang ditemukan di beberapa lotion bayi, bedak dan minyak.
  • Pengenalan makanan baru. Saat bayi mulai makan makanan padat, kandungan fesesnya akan berubah. Ini meningkatkan kemungkinan terjadinya ruam popok bayi. Perubahan pola makan bayi juga dapat meningkatkan frekuensi buang air besar, yang dapat menyebabkan ruam popok. Jika bayi Moms disusui, ia mungkin mengalami ruam popok sebagai respons terhadap sesuatu yang dimakan oleh Moms sendiri, dan ditransfer melalui ASI.
  • Kulit sensitif. Bayi dengan kondisi kulit, seperti dermatitis atopik atau dermatitis seboroik (eksim), kemungkinan lebih besar mengalami ruam popok. Namun, kulit yang teriritasi dari dermatitis atopik dan eksim terutama mempengaruhi area selain area popok.
  • Penggunaan antibiotik. Antibiotik membunuh bakteri, baik itu bakteri baik maupun jahat. Saat bayi meminum antibiotik, bakteri yang menjaga pertumbuhan jamur bisa habis, mengakibatkan ruam popok karena infeksi jamur. Penggunaan antibiotik juga meningkatkan risiko diare. Bayi yang disusui yang ibunya minum antibiotik juga berisiko tinggi mengalami ruam popok.

Jenis ruam ini biasanya, ditandai dengan adanya tanda kemerahan dan pembengkakan kulit di sepanjang bagian atas popok, di atas pantat bayi, dan di sekitar kaki.

Jika anak mengalami ruam popok bayi biasa, coba bantu bayi untuk tidak menggunakan popok sebisa mungkin, agar kulit tetap bersih dan kering.

Dilansir dari jurnal U.S. National Library of Medicine, penggunaan emolien dan teknologi popok yang lebih baik bisa uga bisa dijadikan sebagai cara mengatasi ruam popok untuk menjaga kelembaban dan iritasi dari kulit halus bayi.

Cara Mengatasi Ruam Popok Bayi

mengatasi ruam popok bayi dengan sering mengganti popok

Foto: Orami Photo Stock

Mengatasi ruam popok bayi ada beberapa hal yang bisa Moms lakukan untuk Si Kecil.

1. Popok Tetap bersih dan kering

Cara paling penting untuk mencegah dan mengobati ruam popok bayi adalah dengan menjaga popok bayi tetap kering dan bersih. Dan pastikan popok tidak dibungkus terlalu kencang.

Kapanpun bayi Moms tidak memakai popok, baringkan ia di atas handuk. Selain itu, beri anak jeda waktu tidak memakai popok di siang hari. Ini dapat membantu menjaga area popok tetap kering.

Baca Juga: 5 Mitos Seputar Ruam Popok Pada Bayi, Masih Percaya?

Saat Moms mengganti popok bayi, bersihkan area tersebut dengan lembut dengan kain lembut atau sedikit air. Tisu boleh saja, usap lembut. Jangan menggosok kulit terlalu keras, dan hindari tisu yang mengandung alkohol.

Gunakan sabun lembut atau pembersih bebas deterjen saat memandikan bayi. Pastikan untuk menepuk, bukan menggosok area tersebut.

2. Sering Mengganti Popok

Saat bayi Moms mengalami ruam popok bayi, Moms harus waspada saat mengganti popok. Yang terbaik adalah mengganti popok bayi sesering mungkin, idealnya setelah kotor atau penuh dengan urin bayi.

Untuk popok kain, bilas popok kain dua hingga tiga kali untuk menghilangkan semua sabun setelah Moms membersihkannya, karena beberapa bayi mungkin sensitif terhadap deterjen atau pewangi. Selain itu, popok sekali pakai superabsorben dapat membantu menjaga kulit bayi tetap kering.

3. Gunakan Krim dan Gel

Cara mengatasi ruam popok bayi selanjutnya adalah gunakan krim dan gel. Moms bisa menggunakan gel atau krim penghalang yang mengandung zinc untuk menenangkan kulit dan mencegah kontak dengan feses dan bahan iritan lainnya. Contoh produk ini meliputi:

  • Tempel Rangkap Tiga
  • A + D
  • Balmex
  • Desitin

Oleskan tipis-tipis agar tinja atau urin tidak menyentuh kulit bayi kita. Namun sebelum menggunakannya, ada baiknya dibicarakan dengan dokter terlebih dahulu ya Moms.

Gel seperti Vaseline mungkin ideal, karena harganya murah dan biasanya mengandung lebih sedikit pewarna atau parfum. Namun, gel mungkin menempel pada popok kain dan sulit dibersihkan. Dan kekuatan penghalangnya tidak sebesar produk krim.

4. Bilas Bokong Bayi dengan Air Hangat

Cara mengatasi ruam popok bayi selanjutnya adalah bilas bokong bayi dengan air hangat. Bilas pantat bayi dengan air hangat setiap penggantian popok.

Moms dapat menggunakan bak cuci, ember atau westafel. Kain lap lembap, bola kapas, dan tisu bayi dapat membantu membersihkan kulit, tetapi tetap berhati-hati ya Moms.

Jangan gunakan tisu dengan kandungan alkohol atau pewangi. Jika Moms ingin menggunakan sabun, pilih jenis yang lembut dan bebas pewangi. 

Baca Juga: Bayi Mandi Air Hangat, Bolehkah?

5. Jangan Pakai Popok Terlalu Kencang

Jangan terlalu mengencangkan popok pada bayi. Popok yang ketat mencegah aliran udara ke daerah popok, yang menciptakan area lembap, tempat yang banyak ditumbuhi ruam popok bayi. Penggunaan popok yang ketat juga bisa menyebabkan lecet di pinggang atau paha Si Kecil.

6. Gunakan Salep secara Teratur

Cara mengatasi ruam popok bayi selanjutnya adalah gunakan salep secara teratur. Jika bayi Moms sering mengalami ruam, coba pertimbangkan untuk mengoleskan salep penghalang selama setiap penggantian popok untuk mencegah iritasi kulit pada bayi. Petroleum jelly dan zinc oxide adalah bahan yang sudah terbukti efektif di banyak salep popok.

7. Cuci Tangan Sebelum dan Sesudah Mengganti Popok

Cara mengatasi ruam popok bayi selanjutnya adalah cuci tangan sebelum dan sesudah mengganti popok. Sebelum dan setelah mengganti popok, cuci tangan Moms dengan baik. Mencuci tangan dengan baik dapat mencegah penyebaran bakteri atau jamur ke bagian lain tubuh bayi kita, Moms atau anak-anak lain.

8. Bawa Anak ke Dokter

Meskipun ruam popok bayi dapat terlihat gatal, menyakitkan, dan membuat kesal, mereka mungkin tidak mengganggu bayi. Pengecualiannya adalah saat ruam menjadi infeksi. Jika ruam tampak terinfeksi, Moms harus menghubungi dokter anak sesegera mungkin.

Gejala ruam popok bayi yang terinfeksi meliputi:

  • lecet di area popok
  • demam
  • kemerahan
  • pembengkakan di area tersebut
  • nanah atau cairan yang keluar dari area popok
  • ruam tidak akan hilang setelah perawatan atau mulai memburuk

Ruam popok bayi juga bisa berkembang menjadi infeksi jamur atau jamur sekunder yang disebut kandidiasis, yang akan tampak berwarna merah cerah dan kasar.

Kadang-kadang dapat ditemukan di lipatan kulit dengan bintik-bintik ruam merah di luar area popok di perut atau paha. Ini dikenal sebagai "lesi satelit".

Baca Juga: 3 Cara Efektif untuk Mencegah Ruam Popok Bayi

Periksa dengan dokter untuk didiagnosis jika Moms melihat gejala-gejala ini. Dokter mungkin akan meresepkan krim antijamur jika menurut mereka bayi mengalami ruam popok bayi akibat jamur.

Jika ruam pada bayi sulit disembuhkan atau Si Kecil tampak kesakitan karena ruam popoknya, ini juga merupakan tanda untuk memanggil dokter anak.

Artikel Terkait