FASHION & BEAUTY
7 November 2019

Perbedaan Sunscreen dan Sunblock, Serupa tapi Tak Sama

Keduanya memiliki bahan dan cara kerja yang berbeda
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Apakah selama ini Moms mengira sunscreen dan sunblock itu sama? Jika iya, Moms tidak sendirian kok, karena masih banyak orang yang menyangka dua produk tabir surya tersebut sama, padahal tidak.

Sunscreen dan sunblock memang pada dasarnya memiliki fungsi yang sama, yakni melindungi kulit dari jahatnya sinar matahari.

Sunscreen dan sunblock dapat mencegah kanker kulit, kulit terbakar, penuaan dini, noda hitam, dan garis-garis halus akibat serangan sinar matahari.

Nah, supaya tidak bingung lagi, mari kita simak perbedaan sunscreen dan sunblock di bawah ini!

Apa Itu Sunscreen?

sunscreen sunblock

Perbedaan sunscreen dan sunblock yang utama adalah cara kerjanya. Sunscreen juga disebut sebagai chemical sunscreen. Tabir surya yang satu ini adalah yang paling sering digunakan oleh banyak orang.

Cara sunscreen bekerja adalah dengan menyerap sinar matahari, lalu menjebaknya agar tidak masuk ke lapisan kulit.

American Academy of Dermatology (AAD) mengingatkan bahwa kebanyakan orang dewasa butuh 1 ons sunscreen untuk bisa mengaplikasikan seluruh tubuh. Jangan lupa untuk memakainya di kaki, leher, dan kuping.

Bahan-bahan sunscreen di antaranya oxybenzone, avobenzone, octisalate, octocrylene, homosalate, dan octinoxate.

Baca Juga: Apa Risiko Memakai Sunscreen yang Sudah Kedaluwarsa?

Keunggulan sunscreen dibanding sunblock adalah lebih cepat meresap ke kulit dan tidak menimbulkan whitecast alias bekas putih setelah diaplikasikan.

Sayangnya, bahan-bahan dalam sunscreen kadang bisa menimbulkan iritasi bagi kulit sensitif.

Selain itu, tidak semua bahan sunscreen baik untuk lingkungan, bahkan saat ini Hawaii melarang produk yang mengandung oxybenzone dan octinoxate karena merusak terumbu karang, laut, dan populasi hewan laut.

Apa Itu Sunblock?

sunscreen sunblock

Bila sunscreen disebut sebagai chemical sunscreen, sunblock biasa dikenal dengan physical sunscreen. Ini yang jadi perbedaan sunscreen dan sunblock yang kadang tidak diketahui orang.

Sunblock berfungsi sebagai lapisan luar yang mencegah masuknya sinar UV ke kulit (blocking).

Sunblock biasanya terdiri dari zinc oxide atau titanium dioxide. Tabir surya ini aman digunakan oleh berbagai jenis kulit, termasuk kulit sensitif yang mudah iritasi dan ibu hamil.

Menurut Carla Burns, analis riset di Environmental Working Group (EWG), kekurangan sunblock adalah whitecast yang ditimbulkan di kulit dan teksturnya yang terasa berat di kulit.

Sunblock juga biasanya harus dikocok dulu sebelum digunakan agar semua bahannya dapat tercampur sempurna.

Baca Juga: Menggunakan Sunscreen Saat Hamil, Ini Aturannya

Cara Menggunakan Sunscreen dan Sunblock

sunscreen sunblock

Sunscreen atau sunblock harus digunakan setiap hari, terutama bila Moms sering beraktivitas di luar ruangan.

Meski begitu, Moms yang punya kegiatan indoor pun harus memakai tabir surya lho, karena sinar matahari dapat menembus jendela.

Bila tidak memakai sunscreen atau sunblock setiap hari, risiko kanker kulit pun semakin tinggi.

Moms juga harus ingat untuk mengaplikasikan ulang sunscreen atau sunblock setiap 3 jam sekali, serta menggunakan produk dengan minimal SPF 30.

Baca Juga: Agar Hasilnya Efektif, Begini Cara Pemakaian Sunblock Sesuai Tingkat SPF

AAD menyebutkan bahwa terdapat berbagai bentuk tabir surya, yakni gel, krim, stik, dan spray.

Krim cocok bagi kulit kering, gel untuk bagian kulit yang berbulu, stik baik untuk di bawah mata, dan spray praktis dipakai. Jadi, pilihan jenis sunscreen atau sunblock tergantung kebutuhan Moms dan keluarga.

Nah, itulah perbedaan sunscreen dan sunblock yang bisa jadi belum Moms ketahui. Jangan sampai terlewat menggunakan sunscreen atau sunblock saat hendak beraktivitas ya Moms!

Artikel Terkait