FASHION & BEAUTY
27 Oktober 2020

Perbedaan Sunscreen dan Sunblock, Serupa Tapi Tak Sama

Keduanya memiliki bahan dan cara kerja yang berbeda
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Amelia Puteri

Apakah selama ini Moms mengira sunscreen dan sunblock itu sama? Jika iya, Moms tidak sendirian kok, karena masih banyak orang yang menyangka dua produk tabir surya tersebut sama, padahal tidak.

Sunscreen dan sunblock memang pada dasarnya memiliki fungsi yang sama, yakni melindungi kulit dari jahatnya sinar matahari. Tetapi, ternyata ada perbedaan sunscreen dan sunblock yang mungkin belum Moms ketahui.

Sunscreen dan sunblock dapat mencegah kanker kulit, kulit terbakar, penuaan dini, noda hitam, dan garis-garis halus akibat serangan sinar matahari.

Nah, supaya tidak bingung lagi, mari kita simak perbedaan sunscreen dan sunblock di bawah ini!

Baca Juga: Apa Risiko Memakai Sunscreen yang Sudah Kedaluwarsa?

Pengertian Sunscreen

sunscreen sunblock

Foto: Orami Photo Stock

Perbedaan sunscreen dan sunblock yang utama adalah cara kerjanya. Sunscreen juga disebut sebagai chemical sunscreen. Tabir surya yang satu ini adalah yang paling sering digunakan oleh banyak orang.

Cara sunscreen bekerja adalah dengan menyerap sinar matahari, lalu menjebaknya agar tidak masuk ke lapisan kulit.

American Academy of Dermatology (AAD) mengingatkan bahwa kebanyakan orang dewasa butuh 1 ons sunscreen untuk bisa mengaplikasikan seluruh tubuh. Jangan lupa untuk memakainya di kaki, leher, dan kuping.

Tabir surya atau sunscreen menggunakan berbagai bahan kimia yang bekerja untuk menyerap sinar UV yang berbahaya sebelum menembus kulit.

Bahan-bahan sunscreen di antaranya oxybenzone, avobenzone, octisalate, octocrylene, homosalate, dan octinoxate. Sayangnya, bahan-bahan dalam sunscreen kadang bisa menimbulkan iritasi bagi kulit sensitif.

Beberapa orang sensitif atau alergi terhadap bahan tertentu di tabir surya seperti PABA (asam para-aminobenzoic) 2 dan memilih untuk menggunakan tabir surya daripada tabir surya.

Keunggulan sunscreen dibanding sunblock adalah lebih cepat meresap ke kulit dan tidak menimbulkan whitecast alias bekas putih setelah diaplikasikan.

Memeriksa label penting dilakukan jika Moms ingin menghindari wewangian atau minyak yang sering ditambahkan pada tabir surya.

Selain itu, perbedaan sunscreen dan sunblock juga termasuk beberapa tabir surya yang diformulasikan untuk menyertakan pengusir serangga, baik yang alami maupun yang mengandung bahan kimia buatan.

Tetapi, AAD tidak merekomendasikan penggunaan ini karena tabir surya harus dioleskan secara bebas dan sering dioleskan kembali, sementara pengusir serangga harus digunakan dengan hemat dan lebih jarang.

Banyak merek saat ini merupakan campuran tabir surya dan tabir surya, jadi penting untuk memeriksa label jika kulit Moms memiliki kepekaan terhadap bahan kimia tertentu.

Baca Juga: STOP! Jangan Oleskan Tabir Surya pada Bayi, Ini Alasannya!

Pengertian Sunblock

sunscreen sunblock

Foto: Orami Photo Stock

Bila sunscreen disebut sebagai chemical sunscreen, sunblock biasa dikenal dengan physical sunscreen. Ini yang jadi perbedaan sunscreen dan sunblock yang kadang tidak diketahui orang.

Perbedaan sunscreen dan sunblock selanjutnya, sunblock berfungsi sebagai lapisan luar yang mencegah masuknya sinar UV ke kulit (blocking).

Sunblock biasanya terdiri dari zinc oxide atau titanium dioxide. Tabir surya ini aman digunakan oleh berbagai jenis kulit, termasuk kulit sensitif yang mudah iritasi dan ibu hamil.

Menurut Carla Burns, analis riset di Environmental Working Group (EWG), kekurangan sunblock adalah whitecast yang ditimbulkan di kulit dan teksturnya yang terasa berat di kulit.

Sunblock juga biasanya harus dikocok dulu sebelum digunakan agar semua bahannya dapat tercampur sempurna.

Kebanyakan tabir surya menggunakan titanium oksida atau seng oksida sebagai bahan aktif, yang menghasilkan konsistensi yang lebih tebal dan buram.

Ada yang menganggap hal ini merugikan karena konsistensinya membuat sulit menyebar ke seluruh tubuh.

Kedua, banyak sunblock yang bertekstur buram atau opaque dan dapat dilihat pada kulit setelah aplikasi, dan ini mungkin secara estetika tidak menarik bagi penggunanya.

Ada beberapa merek tertentu yang menawarkan sunblock yang tidak terlalu terlihat. Sementara, untuk sunblock bayi hanya mengandung titanium dioksida dan/atau seng oksida, dan sesuai untuk anak-anak berusia enam bulan atau lebih.

Baca Juga: Menggunakan Sunscreen Saat Hamil, Ini Aturannya

Perbedaan Sunscreen dan Sunblock

perbedaan sunscreen dan sunblock-1

Foto: Orami Photo Stock

Moms sudah mengetahui masing-masing dari pengertian sunscreen dan sunblock, lalu apa yang menjadi perbedaan sunscreen dan sunblock lebih jelasnya?

"Tabir surya, yang mengandung senyawa kimia organik seperti oktil metoksisinamat, oktil salisilat, dan ekamsul, bergantung pada reaksi kimia untuk menyerap sinar UV dan mengubahnya menjadi panas, yang kemudian dilepaskan dari kulit," jelas Cristina Psomadakis, MD, dokter kulit di London, mengutip Health.

Di sisi lain, sunblock mengandung bahan mineral seperti titanium dioksida atau seng oksida yang secara fisik menghalangi sinar UV. Jadi perbedaan sunscreen dan sunblock terletak pada caranya melindungi kulit dari sinar UV.

Sunblock dinamai demikian karena secara harfiah menghalangi sinar UV dengan membentuk perisai fisik, sedangkan sunscreen mengandung bahan kimia yang menyerap sinar UV sebelum kulit Moms bisa melakukannya.

Selain itu, American Cancer Society mengatakan bahwa umumnya sunscreen melindungi dari UVB, yakni sinar penyebab kulit terbakar dan kanker kulit. Tapi UVA juga berkontribusi pada kanker kulit dan penuaan dini.

Perbedaan sunscreen dan sunblock juga terdapat pada metode aplikasi yang berbeda. Karena sunscreen hanya bekerja saat diserap oleh kulit, ia perlu digosok.

Tapi, Moms cukup mengoleskan sunblock, karena produk ini bertindak sebagai pelindung fisik. Moms memang harus mengoleskan sunblock secara merata, karena sinar UV dapat mengenai bagian kulit mana pun yang terbuka, sekecil apa pun.

Karena sunblock tidak dioleskan, biasanya produk ini akan meninggalkan bekas putih pada kulit, sedangkan sunscreen hilang sama sekali.

Perbedaan sunscreen dan sunblock selanjutnya, umumnya sunscreen dirancang untuk melindungi dari sinar UVA, yang meningkatkan kerusakan kulit.

Sementara sunblock, bagaimanapun, diformulasikan untuk menghentikan kerusakan yang disebabkan oleh sinar UVB, jenis yang menyebabkan kulit terbakar.

Tetapi banyak sunscreen dan sunblock yang memiliki kedua formula ini, yang membantu mencegah keriput dan kulit terbakar.

Baca Juga: Agar Hasilnya Efektif, Begini Cara Pemakaian Sunblock Sesuai Tingkat SPF

Cara Menggunakan Sunscreen dan Sunblock

sunscreen sunblock

Foto: Orami Photo Stock

Meskipun ada beberapa perbedaan sunscreen dan sunblock, sunscreen atau sunblock harus digunakan setiap hari, terutama bila Moms sering beraktivitas di luar ruangan.

Meski begitu, Moms yang punya kegiatan indoor pun harus memakai tabir surya lho, karena sinar matahari dapat menembus jendela. Bila tidak memakai sunscreen atau sunblock setiap hari, risiko kanker kulit pun semakin tinggi.

Moms juga harus ingat untuk mengaplikasikan ulang sunscreen atau sunblock setiap 3 jam sekali, serta menggunakan produk dengan minimal SPF 30.

AAD menyebutkan bahwa terdapat berbagai bentuk tabir surya, yakni gel, krim, stik, dan spray.

Krim cocok bagi kulit kering, gel untuk bagian kulit yang berbulu, stik baik untuk di bawah mata, dan spray praktis dipakai. Jadi, pilihan jenis sunscreen atau sunblock tergantung kebutuhan Moms dan keluarga.

Jika digunakan dengan benar, efek samping tabir surya harusnya minimal. Karena itu, selain mengetahui perbedaan sunscreen dan sunblock, penting untuk memilih produk yang tepat untuk jenis kulit Moms, terutama jika memiliki kulit sensitif.

"Sama seperti apa pun yang diterapkan pada kulit, ada kemungkinan iritasi atau reaksi kulit," kata Rhonda Q. Klein, MD, dermatolog yang berbasis di Connecticut.

“Beberapa tabir surya mengandung minyak dan dapat menyebabkan jerawat. Jika Anda memiliki kulit yang sangat sensitif, dampaknya mungkin akan menyengat atau menyebabkan gatal,” Deborah Jaliman, MD, seorang dokter kulit di New York City.

Jurnal Institute for Quality and Efficiency in Health Care menyebutkan, faktor terbesar seseorang memiliki kulit acne prone karena hormon yang bisa membuat kulit memproduksi lebih banyak minyak.

Karena itu, dalam memilih sunblock atau sunscreen bagi kulit berjerawat, Moms perlu melihat kandungannya dan pastikan produknya tidak menyumbat pori-pori kulit.

Nah, itulah perbedaan sunscreen dan sunblock yang bisa jadi belum Moms ketahui. Jangan sampai terlewat menggunakan sunscreen atau sunblock saat hendak beraktivitas ya Moms!

Artikel Terkait