PERNIKAHAN & SEKS
7 April 2020

Perceraian di China Meningkat Pasca Karantina, Ini Cara Menghindarinya di Sini

Penting untuk menetapkan beberapa hal
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Adeline Wahyu
Disunting oleh Dina Vionetta

Tingkat perceraian di China telah meningkat secara signifikan karena 'pasangan menghabiskan terlalu banyak waktu bersama di rumah' selama isolasi diri virus corona.

MengutipDaily Mail, Lu Shijun, manajer pendaftaran pernikahan di Dazhou, Provinsi Sichuan di barat daya Cina mengatakan, lebih dari 300 pasangan telah menjadwalkan rencana untuk bercerai sejak 24 Februari 2020.

Peningkatan tajam permintaan perceraian ini bisa jadi disebabkan oleh fakta bahwa para pasangan menghabiskan terlalu banyak waktu di rumah saat karantina.

Baca Juga: Bahaya Mengonsumsi Frozen Food Terus Menerus saat WFH

Hal ini mengakibatkan mereka mengalami perdebatan karena hal yang kecil dan terburu-buru untuk bercerai.

Angka peningkatan perceraian yang meningkat di China ini mungkin menimbulkan kekhawatiran dalam diri Moms dan pasangan. Namun jangan khawatir, berikut ini ada beberapa tips yang bisa dilakukan untuk menghindari perceraian akibat isolasi diri selama pandemi virus corona (COVID-19)

Tips Menghindari Perceraian Pasca Isolasi Diri

Apa yang para pasangan yang sudah menikah bisa lakukan? Yuk, kita simak.

1. Pahami Semua Orang Butuh Penyesuaian

menghindari perceraian usai karantina

Foto: Orami Photo Stock

Di tengah pandemi virus corona hidup keseharian kita telah berubah. Hal ini tentu tidak mudah dan membutuhkan waktu penyesuaian ulang. Untuk itu, empati diperlukan, begitu juga dengan kesabaran.

"Perbedaan pola pikir ini dapat menciptakan ketegangan yang unik dan menuntut fokus pada kelangsungan hidup psikologis kita," ujar Louis Laves-Webb, psikoterapis yang berbasis di Austin.

Tidak hanya kita, semua orang perlu waktu untuk menyesuaikan diri kembali. Jadi harus dipahami.

2. Susun Kegiatan Baru

menghindari perceraian usai karantina

Foto: womensbyte.com

Saat semuanya sudah mulai dilakukan dari rumah, saatnya untuk menyusun kegiatan baru selama di rumah.

“Sangat penting untuk membentuk rutinitas baru yang memungkinkan setiap anggota keluarga memenuhi kebutuhan mereka dalam hal ruang pribadi, kerja virtual, komunikasi virtual dengan teman dan keluarga, belanja dan waktu makan, rutinitas olahraga, dan istirahat / relaksasi,” kata Robert A. Grigore, Konselor Klinis Terdaftar.

Baca Juga: Foto Kelucuan Keluarga Ringgo Agus Rachman Selama #DiRumahAja

Rencanakan semuanya dengan baik. Jika tidak, maka besar kemungkinan akan terjadi perselisihan antar pasangan.

3. Tetapkan Batasan

menghindari perceraian usai karantina

Foto: Orami Photo Stock

Sebagian besar pasangan saat ini terpaksa menempati ruang hidup yang sama, betapapun besar atau kecilnya itu. Tetapi itu tidak berarti bahwa kita harus selalu berada bersama satu sama lain setiap saat.

Untuk bisa menghindari perceraian usai karantina, tetapkan batasan masing-masing. Tentukan ruang kerja untuk satu sama lain. Berikan diri kita ruang yang dibutuhkan untuk menjadi produktif dan aktif tanpa membuat mereka sesak.

Yang penting, harus memastikan batas-batas itu juga berlaku ketika kita memberi perhatian pada pekerjaan dan kapan saatnya untuk keluarga. Biarkan pasangan tahu bahwa dia masih menjadi prioritas dengan waktu keluarga tersebut.

4. Miliki Me Time

menghindari perceraian usai karantina

Foto: Orami Photo Stock

Kita semua perlu waktu untuk diri kita sendiri, misalnya selama 20 menit.

“Sederhananya, kita tidak terbiasa terkurung di rumah kita,” kata Laves-Webb.

Baca Juga: 5 Tips Menjaga Kesehatan Saat Tidak WFH di Kala Pandemi COVID-19

Luangkan waktu untuk pergi ke luar, pergi ke ruangan lain atau tutup pintu selama beberapa waktu untuk menyendiri, membuat kalibrasi ulang mental, dan untuk memiliki katup pelepas tekanan untuk semua orang yang terlibat. Dengan begitu kita akan bisa menghindari perceraian usai karantina.

5. Pertengkaran adalah Normal

menghindari perceraian usai karantina

Foto: Orami Photo Stock

Ketidakpastian ada di mana-mana. Tingkat ketegangannya tinggi. Sudah pasti sedikit perselisihan pasti akan terjadi.

Mungkin terdengar agak aneh, tetapi satu hal yang bisa kita semua lakukan adalah membuat beberapa aturan dasar tentang bagaimana perdebatan boleh terjadi. Hal ini termasuk salah satu cara agar kita bisa menghindari perceraian usai karantina diri.

“Akan sangat membantu untuk menghasilkan harapan tentang bagaimana menangani perbedaan pendapat dan ketegangan yang akan meningkat menjadi argumen,” kata Grigore.

Sebagai contoh, ketika berselisih, jelaskan sespesifik mungkin ketika mengkritik perilaku mereka, jangan bersikap defensif, mendengarkan pendapat masing-masing. Dengan begini semua bisa terselesaikan.

Tips di atas bisa Moms ikuti agar bisa menjaga keharmonisan rumah tangga dan terhindar dari perceraian usai karantina ini.

Artikel Terkait