KELUARGA
1 Agustus 2019

Perhatian Ekstra untuk Stimulasi Tumbuh Kembang Bayi Prematur

Anak saya tetap tumbuh sehat meski berada di NICU selama 42 hari
Artikel ditulis oleh Adeline Wahyu
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Hai! Nama saya Merlin Hollis. Saya adalah ibu dari Marvell, 2 tahun, yang terlahir sebagai bayi prematur. Ini cerita saya tentang stimulasi tumbuh kembang Marvell.

Marvell lahir saat usia kandungan saya baru menginjak 30 minggu. Ketika itu, ketuban saya pecah dan Marvell harus segera dilahirkan. Dengan usia kandungan yang masih cukup jauh dari HPL, Marvell terlahir mungil. Ia lahir dengan berat badan 1390 gram dan harus masuk NICU selama 42 hari.

Setelah 42 hari di NICU, Marvell akhirnya diperbolehkan pulang. Berat badannya sudah bertambah, yaitu 2,3 kg. Ketika sampai di rumah, maka perjuangan saya sebagai ibu dari bayi prematur pun dimulai.

Berbeda dengan bayi yang lahir di usia kandungan yang sudah matang, segala hal tentang Marvell harus betul-betul diperhatikan. Khususnya tumbuh kembangnya.

Konon, tumbuh kembang bayi prematur memang agak berbeda dari bayi yang lahir di usia kandungan yang sudah matang.

Baca Juga: Butuh Perjuangan untuk Berdamai dengan Preeklampsia

Stimulasi Tumbuh Kembang Marvell

bayi prematur

Sebagai informasi, bayi prematur terbagi menjadi 2 usia, yaitu usia koreksi dan usia lahir. Usia koreksi adalah usia yang dihitung mundur dari usia lahir, contohnya Marvell pada saat usia 3 bulan, usia koreksinya adalah 1 bulan, karena marvell lahir di usia kandungan 30 minggu atau 7 bulan. Sedangkan usia lahir adalah usia pada saat bayi dilahirkan.

Tumbuh kembang pada bayi prematur dilihat dari usia koreksi dan pada saat mereka memasuki usia lahir 2 tahun, maka tumbuh kembang harus mengikuti anak-anak di usia 2 tahun bukan lagi melihat usia koreksi.

Karena lahir dengan kondisi prematur, orang tua harus menbantu stimulasi Si Kecil. Ketika Marvell lahir, saya mulai mencari informasi mengenai stimulasi tumbuh kembang pada bayi prematur.

Seperti kapan sih bayi mulai tengkurap, merangkak, berdiri, berjalan, babbling, mulai mengeluarkan kata-kata, dan sebagainya.

Saya membawa Marvell skrining ke klinik tumbuh kembang anak. Setelah melewati beberapa tes, Marvell dinyatakan normal. Memang ada beberapa tahap tumbuh kembang yang pada saat skrining masih belum sempurna. Tapi tentu saja itu bisa dikejar dengan stimulasi.

Di klinik tersebut, kami diajarkan untuk menstimulasi anak saat di rumah. Kami juga diingatkan agar Marvell tidak melewatkan semua tahap tumbuh kembang. Mulai dari tengkurap, merangkak, duduk, berdiri, dan berjalan, harus dipastikan jangan sampai ada yang terlewat.

Jangan sampai anak bisa duduk namun tidak melewati proses merangkak. Hal ini berfungsi agar pada saat nanti anak belajar berjalan, anak tidak mudah terjatuh.

Mengapa? Karena diproses merangkak, bayi akan belajar untuk lebih awas dan berkoordinasi dengan tangan, kaki, mata, semua bisa didapat dalam proses merangkak ini.

Untuk bayi normal saja, sebagai orang tua kita harus memantau tumbuh kembang anak apalagi bayi prematur. Jangan pernah berpikir bahwa anak akan bisa dengan sendirinya.

Akan bahaya jika sampai pada usia tersebut, ternyata proses yang harusnya sudah dilalui anak malah terlambat. Meski sepele, hal ini akan membawa efek trauma pada bayi.

Baca Juga: Anak Terlambat Bicara VS Anak Banyak Bicara: Saya Merasakan Keduanya

Melatih Sensor Motorik Marvell di Sekolah Khusus

bayi prematur

Setelahnya memasuki usia 14 bulan, saya mendaftarkan Marvell ke sekolah yang memiliki kurikulum untuk melatih sensor motorik anak.

Apakah Marvell bermasalah dengan sensor motoriknya? Sebenarnya tidak, tetapi saya ingin buah hati saya juga belajar mengenai kegiatan di sekolah supaya saya juga bisa melatihnya di rumah.

Salah satu kegiatan untuk merangsang sensor motorik yang bisa dilakukan oleh Moms di rumah adalah menginjak rumput. Meski sederhana, tetapi anak zaman now biasanya ketika ditaruh di rumput pasti reaksi yang timbul bermacam-macam karena tidak terbiasa.

Atau pada saat memegang pasir, menginjak pasir, menginjak beras, memegang beras, dan lain-lain. Bayi boleh diberikan berbagai macam benda dengan suhu dan tekstur yang berbeda-beda. Seperti hangat dan dingin, kasar dan halus, licin dan kesat, basah dan kering.

Semua bahan-bahan ini bisa Moms dapatkan dengan mudah di rumah. Moms juga bisa melakukan stimulasi motorik halus dan kasar bisa dengan menggunakan botol kosong dan air, latihan menyendok air dengan gayung kecil, menyendok beras, memindahkan beras, dan banyak lagi.

Sementara untuk stimulasi keseimbangan anak bisa Moms lakukan dengan bantuan baskom. Jadi bayi ditaruh di dalam baskom, kemudian kita tarik pelan pelan. Namun ingat, cara ini hanya berlaku untuk bayi yang sudah mantap duduknya.

Apa fungsinya? Cara ini berfungsi untuk melatih vestibular anak. Jadi pada saat Si Kecil belajar berjalan nanti, keseimbangan tubuhnya bagus sehingga tidak gampang jatuh.

Jangan takut anak akan kotor ya Moms karena ini adalah salah satu proses yang harus dilalui. Lebih baik kotor daripada anak bermasalah dengan sensor dan motoriknya yang akan berakibat hingga dewasa bukan?

Kita sebagai orang tua baik dari bayi normal atau prematur, tetap perlu memerhatikan tahapan tumbuh kembang anak kita. Galilah informasi sebanyak mungkin tentang apa yang seharusnya bisa dilakukan anak saat sudah mencapai usia tertentu.

Di usia Marvell yang menginjak 2 tahun, dia sudah bisa mengucapkan 2 suku kata, makan sendiri, naik turun tangga sendiri, main perosotan, main sepak bola layaknya anak-anak usia 5 tahun, juga sudah bisa memegang kapur dan membuat garis lurus.

Jika tidak distimulasi dengan baik, belum tentu Marvell yang lahir saat usia kandungan saya 30 minggu bisa melakukan berbagai hal tersebut. Sungguh melegakan bisa melihat Marvell tumbuh dengan baik.

Baca Juga: Ketika Daycare jadi Pilihan Satu-satunya dan Ternyata Memang yang Terbaik

Namun, saya juga tidak boleh berhenti sampai di situ. Masih banyak PR untuk saya agar Marvell bisa tumbuh dengan baik hingga dewasa nanti.

Bagi para Moms di luar sana yang mempunyai bayi atau yang akan memiliki bayi, terus semangat ya. Mari kita pantau tumbuh kembang anak kita karena mereka adalah harta yang paling berharga.

Artikel Terkait