TRIMESTER 3
23 Juli 2020

Hamil 9 Bulan, Perhatikan 7 Hal Ini ya Moms

Penting bagi Moms mengetahui berbagai mpersiapan pra persalinan di usia kehamilan 9 bulan
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Adeline Wahyu
Disunting oleh Amelia Puteri

Kehamilan adalah momen yang paling membahagiakan, meskipun selama menjalaninya Moms mengalami banyak pengorbanan. Semakin tua kehamilan maka semakin banyak hal yang perlu diperhatikan, apalagi saat mendekati persalinan.

Moms juga harus selalu berpikiran positif dan menjaga kesehatan agar siap menghadapi persalinan, maka penting bagi Moms memerhatikan beberapa hal penting saat hamil 9 bulan agar Moms nyaman menjalaninya hingga persalinan tiba.

Biasanya pada usia kehamilan ini semakin berat keluhan yang akan kita rasakan.

Lalu, apa saja yang perlu diperhatikan ketika hamil 9 bulan? Berikut ini beberapa hal yang perlu Moms ketahui.

Baca Juga: Ingin Segera Hamil? 7 Makanan Ini Bisa Mempercepat Kehamilan

Gejala Umum Saat Hamil 9 Bulan

hamil 9 bulan

Foto: Orami Photo Stock

Ketika Moms hamil 9 bulan, beberapa gejala kehamilan yang normal mungkin akan Moms alami, seperti beberapa gejala di bawah ini.

1. Sering Buang Air Kecil

Gejala hamil ini mungkin sudah sering dirasakan, tetapi karena bayi Moms terus tumbuh dan turun ke bawah panggul dan sedang dalam persiapan untuk kelahiran, ia juga terus memberikan tekanan pada kandung kemih kita.

Di usia kehamilan 9 bulan, Moms mungkin akan lebih sering ke kamar mandi di siang hari dan juga di malam hari. Jika pipis Moms juga keluar saat tertawa atau bersin, maka Moms mungkin ingin memakai pembalut.

2. Kaki Bengkak

Semakin besar usia kehamilan kita atau usia kehamilan 9 bulan, maka seiap bagian dari tubuh kita pasti akan membesar sekarang, termasuk bagian kaki.

Dalam kebanyakan kasus, retensi cairan ekstra dan hormon lah penyebabnya. Dan, ketika rahim Moms tumbuh, akan memberi tekanan pada pembuluh darah tertentu, yang dapat mengurangi atau memperlambat aliran darah dari bagian bawah tubuh bagian atas.

Mengatasinya Moms bisa angkat kaki kapan pun memungkinkan, dan hindari berdiri dalam waktu yang lama.

Baca Juga: Ketahui 5 Risiko Melahirkan Normal dengan Hb Rendah

3. Kesemutan pada Tangan

Jika Moms merasakan mati rasa atau kesemutan di tangan atau pergelangan tangan , bisa jadi itu adalah carpal tunnel syndrome. Ini adalah sistem tulang dan saraf di sisi telapak tangan kita.

Menurut jurnal Prevalence of Carpal Tunnel Syndrome in Pregnant Women, gejala yang paling khas adalah mati rasa dan kesemutan di ibu jari, jari telunjuk, jari tengah, dan setengah jari-jari radial.

Peningkatan retensi cairan selama kehamilan dapat memberikan tekanan ekstra pada tulang-tulang dan saraf-saraf ini, sehingga menyebabkan sensasi kesemutan atau mati rasa. Ketidaknyamanan ini biasanya mereda setelah Moms melahirkan.

4. Tekanan pada Panggul

Di usia kehamilan 9 bulan, bayi juga bersiap-siap untuk hari kelahirannya. Salah satu hal gejala yang akan Moms rasakan saat ini adalah, bayi akan jatuh lebih rendah ke panggul kita.

Bagi Moms, sisi negatifnya adalah kemungkinan merasakan lebih banyak tekanan pada panggul, kandung kemih, dan pinggul. Keuntungannya adalah mungkin bisa bernafas sedikit lebih mudah, karena saat bayi turun, ia tidak akan menekan paru-paru dan diafragma Moms.

Baca Juga: 3 Penyebab Sering Kesemutan saat Hamil, Simak Penjelasannya ya Moms!

5. Sakit Punggung

Gejala lain yang akan Moms alami saat hamil 9 bulan adalah sakit punggung. Saat perut membesar, pusat gravitasi akan berubah.

Sementara itu, hormon kehamilan akan mengendurkan sendi di panggul kita dalam persiapan untuk melahirkan. Kedua hal ini dapat menyebabkan sakit punggung.

Untuk memberikan kelegaan pada diri, cobalah untuk mempraktikkan postur yang baik (prenatal yoga dapat membantu), kenakan sepatu yang mendukung, dan hindari mengangkat barang berat, jika memungkinkan.

6. Pigmentasi

Moms mungkin memperhatikan beberapa perubahan pada kulit ketika hamil 9 bulan. Salah satunya adalah terjadinya pigmentasi kehamilan.

Hormon-hormon yang mengalir melalui tubuh selama kehamilan dapat meningkatkan produksi melanin, yang dapat menyebabkan bercak kecoklatan muncul di wajah (dikenal sebagai melasma) atau garis gelap di tengah perut bagian bawah (dikenal sebagai linea nigra).

Moms juga bisa memiliki flek hitam di usia kehamilan ini. Melansir British Skin Foundation, penyebab pasti terbentuknya flek hitam masih belum diketahui.

Namun, diduga terjadi karena sel-sel penghasil pigmen di kulit (melanosit) memproduksi terlalu banyak pigmen (melanin).

7. Stretch Mark

Munculnya stretch mark memang terjadi pada banyak calon ibu, termasuk jika sudah memasuki usia kehamiln 9 bulan. Stretch mark tidak dapat dicegah, tetapi sering memudar setelah kita melahirkan.

Gunakan pelembap lembut untuk menjaga kulit tetap terhidrasi dan membantu menangkal rasa gatal yang mungkin timbul dari kulit yang meregang saat mengembang untuk mengakomodasi bayi yang sedang tumbuh.

Melansir American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG), saat trimester ketiga, ibu hamil biasanya mengalami stretch mark pada bagian perut, bokong, payudara, dan paha.

Baca Juga: Ketahui Perbedaan Freckles, Melasma, dan Flek Hitam

Hal Penting Saat Hamil 9 Bulan

hamil 9 bulan

Foto: Orami Photo Stock

Menjelang persalinan, tentunya usia hamil 9 bulan memberikan beberapa hal baru yang terjadi pada janin. Lalu, apa saja yang harus Moms perhatikan saat hamil 9 bulan?

1. Perkembangan Kehamilan 9 Bulan

Saat hamil 9 bulan atau 36 minggu lebih, pada usus bayi sudah menumpuk mekonium yang setelah ia lahir akan dikeluarkan dan berwarna hitam pekat, selain itu semua saraf, tulang, dan organ tubuhnya telah sempurna dan berfungsi sebagaimana mestinya.

Sehingga jika melewati dari HPL atau hari perkiraan hamil, maka biasanya dokter akan mengecek kondisi janin, air ketuban, dan kondisi Moms.

Jika salah satunya kurang baik maka penting bagi dokter kandungan untuk melakukan tindakan atau penanganan yang dibutuhkan.

Baca Juga: Insomnia saat Hamil? Atasi dengan 6 Cara Ini!

2. Berpikir Positif

Tak sedikit dari Moms yang mengalami ketakutan saat mendekati persalinan, sehingga kita pun kurang tidur dan kurang berkonsentrasi saat siang hari, bahkan beberapa memikirkan ketakutan yang berujung pada stres.

Padahal pikiran-pikiran tersebut justru bisa memengaruhi janin juga lho, Moms. Maka dari itu, Moms harus selalu berpikir positif dan optimis bahwa Moms dan Si Kecil akan berjuang bersama, tentunya jangan lupa juga untuk selalu berdoa ya, Moms.

3. Hindari Posisi Tidur Terlentang

Posisi terlentang adalah pantangan bagi ibu hamil apalagi dalam kondisi hamil 9 bulan. Saat Moms terlentang, rahim yang berat bisa mengurangi aliran darah ke rahim dan janin.

Dilansir Healthline, menurut para ahli sisi kiri dianggap sebagai pilihan terbaik karena rahim secara alami berputar ke kanan selama kehamilan dan berbaring sisi kiri akan membawanya lebih ke pusat dan meningkatkan aliran darah.

Agar semakin nyaman letakkan bantal di antara kaki atau gunakan bantal hamil untuk menopang seluruh tubuh terutama bagian punggung.

4. Cuti Melahirkan

Saat Moms sudah memasuki masa hamil 9 bulan, maka bagi Moms yang bekerja penting untuk merencanakan dan menentukan mengenai cuti melahirkan sesuai dengan hak karyawan.

Gunakan waktu cuti ini untuk istirahat dan melakukan kegiatan-kegiatan positif, sehingga Moms akan merasa nyaman dan Si Kecil pun bahagia di dalam perut.

Baca Juga: Mengidap Lupus Saat Hamil? Ketahui Risikonya

5. Pola Makan

Ketika usia kehamilan sudah memasuki 9 bulan, maka pola makan yang harus diterapkan oleh ibu hamil adalah sedikit tetapi sering. Bahkan ketika menyusui pun gunakan pola makan ini.

Moms mungkin juga masih akan punya keinginan mengidam. Pada Journal of Human Nutrition and Dietetics, disebutkan jika mengidam dan menghindari makanan bisa menjadi motivator untuk meningkatkan dan/atau mengurangi asupan makanan tertentu.

Paling penting, pastikan untuk selalu menjaga nutrisi, makan makanan dengan gizi seimbang, dan hindari mengonsumsi makanan dengan lemak jenuh yang sulit dicerna.

Moms, juga bisa mengonsumsi camilan sehat, seperti biskuit. Jangan lupa mengonsumsi vitamin dan susu.

6. Suami Siaga

Khusus untuk Dads, jika usia kehamilan sudah memasuki 9 bulan, maka peran Dads semakin dibutuhkan. Tak hanya perlu mendampingi saat proses persalinan, Dads juga harus selalu menjadi suami siaga saat usia hamil 9 bulan.

Bila perlu, dampingi Moms dalam setiap keluhannya, misalnya pegal-pegal, Dads bisa memberikan pijatan untuk meringankan keluhan Moms.

Jika Moms dan Dads berhubungan jarak jauh, usahakan agar Dads bisa pulang setiap minggunya untuk mengantisipasi datangnya gelombang cinta dari Si Kecil di dalam perut.

Bila terlalu jauh dan tidak memungkinkan, pastikan orang tua atau saudara selalu mendampingi Moms, Dads bisa rutin melakukan video call untuk menyapa Si Kecil dalam perut.

7. Putuskan Akan Menyusui atau Tidak

Menurut Healthline, trimester ketiga adalah saat yang tepat untuk mempertimbangkan apakah Moms ingin menyusui atau memberi susu formula pada Si Kecil.

Tapi, umumnya dokter akan menyarankan Moms untuk menyusui Si Kecil minimal di enam bulan kehidupan pertamanya. Kecuali wanita dengan HIV, TBC aktif, dan beberapa bentuk hepatitis.

Konsultasikan dengan dokter jika Moms memiliki kekhawatiran tentang masa menyusui.

Jika Moms optimis bisa menyusui, maka Moms bisa mempelajari banyak hal di usia kehamilan ini, misalnya dengan membaca buku, mengikuti seminar atau kelas laktasi, mengikuti komunitas newborn di beberapa media sosial atau media chat masa kini.

Hal ini penting untuk kita pelajari, selain bisa menambah ilmu, kita juga bisa sharing dengan banyak ibu lainnya.

Tapi, jika Moms memang memutuskan untuk memberikan sufor atau tetap menyusui dengan bantuan tambahan sufor, tidak ada salahnya juga.

Mengetahui hal penting saat memasuki usia hamil 9 bulan di atas sangatlah penting, hal ini juga dilakukan agar meminimalisir kemungkinan baby blues pasca melahirkan.

Itu dia Moms, beberapa hal yang perlu diketahui jika kehamilan telah memasuki usia 9 bulan. Jika Moms mengalami keluhan tertentu, segera konsultasikan ke dokter kandungan.

Jangan lupa mempersiapkan keperluan yang dibutuhkan menjelang hari persalinan karena sebentar lagi Moms akan menyambut kehadiran Si Kecil. Tetap semangat ya, Moms!

Artikel Terkait