BALITA DAN ANAK
14 Agustus 2019

PerhatikanCara Balita Memandang Moms, Bisa Jadi Tanda Autisme

Mendeteksi tanda autisme pada anak jadi lebih mudah lewat pola mata
Artikel ditulis oleh Adeline Wahyu
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Autisme pada anak tidak bisa diprediksi. Dapat terjadi pada siapa saja dan kapan pun tanpa kita ketahui. Diagnosis pada anak juga agak sulit dikenali. Untuk mendapatkan diagnosis yang tepat, orang tua harus membawa anak menemui ahlinya.

Aktivitas seorang anak seolah sudah menjadi hal yang biasa saja jika kita berbicara mengenai anak-anak. Sesekali anak bisa mengalami tantrum ringan hingga parah, kadang menangis, dan kadang menjerit agak lama.

Apakah ini hal yang biasanya terjadi pada anak-anak? Ataukah menjadi tanda terjadinya autism spectrum disorder (ASD)?

Grup peneliti di Departemen Matematika Terapan di University of Waterloo, mulai mengembangakan teknik deteksi ASD baru yang berfokus pada perbedaan cara pandang anak untuk membantu dokter lebih cepat dan akurat mendeteksi ASD pada anak.

Seperti apa cara pandang anak yang menjadi tanda autisme? Simak penjelasan di bawah ini.

Baca Juga: Mungkinkah Mencegah Autisme Selama Kehamilan?

Mendeteksi ASD pada Anak

pergerakan mata, ASD, autism

Foto: todayparent.com

Tanda autisme pada anak biasa muncul saat Si Kecil menginjak 2 tahun pertama kehidupannya dan berpengaruh pada kemampuan sosial anak. Meskipun saat ini perawatannya telah bervariasi, kebanyakan intervensi berfokus pada pengelolaan perilaku dan meningkatkan keterampilan sosial dan komunikasi anak.

Hal ini dikarenakan kapasitas untuk berubah lebih besar pada anak-anak diusia dini. Moms bisa berharap lebih jika diagnosis dan intervensi dilakukan sejak awal.

Penilaian ASD mencakup pemeriksaan medis dan neurologis, kuesioner mendalam tentang riwayat keluarga, perilaku dan perkembangan anak atau evaluasi dari seorang psikolog. Sayangnya, pendekatan diagnostik ini cenderung mahal.

Baca Juga: Mengenali Gejala Autisme Pada Bayi

Deteksi Tanda Autisme Melalui Cara Anak Memandang

pergerakan mata, ASD, autism

Foto: parent.com

Kita tahu secara pasti bahwa anak-anak penderita ASD, secara visual mengeksplorasi dan memindai wajah orang lainnya secara berbeda.

Dalam mengembangkan teknik baru mendeteksi tanda autisme pada anak melalui pola gerakan mata, dilakukan penelitian terhadap 40 anak-anak, sebagian besar berusia 4 atau 5 tahun.

Dari hasil penelitian ditemukan bahwa setengah dari anak-anak ini adalah neurotypical, sedangkan yang lain memiliki ASD. Masing-masing anak melihat 44 foto wajah di layar, yang diintegrasikan dalam sistem pelacakan mata.

Para peneliti telah mengetahui bahwa ketika melihat wajah seseorang, seorang anak neurotip akan lebih fokus pada mata, sedangkan seorang anak dengan ASD lebih fokus pada area mulut.

Selain itu, seorang anak dengan ASD juga memindai wajah secara berbeda. Ketika memindahkan fokus mereka dari mata seseorang ke dagunya, misalnya, seorang anak neurotypical cenderung menggerakkan mata mereka lebih cepat, dan melalui cara yang berbeda daripada anak dengan ASD.

Baca Juga: 4 Selebriti Ini Memiliki Anak dengan Autisme

Meskipun belum dapat digunakan dalam dunia medis secara cepat, penelitian ini diharapkan mampu membuat proses diagnosa ASD pada anak lebih mudah dan sederhana. Semoga anak-anak dengan tanda autisme dapat menerima intervensi dini, sehingga bisa cepat mendapat penanganan.

Artikel Terkait