BALITA DAN ANAK
11 Oktober 2019

Perhatikan dengan Seksama, Ini 4 Tanda Gangguan Kesehatan Mental pada Anak

Moms, penting bagi orang tua mengerti emosi anak.
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Ryo

Tidak bisa dimungkiri, belajar mengerti emosi anak memang sulit. Tapi, untuk sebagian orang tua, emosi anak yang naik turun sering dianggap biasa.

Moms, penting bagi orang tua mengerti emosi anak. Alasannya, untuk mencegah kondisi buruk seperti gangguan kesehatan mental. Ada beberapa emosi dan perilaku anak yang terlihat normal. Tapi, bisa jadi itu adalah tanda anak mengalami gangguan kesehatan mental.

Psikiater bayi dan anak asal Denver, Theodore Gaensbauer, berkata,gangguan kesehatan mental pada anak biasanya ditandai dengan gangguan emosi dan perilaku.

"Gangguan mental pada anak tergantung pada orang tua. Sebenarnya terkadang orang tua sudah lama mencermati bahwa ada perubahan pada anak, entah tingkah laku atau kepribadiannya. Namun, orang tua baru membawa anak ke psikiater ketika anak sudah menunjukkan perilaku yang mengganggu," kata Dr Gaensbauer.

Nah, berikut ini ada beberapa tanda bahwa si kecil mengalami gangguan kesehatan mental yang kerap diabaikan.

Baca Juga: Kelainan Mental yang Umum Terjadi pada Anak

1. Perubahan Perilaku dalam Waktu Lama

Penyebab Anak Susah Tidur di Malam Hari - Stres.jpeg

Perubahan perilaku bisa menjadi pertanda ada yang salah dengan anak. Beberapa tanda yang harus diwaspadai adalah perubahan mood, kurang tidur atau tidur terlalu lama, kurang makan atau makan berlebih, menurunnya prestasi akademik, dan kesulitan berinteraksi dengan orang lain.

"Ketika orang tua melihat sesuatu yang berubah pada anak lebih dari seminggu, bisa jadi ada sesuatu tak beres dialami anak," ujar Dr. Adelle Cadieux, psikolog anak di Helen DeVos Children's Hospital di Michigan.

Baca Juga: Ibu di Garut Menyetrika Tubuh Anaknya, Ini 5 Dampak Hukuman Kekerasan Pada Mental Anak

2. Lebih Sering Sakit Kepala dan Sakit Perut

Si kecil sering mengeluh sakit kepala, sakit perut, dan kelelahan? Saat intensitasnya sering, Moms harus segera ke dokter dan psikolog anak untuk menemukan masalah kesehatan fisik dan mentalnya.

"Trennya sekarang anak lebih banyak mengeluh gejala fisik daripada emosional," kata Cadeux.

Anak-anak yang masih kecil, lebih mudah mengutarakan rasa sakit secara fisik daripada emosionalnya. Kesulitan menemukan bahasa adalah kendalanya. Lebih mengkhawatirkan lagi, beberapa gangguan kesehatan mental merujuk pada gejala fisik, walau keduanya memang saling berkaitan.

3. Perilaku yang Berdampak pada Kehidupan

Prestasi anak menurun dan mengarah pada pertengkaran bisa menjadi indikasi buruk kondisi psikologis anak. Hal lainnya adalah kehilangan waktu bersama teman-temannya.

"Bila perilaku tersebut mulai mengganggu fungsi hidup anak dan kehidupan keluarga juga terganggu, sebaiknya segera mencari pertolongan," papar Cadieux.

4. Terlalu Banyak Eksperimen

Waspada Moms, 3 Permainan Playground Ini Berpotensi Bikin Anak Cedera 1.jpg

Normal bagi anak-anak untuk bereksperimen. Namun, ketika itu terjadi terlalu sering, bisa jadi tanda anak sedang ada masalah.

"Ada perilaku berisiko yang dinilai normal oleh anak dan remaja. Ini adalah cara mereka mengembangkan diri sendiri, dan menciptakan jarak dari orang tua, "kata Nancy E. Cunningham, psikolog dari Nationwide Children's Hospital.

Yang harus diwaspadai dan bisa jadi masalah, yaitu saat anak mencoba melewati batas keamanan. Dr Cunningham menyarankan, orang tua harus sering mengobrol dengan anaknya dan jangan pernah mencoba menghakimi jika apa yang diutarakan anak berisiko.

"Bantulah anak-anak mengerti dan seringlah cari tahu apa yang terjadi pada hidup anak," ujar Cunningham.

Baca Juga: Dampak Memukul Anak pada Kondisi Mentalnya saat Dewasa

(RYO/DIN)

Artikel Terkait