BAYI
7 Agustus 2019

Perhatikan Nutrisi saat Puasa untuk Ibu Menyusui

Moms bisa mengetahui lengkapnya di sini!
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Masa menyusui adalah momen-momen yang penting untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi. Selama 6 bulan, bayi mendapatkan ASI eksklusif sebagai makanan dan minuman utamanya, setelah itu bisa dilanjutkan sampai ia berusia 2 tahun.

Produksi ASI dalam tubuh seorang ibu dapat membentuk kekebalan tubuh bayi menjadi lebih baik juga mencegah bayi terhindar dari berbagai infeksi. Untuk itu, pastikan bayi tidak melewatkan waktu menyusu.

Lalu, apakah ibu yang sedang menyusui boleh menjalankan ibadah puasa? Bagaimana dengan nutrisi puasa untuk ibu menyusui?

Puasa di sini tak hanya bisa dilakukan saat bulan Ramadan, namun juga meliputi beberapa ibadah puasa lainnya seperti puasa sunnah, puasa menjelang Idul Adha, atau puasa untuk membayar utang karena datang bulan.

Segala bentuk alasan berpuasa, tentunya sebagai umat muslim, Moms tidak ingin melewatkannya. Hanya saja, ketika sedang menyusui, Moms harus mempertimbangkan beberapa hal penting.

Jika Moms ingin berpuasa saat menyusui, pastikan bayi sudah melewati masa ASI eksklusif. Selain itu, Moms bisa berpuasa saat kondisi bayi sedang sehat dan tidak dalam pemulihan sehabis sakit.

"Hal yang tak kalah pentingnya adalah memerhatikan asupan nutrisi dengan gizi yang seimbang untuk menu buka puasa, sahur, dan sebelum tidur,” ujar dr Sarah Audia Hasna, konselor laktasi saat berbincang-bincang pada Kulwap Orami Community, Kamis (15/5) lalu.

Baca Juga: 5 Tips Lancar Menyusui Saat Puasa

Pastikan Asupan Nutrisi saat Puasa untuk Ibu Menyusui Tercukupi dengan Baik

Perhatikan Nutrisi saat Puasa dan Menyusui-1.jpg

Foto: stocksy

Pada dasarnya, puasa tidak memengaruh nutrisi dalam ASI, namun dengan pastikan asupan makanan Moms tercukupi dengan karbohidrat, banyak protein hewani dan nabati, serta perkaya dengan sayuran, mineral, dan cukup air putih.

Menurut dr Sarah, ASI booster bisa berupa makanan kesukaan ibu yang membuat Moms lebih bahagia dan relaks. Hal tersebut berpengaruh pada naiknya jumlah ASI. ASI dapat lancar ketika bayi menyusu langsung atau dikosongkan payudara secara sempurna, yang memperlancar hormon oksitosin.

“Oleh karena itu, jangan melewatkan pumping saat malam hari. Perbanyak air putih dan minum ASI booster, banyak pilihannya, di antaranya mulai dari almond, kurma, atau daging merah,” lanjut dr Sarah yang saat ini aktif praktik di Eka Hospital BSD.

Baca Juga: 7 Tanda Ibu Menyusui Harus Membatalkan Puasa

Bahaya Kekurangan Nutrisi saat Puasa untuk Ibu Menyusui

Perhatikan Nutrisi saat Puasa dan Menyusui-2.jpg

Foto: babble

Sudah diungkapkan sebelumnya bahwa asupan nutrisi yang cukup dengan gizi seimbang membuat Moms dapat berpuasa sambil menyusui.

Namun, jika asupan nutrisi tidak terpenuhi dengan baik, maka hal ini yang dapat memengaruhi lemak dalam ASI.

Jika puasa membuat kebutuhan kalori ibu menyusui tidak tercukupi, maka lemak dalam ASI bisa menurun. Hal ini yang dapat membuat asupan ASI untuk bayi berkurang.

"Bayi yang kekurangan ASI tandanya adalah rewel, merasa kehausan terus-menerus, buang air kecil berkurang, dapat mengalami diare atau sakit lainnya,” jelas dr Sarah, yang sudah menjadi konselor laktasi sejak tahun 2011.

Berpuasa memang sebuah ibadah yang mendatangkan banyak pahala, namun tentunya Moms harus menomorsatukan kesehatan, pertumbuhan, dan perkembangan bayi. Ketahui tanda-tandanya jika Moms sebaiknya menghentikan puasa.

Jika mengalami dehidrasi dengan gejala seperti pusing yang semakin berat seperti akan pingsan, mual, dan berkeringat dingin, sebaiknya Moms segera menghentikan puasa.

Untuk itu, selalu penuhi asupan cairan tubuh saat buka puasa, sahur, dan menjelang tidur agar terhindar dari dehidrasi. Perbanyak minum air putih dan hindari minum kopi atau teh karena mengandung bahan diuretik atau pelancar urin.

Baca Juga: Kenali Pengaruh Puasa untuk Ibu Menyusui

Nah, itulah beberapa hal yang perlu Moms ketahui tentang nutrisi puasa untuk ibu menyusui. Jadi, tak perlu ragu untuk melakukan puasa jika kesehatan Moms tetap terjaga dan kualitas ASI juga berjalan dengan baik. ASI lancar, puasa juga lancar, ya!

(DG)

Artikel Terkait