2-3 TAHUN
2 April 2020

4 Perilaku Aneh Balita ini Ternyata Tidak Perlu Dikhawatirkan

Mulai dari yang sepele sampai yang cenderung berbahaya
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Dina Vionetta

Melihat perkembangan kemampuan anak balita memang luar biasa.

Di saat yang sama, Moms dan Dads mungkin heran saat melihat perilaku anak balita yang aneh, tidak pantas, atau bahkan cenderung berbahaya.

Perilaku Aneh pada Balita yang Ternyata Tidak Berbahaya

Sebelum berpikir yang tidak-tidak, yuk, cari tahu dulu alasan anak melakukan sejumlah tindakan aneh tersebut.

Baca Juga: Balita Senang Menggambar di Tembok, Jangan Dimarahi!

1. Membentur-benturkan Kepala

78336031-H-1024x700.jpg

Foto: parenting.firstcry.com

Membentur-benturkan kepala ternyata salah satu perilaku anak balita yang cukup lazim.

Si Kecil melakukan tindakan ini sebagai salah satu cara untuk menenangkan diri saat mereka cemas, kelelahan, atau menahan sakit.

Menurut Kyle D. Pruett, M.D., penulis buku Me, Myself, and I: How Children Build Their Sense of Self, “Anak merasa tenang saat mendengar suara benturan kepala.”

Selama anak membentur-benturkan kepalanya ke permukaan yang lembut dan tidak berbahaya, orang tua tak perlu khawatir.

Perilaku anak balita ini umumnya berhenti saat anak mencapai usia 3 tahun.

Baca Juga: 4 Jenis Permainan untuk Mengasah Kemampuan Motorik Balita

2. Membaca Buku yang Sama Berulang-ulang

iana-dmytrenko-XUX2s1wsFmU-unsplash.jpg

Foto: unsplash.com

Banyak orang tua kebingungan saat anaknya hanya mau membaca atau dibacakan buku yang sama, meski sudah ditawari buku lain.

Moms atau Dads mungkin jenuh membacakan cerita yang sama ratusan kali, dan ingin Si Kecil mendapat pengetahuan berbeda dari buku lain.

Menurut Mary Borowka, ahli psikosdari Chappaqua di New York, ada sejumlah alasan anak balita senang membaca atau mendengarkan cerita yang sama berulang-ulang.

Misalnya, karena anak berusaha memahami konteks cerita tersebut; karena anak menyukai tokoh di cerita tersebut; hingga karena anak merasa tenang mendengarkan cerita yang sudah ia ketahui jalan ceritanya.

3. Memiliki Teman Khayalan

wood-bridge-cute-sitting-39369.jpg

Foto: pexels.com

Anak balita senang bicara sendiri dengan boneka atau mainannya adalah hal yang wajar.

Tetapi, bagaimana bila ia bicara dengan teman khayalan yang tidak berwujud? Perlukah Moms khawatir terhadap perilaku anak balita ini?

Dikutip dari situs web The Bump, Heather Wittenberg, PsyD, psikolog dan penulis buku Let’s Get This Potty Started! The BabyShrink’s Guide to Potty Training Your Toddler mengatakan, anak balita memiliki teman khayalan sebagai salah satu caranya memahami dunia yang “ramai” dan membingungkan.

“Dunia buatan anak nyaman bagi Si Kecil,” ujar Wittenberg. Alih-alih khawatir, Moms dapat mendukung dan memuji imajinasinya.

Baca Juga: Benarkah Balita Bisa Mimpi Buruk? Ini Dia Fakta dan Penyebabnya!

4. Menyentuh Organ Intim

shutterstock_183197687.jpg

Foto: kveller.com

Orang tua mungkin risih atau malu bila melihat perilaku anak balita yang satu ini.

Alih-alih memarahi Si Kecil karena suka menyentuh organ intimnya, Moms dapat memberi tahu secara lembut kepada anak agar tidak melakukan tindakan itu karena tidak pantas.

Bila Si Kecil menolak dan tetap melakukannya, katakan bahwa ia hanya boleh melakukan tindakan tersebut di kamarnya atau tidak boleh di depan orang lain.

Dikutip dari American Academy of Family Physicians, beberapa alasan anak suka menyentuh organ intimnya, yaitu karena rasa ingin tahu dan karena nyaman.

Sambil menetapkan aturan tadi, Moms dapat memberi pengertian secara perlahan-lahan tentang tindakannya tersebut; apa fungsi organ intim, mengapa tidak pantas menyentuh organ intim di depan orang lain, dan sebagainya.

Itulah kegiatan anak balita yang aneh namun ternyata tidak berbahaya. Jadi, diperingatkan saja, ya, Moms.

Artikel Terkait