3-12 BULAN
2 November 2020

Memantau Perkembangan Bayi 5 Bulan, Apa Saja yang Harus Diperhatikan??

Moms, berikut ini perkembangan bayi 5 bulan yang bisa diketahui.
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Debora
Disunting oleh Ikhda Rizky Nurbayu

Moms, ketika bayi berusia 5 bulan, apa perubahan yang paling dirasakan? Nah, biasanya bayi yang sudah berusia 5 bulan ini mengalami transisi yang begitu cepat.

Ditambah lagi, bayi berusia 5 bulan akan segera menuju penambahan nutrisi melalui makanan padat, yaitu ketika ia sudah berusia 6 bulan. Jadi, Moms harus tahu dan mengerti perkembangan bayi 5 bulan agar pertumbuhannya tetap berjalan optimal.

WebMD menjelaskan, ada banyak gerakan baru yang dilakukan Si Kecil saat memasuki usia 5 bulan. Hal ini berarti terletak pada perkembangan motoriknya. Ia juga sudah mulai bisa mengoceh atau yang disebut dengan babbling.

Lantas, bagaimana dengan asupan yang sebaiknya dikonsumsi bayi berusia 5 bulan? Selengkapnya, simak ulasan berikut ini, Moms!

Baca Juga: Cara Stimulasi Bayi agar Mudah Berguling

Berguling, Tonggak Utama Perkembangan Bayi 5 Bulan

Perkembangan Bayi 5 Bulan

Foto: Orami Photo Stock

Menurut studi dari Government Medical College & Hospital di Chandigarh, India, tonggak utama perkembangan bayi berusia 5 bulan adalah mampu berguling. Nah, sebagian besar bayi sudah mulai merangkak saat berusia antara 9 dan 12 bulan. Ketika ia berusia 5 bulan, bayi sudah mampu untuk berguling dari punggung mereka ke perut.

Nantinya, ia akan semakin kuat berguling ketika sudah berusia 6-7 bulan. Saat bayi berguling, Moms dapat memerhatikan gerakan kakinya yang bergoyang. Ini menjadi tanda bahwa ia sudah bersiap untuk bisa merangkak. Menggemaskan, ya?

Bayi yang berguling ini mempersiapkan dirinya untuk mampu merangkak dan berjalan. Untuk itu, pastikan Moms untuk tetap mengawasi dan tidak meninggalkan Si Kecil di tempat tidur atau permukaan tinggi lainnya.

Tujuannya untuk mencegah terjadinya cedera atau terjatuh. Selain itu, pastikan Moms juga memeriksa keamanan di sekitar tempat bayi berguling.

Bayi berusia 5 bulan yang tengah belajar berguling tentunya membutuhkan tenaga yang besar bagi bayi. Ada hal yang bisa Moms lakukan untuk memaksimalkan hal tersebut. Cara ini bisa disebut juga sebagai latihan kekuatan untuk Si Kecil.

“Berguling membutuhkan kontrol kepala dan kekuatan yang baik pada otot leher dan lengan bayi. Maka, sebaiknya berikan tummy time yang lebih banyak. Hal ini akan mendorong dia untuk bisa mengangkat kepala dengan menggunakan lengannya,” ungkap Dr. Sheryl Pitner, asisten profesor pediatri di University of Nebraska Medical Center.

Ketika bayi semakin makin kuat, maka ia mampu menendang kakinya, mengayunkan lengannya seolah-olah sedang berenang, dan mampu berguling dengan baik.

Nah, pergerakan bayi yang semakin aktif kadang membuat beberapa orang tua khawatir untuk meletakkan bayi tidur di boks bayi. Alasannya, tidur tengkurap bisa meningkatkan risiko terjadinya sudden infant death syndrome (SIDS) atau sindrom kematian bayi mendadak.

Namun, Moms dan Dads tidak perlu terlalu cemas. Hal terpenting adalah memerhatikan lingkungan tidur bayi tetap aman. Maksudnya, pastikan tidak ada bantal, boneka, selimut longgar, pakaian longgar, atau apa pun yang berada di boks bayi. Cara ini dilakukan untuk mencegah terjadinya SIDS.

Baca Juga: 5 Tips Membuat Tummy Time Bayi Menyenangkan, Yuk Dicoba!

Kekuatan dan Motorik Tangan Perkembangan Bayi 5 Bulan

Perkembangan Bayi 5 Bulan

Foto: Orami Photo Stock

Perkembangan selanjutnya adalah kekuatan dan motorik tangan bayi yang berusia 5 bulan. Seperti disebutkan sebelumnya, tummy time harus sering dilakukan bayi. Tujuannya juga semakin memperkuat lengan-lengan kecilnya agar mampu merangkak.

Hal yang bisa Moms perhatikan juga pada usia 5 bulan adalah genggaman bayi yang semakin kuat. Ia mampu menarik benda lebih dekat dan mengambil di telapak tangannya.

Kemudian, Si Kecil juga mampu memindahkannya dengan mahir dari satu tangan ke tangan lainnya. Mungkin saja, bayi juga sudah bisa memegang botol susunya sendiri. Tentunya, perkembangan ini juga menjadi persiapan bayi untuk mengonsumsi makanan padat.

Keterampilan motorik halus bayi juga semakin meningkat. Ia dapat mengulurkan tangannya ketika melihat Moms membungkuk. Hal tersebut adalah bentuk komunikasinya untuk minta digendong. Dilansir dari laman Raising Children, bayi berusia 5 bulan juga akan menggunakan matanya untuk membimbing tangan.

Ia dapat meraih satu benda dan meletakkannya di mulut. Ditambah lagi, bayi berusia 5 bulan juga mulai tumbuh gigi awal. Hal ini membuat gusinya bisa terasa gatal dan ingin memasukkan benda ke mulut.

Menyentuh dan merasakan adalah caranya untuk belajar tentang berbagai hal. Maka dari itu, sebaiknya Moms perhatikan benda-benda yang dipegang Si Kecil. Selalu jaga kebersihan dan keamanannya untuk mencegah terjadinya infeksi penyakit pada tubuh bayi.

Baca Juga: Begini Perkembangan Panca Indra Bayi di Enam Bulan Pertama Kehidupan

Babbling, Perkembangan Bayi 5 Bulan

Perkembangan Bayi 5 Bulan

Foto: Orami Photo Stock

Kata pertama dari Si Kecil mungkin saja baru akan terdengar saat ia berusia 12 sampai 15 bulan. Namun, hal yang harus Moms pahami pada usia 5 bulan, bayi akan mulai belajar untuk babbling. Babbling adalah bentuk ocehan bayi, tapi bukan sekadar ocehan.

Moms dan Dads mungkin saja akan mendengar ‘da-da-da’, ‘ga-ga-ga, atau ‘ba-ba-ba’. Ya, terdengarnya memang tidak jelas, namun sebenarnya babbling adalah bentuk pembelajaran pertama bayi tentang bahasa.

Babbling adalah aktivitas linguistik yang fundamental. Artinya, saat bayi mulai babbling, maka hal ini juga terhubung pada otak kirinya untuk mengendalikan bahasa. Maka, bisa dikatakan, babbling pada bayi adalah gagasan pada otaknya untuk belajar bahasa,” ungkap Dr. Laura-Ann Petitto, peneliti dari Dartmouth.

Pendapat ini didukung pula oleh Dr. Elizabeth Bates, direktur Pusat Penelitian Bahasa di University of California, San Diego. Dr. Bates mengungkapkan, otak manusia sudah untuk pembelajaran sosial. Otak mampu menerima berbagai budaya, teknologi, dan bahasa.

“Bayi babbling dari sisi kanan mulut yang berhubungan dengan otak kiri. Otak kiri bertanggung jawab atas aktivitas motorik halus. Otak kiri juga lebih responsif terhadap rangsangan pendengaran yang kompleks, tidak hanya ucapan namun juga urutan nada,” ujar Dr. Bates.

Hal ini juga yang mendukung bayi berusia 5 bulan akan jauh lebih ekspresif dengan suaranya. Si Kecil akan mampu menunjukkan raut wajah ketika ia merasa bahagia, sedih, bosan, takut, atau malu. Membaca raut wajah dan mendengar intonasi suaranya bisa membantu Moms untuk mengetahui apa yang ia inginkan.

Pada usia 5 bulan, bayi juga mulai mencari tahu perbedaan antara orang tua, pengasuh, orang dewasa, atau anak-anak lainnya. Hal ini berkaitan juga pada penglihatannya di usia 5 bulan mampu melacak objek bergerak dan mampu melihat lebih jauh dari sebelumnya. Untuk itu, ia akan mudah terikat kepada orang tuanya, anggota keluarga, atau dengan pengasuhnya karena sering menghabiskan waktu bersamanya.

Baca Juga: Moms Tahu, Kapan Bayi Bisa Mulai Bicara?

Stimulasi Penting saat Perkembangan Bayi 5 Bulan

Perkembangan Bayi 5 Bulan.jpg

Foto: babycentre.com

Nah, Moms sudah tahu beberapa perkembangan bayi 5 bulan. Ia sudah mulai mampu berguling, menggerakkan tangan dengan lebih aktif, lebih ekspresif, dan mulai babbling. Lantas, seperti apa stimulasi yang tepat agar perkembangan dan pertumbuhannya semakin maksimal ke depannya?

Raising Children mengungkapkan, pada usia 5 bulan, stimulasi yang diberikan untuk perkembangan motorik anak dengan bermain bersamanya. Saat bayi berusia 5 bulan, bayi akan menjadi jauh lebih sosial dan interaktif serta lebih aktif secara fisik, sehingga bermain menjadi lebih penting dari sebelumnya.

Moms dapat mengajaknya berbicara, menyanyikan lagu untuknya, membaca buku, memberikan mainan padanya, membuat suara lucu, dan melakukan tummy time. Kegiatan sederhana ini bisa menjadi stimulasi yang baik untuk perkembangan bayi.

“Berbicara pada Si Kecil, membaca, dan bernyanyi dapat membantu membangun kepribadiannya, mendorong perkembangan bahasa, dan meningkatkan ikatan antara ibu dan anak,” ungkap Dr. Ray Tsai, presiden dan kepala tugas medis Children’s Health Pediatric Group di Dallas.

Ternyata, bermain bersama ternyata juga mampu membantu bayi merasa lebih dicintai dan aman. Moms juga bisa memberikan mainan yang sesuai dengan perkembangan usianya.

“Coba berikan bayi mainan yang dapat mengeluarkan suara berbeda sebagai respons terhadap aksi yang berbeda. Lihat seberapa cepat dia memahami perubahan suara tersebut,” ujar Jennifer Halpern, psikoterapis dari New York.

Permainan sederhana lainnya yang bisa Moms coba adalah peekaboo. Terlihat sederhana, tapi ternyata permainan ini mampu merangsang ingatan anak yang sedang bertumbuh. Selain itu, permainan ini mengajarkan ia untuk mengurangi kecemasan perpisahan saat Moms sedang pergi.

Baca Juga: 3 Mainan untuk Merangsang Motorik Halus Bayi 0-12 Bulan, Catat!

Nutrisi saat Perkembangan Bayi 5 Bulan

Perkembangan Bayi 5 Bulan-1.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Tentunya, nutrisi bayi saat berusia 5 bulan dilengkapi dari ASI eksklusif. Makanan pendamping ASI atau MPASI sebaiknya diberikan setelah ia berusia 6 bulan.

Namun, pada beberapa bayi, usia 5 bulan bisa menjadi pertimbangan untuk memperkenalkan makanan padat. Jangan asal menebak, ya, Moms, melainkan dengan memerhatikan beberapa tanda-tanda bahwa Si Kecil sudah siap untuk menerima MPASI.

Menurut American Academy of Pediatrics menunjukkan beberapa tanda bayi sudah siap menerima MPASI, yaitu ketika bayi sudah bisa mengangkat kepala sendiri.

Ketika bayi mampu memindahkan makanan dari sendok ke mulut serta menunjukkan minat ketika meraih sendok atau menonton orang lain makan. Berat badan bayi pada usia ini juga setidaknya harus 13 kilogram atau dua kali lipat berat lahirnya.

Jika bayi sudah menunjukkan tanda siap menerima MPASI, Moms bisa memulainya dengan berbagai jenis makanan bayi yang sudah tersedia.

Hindari memberikan bayi terlalu banyak makanan mengandung bit, wortel, bayam, atau lobak. Sebab, sayuran ini terkadang memiliki kadar nitrat yang tinggi sehingga bisa menyebabkan jumlah darah rendah atau anemia.

Tidak perlu terlalu ambisius untuk langsung memberikan sumber makanan bergizi pada bayi. Faktanya, pengenalan berbagai makanan harus dilakukan satu-persatu.

Namun, ingat Moms, meskipun bayi sudah mulai mampu bereksperimen dengan makanan padat, mereka masih bergantung pada ASI sebagai nutrisi utama. Bayi berusia 5 bulan masih menyusui setiap tiga hingga lima jam sekali.

Baca Juga: Menidurkan Bayi dengan Menyusui, Boleh atau Tidak?

Kualitas Tidur saat Perkembangan Bayi 5 Bulan

Perkembangan Bayi 5 Bulan

Foto: Orami Photo Stock

Sepertinya, masa-masa Moms dan Dads begadang sepanjang malam akan segera berakhir. Dilansir dari WebMD, sebagian besar bayi berusia 5 bulan akan tidur sepanjang malam. Nah, cara untuk mendorong bayi mengikuti ritme tidur malam hari yang teratur, Moms bisa mencoba beberapa rutinitas sebelum tidur.

Misalnya dengan bercerita atau bernyanyi dengan lembut sampai mata anak benar-benar terlelap. Pada usia 5 bulan, bayi bisa tidur selama 10 atau 11 jam berturut-turut.

Sedangkan, pada siang hari, bayi tetap membutuhkan tidur 4 sampai 5 jam yang dibagi menjadi beberapa waktu. Moms bisa menidurkan bayi setelah ia makan siang. Terpenting, cobalah untuk tidak menidurkan bayi sampai ia benar-benar lelah dan rewel.

Biasanya, sampai ia berusia 6 bulan, bayi akan mudah merasa cemas ketika Moms tidak berada di dekat. Maka itu, ia akan rewel ketika ibunya hanya ke kamar mandi. Untuk itu, pastikan jadwal tidur bayi secara rutin agar Moms juga memiliki waktu untuk melakukan aktivitas yang lain.

Itulah perkembangan bayi 5 bulan yang dapat diketahui. Tetap berikan stimulus yang menyenangkan dan bermanfaat demi perkembangan dan pertumbuhannya ke depan, ya, Moms!

Artikel Terkait