3-12 BULAN
19 November 2020

Perkembangan Bayi 6 Bulan: Apa yang Perlu Moms Perhatikan?

Ketahui sejauh mana tumbuh kembang Si Kecil yang berusia 6 bulan, Moms
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Serenata Kedang
Disunting oleh Ikhda Rizky Nurbayu

Tak terasa Si Kecil sudah tumbuh hingga berumur 6 bulan. Bagi Moms dan Dads yang mengamati perkembangannya, pasti akan menyadari beberapa hal baru yang sudah bisa Si Kecil lakukan. Caranya bermain, belajar, dan bergerak menunjukkan tanda-tanda sejauh apa perkembangannya.

Seperti apakah perkembangan bayi 6 bulan pada umumnya?

Perkembangan Bayi 6 Bulan

Di usia bayi yang mencapai 6 bulan, mungkin Moms dan Dads akan mulai kewalahan karena Si Kecil mulai bisa melakukan beberapa hal seperti merangkak, bangun kemudian duduk, serta berguling-guling.

Perkembangan otaknya juga membuat Si Kecil ingin menjelajahi dan penasaran terhadap benda-benda dan lingkungan sekitarnya. Dampaknya, Si Kecil akan mulai berusaha memegang barang-barang dan memasukkan ke dalam mulutnya. Inilah empat kategori perkembangan yang harus Moms dan Dads perhatikan ketika menemani Si Kecil.

1. Perkembangan Sosial dan Emosional

Perkembangan Bayi 6 Bulan perkembangan sosial.jpg

Foto: freepik.com

Di umur 6 bulan, bayi sudah mengenali wajah-wajah yang familiar dan mengerti wajah orang asing. Bayi senang bermain, terutama dengan orang tua dan boneka.

Perkembangan emosionalnya juga mulai terbentuk, bayi sudah bisa merespon emosi orang lain dan sering terlihat senang. Tanda perkembangan sosial lainnya adalah bayi suka melihat bayangan dirinya di cermin.

Baca Juga: Ini 5 Manfaat Main Boneka untuk Perkembangan Si Kecil

2. Perkembangan Komunikasi dan Bahasa

Perkembangan Bayi 6 Bulan perkembangan komunikasi.jpg

Foto: freepik.com

Perkembangan kemampuan bayi untuk mulai bisa berkomunikasi ditandai dengan merespon pada suara dengan membuat suara. Si Kecil juga akan mulai berusaha untuk berbicara dan mengeluarkan suara seperti “ah”, “eh”, “oh”, dan konsonan seperti “m” dan “b”.

Di umur 6 bulan ini, bayi Moms dan Dads mulai akan mengerti namanya sendiri dan merespon ketika dipanggil atau ketika orang tuanya membuat suara. Si Kecil juga sudah mampu mengekspresikan perasaan senang dan tidak senang dengan mengeluarkan suara-suara.

3. Perkembangan Kognitif

Perkembangan Bayi 6 Bulan perkembangan kognitif.jpg

Foto: freepik.com

Perkembangan Si Kecil untuk belajar, berpikir, dan menyelesaikan masalah juga mulai menunjukkan tanda-tanda. Si Kecil mulai sering melihat-lihat benda di sekitarnya.

Rasa penasaran Si Kecil mulai terbentuk, sehingga Si Kecil akan berusaha mengambil barang-barang yang jauh dari jangkauan dengan tangan kecilnya.

Kemampuannya memindahkan barang dari tangan yang satu ke tangan lainnya juga mulai terlihat. Moms dan Dads juga harus meningkatkan kewaspadaan karena Si Kecil akan mulai sering memasukkan berbagai hal ke mulut.

Baca Juga: Bolehkah Bayi 6-12 Bulan Makan Selai Kacang?

4. Perkembangan Fisik

Perkembangan Bayi 6 Bulan perkembangan fisik.jpg

Foto: freepik.com

Si Kecil yang mencapai usia 6 bulan mulai menunjukkan kemampuannya untuk duduk sendiri tanpa sandaran di punggung atau mulai dapat duduk dengan baik di kursi bayi.

Si Kecil mungkin senang ketika Moms atau Dads menopangnya dalam posisi berdiri, dalam posisi ini Si Kecil biasanya senang melompat-lompat kecil.

Kegiatan ini selain menyenangkan untuk anak, juga bermanfaat untuk melatih kekuatan otot kakinya agar semakin siap menopang berat tubuhnya untuk berjalan di kemudian hari.

Saat dalam posisi tidur, anak mampu menggulingkan badan ke kiri, kanan, telungkup dan telentang tanpa masalah. Si Kecil mulai mampu merangkak, bergerak maju dan mundur, terkadang merangkak mundur terlebih dahulu sebelum maju ke depan.

Waspada Perkembangan Bayi 6 Bulan

Jurnal Developmental Milestones membahas tentang pentingnya mengenali tanda-tanda perkembangan yang terlambat pada anak sedini mungkin.

Tahun pertama perkembangan bayi sangat krusial untuk kemampuan belajar dan berkembang dalam hidup anak kelak. Pencapaian (milestones) mengikuti alur yang dapat diprediksi pada bayi serta anak-anak, dan kemampuan perkembangan di masa depan ini dibangun berdasarkan pencapaian kemampuan sebelumnya.

Memahami pencapaian perkembangan yang normal dapat membantu dokter untuk mengetahui mana perkembangan yang terlambat. Penelitian menunjukkan bahwa hasil dari mengintervensi kehidupan anak sedini mungkin, memberikan dampak yang positif ketika anak harus menerima terapi yang dibutuhkan seperti terapi bicara atau berbahasa atau terapi fisik.

CDC (Centers for Disease Controls and Prevention) memberikan saran apabila Moms dan Dads mendapati Si Kecil tidak menunjukkan tanda-tanda perkembangan di usia 6 bulan sebagaimana mestinya, Moms dan Dads dapat mempertimbangkan untuk berkonsultasi dengan dokter anak segera.

Tanda-tanda yang menunjukkan bayi 6 bulan mungkin memiliki masalah perkembangan atau kondisi medis tertentu yaitu:

  • Tidak berusaha mengambil benda-benda yang berada dalam jangkauan
  • Tidak menunjukkan perasaan kasih sayang kepada orang tua atau pengasuh
  • Tidak menunjukkan respon terhadap suara-suara di sekitarnya
  • Memiliki kesulitan untuk membawa barang-barang ke mulut
  • Tidak membuat suara seperti “ah”, “eh”, atau “oh”
  • Tidak mampu berguling ke arah manapun
  • Tidak tertawa atau membuat suara pekikan
  • Terlihat sangat kaku dengan otot-otot yang menegang
  • Terlihat loyo dan lemas seperti boneka

Baca Juga: Cegah Lemas Akibat Dehidrasi, Ikuti 4 Kiat Ampuh Agar Anak Moms Suka Minum Air Putih

Perkembangan Bayi 6 Bulan dan Stimulasinya

Penelitian Infant Communication and Subsequent Language Development in Children from Low Income Families menyatakan bahwa stimulasi kognitif di usia 6 bulan bagi bayi memiliki dampak penting pada kapasitas komunikasi bayi, seperti mengikuti pandangan mata, mengekspresikan emosi, dan kapasitas bayi untuk meminta perhatian orang lain.

Agar Si Kecil tumbuh dengan optimal, apa saja yang Moms dan Dads bisa lakukan untuk perkembangan bayi 6 bulan dan stimulasinya?

1. Membaca

Perkembangan Bayi 6 Bulan membaca.jpg

Foto: freepik.com

Usia bayi 6 bulan adalah saat yang tepat untuk memperkenalkan bayi dengan buku dan kata-kata. Moms dan Dads bisa memulai dengan buku cerita anak-anak yang penuh warna dan gambar.

Beberapa buku dirancang khusus untuk menstimulasi otak bayi dengan sentuhan dan melatih sensorik Si Kecil, misalnya buku yang di dalamnya terdapat contoh tekstur permukaan bulu binatang, kain, atau kayu.

Buku yang dirancang untuk bayi biasanya memiliki bahan yang tidak mudah robek, sehingga lebih aman saat bayi mencoba menggigitnya atau menariknya dengan kasar.

Moms dan Dads juga bisa membacakan buku cerita yang ringan. Bacalah dengan perlahan, tak lupa tambahkan gestur tubuh dan emosi saat membacakannya. Ajaklah Si Kecil untuk tertawa atau terkejut agar semakin interaktif.

Semakin hari, Si Kecil kesayangan Moms dan Dads akan semakin berkembang kemampuan bahasa dan komunikasinya. Otak anak akan berusaha menangkap dan mempelajari bahasa yang mereka dengar.

Dengan latihan membaca, akan membantu perkembangan bahasa, mendengar, dan sensorik pada Si Kecil. Buku bergambar yang berwarna warni juga membantu bayi memproses gambar di otaknya.

Baca Juga: 7 Cara Meningkatkan Minat Baca Anak di Era Digital

2. Bertepuk Tangan

perkembangan bayi 6 bulan tepuk tangan.jpg

Foto: pexels.com

Aktivitas bertepuk tangan sungguh menyenangkan untuk Si Kecil. Agar Si Kecil semakin semangat, Moms atau Dads bisa ikut bertepuk tangan bersamanya. Bertepuk tangan memberikan perasaan yang menyenangkan untuk Si Kecil karena mengeluarkan suara.

Jika bayi belum bisa bertepuk tangan, Moms atau Dads bisa mengajarkan mereka terlebih dahulu. Ambilah tangan Si Kecil dan bantu mereka bertepuk tangan dengan perlahan.

Agar lebih menyenangkan baginya, Moms dan Dads dapat mengajari tepuk tangan sambil mengikuti irama atau lagu kesukaan Si Kecil. Contoh lagu yang sering digunakan untuk belajar bertepuk tangan adalah “If You’re Happy and You Know It” dan “Cicak Cicak di Dinding”.

Belajar bertepuk tangan mengajarkan Si Kecil untuk mengenal suara dan memproduksi suara sendiri. Belajar bertepuk tangan disertai lagu juga bermanfaat memperkenalkan anak kepada dunia lagu dan irama.

3. Mengobrol

Perkembangan Bayi 6 Bulan mengobrol.jpg

Foto: freepik.com

Mendukung perkembangan bayi 6 bulan dan stimulasinya seperti mengajak Si Kecil berbicara, memiliki dampak yang cukup besar untuk perkembangan bahasa dan melatih pendengarannya.

Ketika anak menggumamkan sesuatu, ia sedang berusaha membangun komunikasi dengan Moms dan Dads. Jadi, merespon dengan senyum dan kata-kata akan menstimulasi mereka untuk berlatih berkomunikasi.

Moms dan Dads dapat mencoba mengajari mereka kata-kata yang mudah dan berada di sekitar mereka sambil menunjuk ke arah benda tersebut. Misalnya baju, susu, boneka, dan benda lain yang berada di dekat mereka.

Baca Juga: 5 Manfaat Membacakan Buku Cerita untuk Anak

4. Peek-a-boo/Cilukba

Perkembangan Bayi 6 Bulan cilukba.jpg

Foto: freepik.com

Permainan sederhana ini sering dilakukan oleh orang tua untuk membuat anak bayi tertawa. Ternyata, permainan cilukba mampu memperkenalkan konsep keabadian objek, yaitu konsep di mana orang atau benda memiliki keberadaan walaupun tidak terlihat mata.

Moms dan Dads dapat bermain dengan Si Kecil dengan dua cara. Pertama, cara klasik dengan menutup wajah menggunakan tangan, kemudian membukanya dan berseru “cilukba!”.

Si Kecil akan berusaha menarik tangan Moms dan Dads setelah dilakukan beberapa kali dan tertawa. Cara kedua, Moms dan Dads bersembunyi di balik sofa, ranjang, atau tirai, kemudian muncul tiba-tiba sambil berseru “cilukba!”.

Untuk menambah stimulasi otot motorik halus bayi, orang tua bisa menyembunyikan buku, mainan, atau objek lain dan ditutupi selimut setengahnya. Ajak bayi untuk mencarinya dan naikkan tingkat kesulitan dengan menutupi seluruh objek.

5. Berayun di Kaki

Perkembangan Bayi 6 Bulan berayun.jpg

Foto: freepik.com

Membantu perkembangan bayi 6 bulan dan stimulasinya juga dapat dilakukan dengan bermain di pangkuan Moms atau Dads. Bayi secara alami senang berada di pangkuan orang tuanya, posisikan mereka duduk menghadap Moms atau Dads kemudian ajak mereka berayun ke depan dan ke belakang, Moms atau Dads dapat mengangkat dan menurunkan mereka dengan kecepatan yang berbeda.

Gerakan ini terasa menyenangkan untuk anak-anak. Si Kecil akan tertawa dan mungkin minta Moms atau Dads melakukannya lagi. Kegiatan bermain bersama ini bermanfaat untuk menstimulasi gerakan tubuhnya.

Baca Juga: 3 Resep MPASI Pertama Untuk Bayi 6 Bulan

6. Bermain Gelembung Sabun

Perkembangan Bayi 6 Bulan gelembung.jpg

Foto: freepik.com

Untuk membantu penglihatan pada perkembangan bayi 6 bulan dan stimulasinya, Moms dan Dads dapat bermain gelembung sabun dengan Si Kecil. Penglihatan bayi di umur 6 bulan seharusnya sudah dapat melihat dan fokus pada gelembung yang beterbangan dan berkilauan.

Moms dan Dads dapat membeli cairan gelembung sabun di toko mainan atau membuatnya sendiri dengan mencampur sabun dan air. Cukup tiupkan di sekitar bayi dan biarkan Si Kecil menikmati pemandangan gelembung di sekitarnya, mungkin Si Kecil juga akan berusaha menangkap gelembung-gelembung tersebut dengan tangannya.

Aktivitas ini dapat membangun kemampuan konsentrasinya, koordinasi mata dan tangan, serta melatih indera penglihatan.

Mengamati perkembangan Si Kecil dapat menjadi pengalaman yang tak terlupakan untuk Moms dan Dads. Memastikan mereka tumbuh sehat, kuat, dan cerdas adalah harapan bagi orang tua.

Bantuan Moms dan Dads di awal perkembangan mereka sangatlah penting, selain membuat ikatan emosional semakin kuat, Moms dan Dads juga dapat menyadari kebutuhan Si Kecil dengan lebih detail. Semoga Si Kecil sehat selalu, ya!

Artikel Terkait