PROGRAM HAMIL
1 Januari 2018

Perkembangan Janin Minggu Ke-35

Ini saat yang tepat untuk membicarakan rencana persalinan bersama pasangan dan dokter
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh (fitria.rahmadianti)
Disunting oleh (fitria.rahmadianti)

PERKEMBANGAN JANIN

Pendengaran bayi sudah berfungsi secara sempurna. Lemak di tubuh bayi mulai memadat, fungsinya untuk memberikan kehangatan pada tubuhnya.

Kepala bayi sudah mulai memasuki panggul. Apabila bayi Moms laki-laki, maka di bulan ini testisnya telah terbentuk sempurna dan sudah berada di kantung skrotum sekarang (kantung zakar). Berat janin sekarang mencapai 2,2 kg dengan panjang total 45 cm.

Sebagian besar organ janin sudah sempurna saat ini. Ia mempunyai sepasang ginjal yang berkembang sempurna. Hatinya juga sudah bisa memproses sebagian produk buangan. Perkembangannya minggu ini akan berkonsentrasi untuk meningkatkan berat badan.

TUBUH MOMS

Bayi membesar dan sangat sempit dalam rahim sehingga Moms mungkin merasa ia tidak banyak bergerak lagi. Meskipun demikian, Moms bisa mengamati siku, kaki, atau kepalanya yang menonjol dari perut ketika ia meregang dan menggeliat.

Banyak wanita mengalami nyeri atau berdenyut pada pinggul, bokong, atau panggul selama minggu-minggu terakhir kehamilan. Selain itu, Moms mungkin mulai merasakan peningkatan frekuensi berkemih.

Hal ini dapat terjadi karena janin yang semakin besar mulai menekan kandung kemih. Kurangi minum sebelum tidur dapat membantu mengurangi frekuensi berkemih di malam hari.

Produksi ASI di payudara Moms dapat menyebabkan sedikit rembesan yang disebut kolostrum. Mulai minggu ini, Moms akan diminta untuk datang kontrol ke dokter 1 minggu sekali.

Saat ini juga merupakan saat yang tepat untuk membicarakan rencana persalinan bersama pasangan dan dokter. Persiapkan juga barang-barang yang akan dibawa apabila Moms akan bersalin nantinya.

TIPS: OPERASI CAESAR

Operasi caesar dapat direncanakan atau tidak direncanakan. Beberapa indikasi untuk melakukan operasi caesar adalah:

  • Riwayat operasi caesar sebelumnya dengan insisi klasik vertikal, atau operasi caesar lebih dari 1 kali.
  • Riwayat operasi rahim sebelumnya (miomektomi).
  • Janin kembar (beberapa bayi kembar dapat dilahirkan secara pervaginam namun bagi mereka yang memiliki risiko tinggi atau mengandung kembar lebih dari 2 direkomendasikan untuk menjalani operasi caesar).
  • Bayi besar (makrosomia, memiliki berat > 4 kg).
  • Disproporsi sefalo-pelvis (CPD) atau ukuran panggul yang tak sesuai.
  • Posisi bayi sungsang (bokong di bawah) atau melintang.
  • Plasenta previa (plasenta menutupi jalan lahir) atau abruptio plasenta atau plasenta terlepas.
  • Moms adalah pengidap HIV positif.
  • Bayi memiliki kelainan yang membuat persalinan normal berisiko tinggi.


Moms dapat ditemani pasangan atau keluarga ketika melahirkan dengan operasi caesar (tergantung kebijakan rumah sakit). Moms akan diberikan anestesi (bius) epidural atau spinal yang akan mematikan separuh bawah badan. Moms masih sadar namun tidak akan merasakan sakit.

Operasi ini umumnya berlangsung selama 30 menit. Ada beberapa kerugian operasi caesar, antara lain komplikasi (infeksi, perdarahan, syok), Moms akan tinggal di rumah sakit lebih lama, dan pemulihan di rumah pascaoperasi lebih lama dari persalinan normal (4-6 minggu).

Narasumber: dr. Ariefandy Pambudi, SpOG (RSIA Kendangsari MERR Surabaya)

Artikel Terkait