BAYI
4 September 2020

Perkembangan Kebiasaan Makan pada Bayi Dalam Satu Tahun Pertamanya

Catat perkembangan kebiasaan makan pada bayi ini agar mudah untuk menyesuaikan makanannya
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Fia Afifah R
Disunting oleh Ikhda Rizky Nurbayu

Perkembangan kebiasaan makan pada bayi sangat ditentukan pada awal kehidupannya. Sejak masuk usia makan makanan padat, apa yang sering Moms perkenalkan akan menjadi preferensinya di kemudian hari.

Para peneliti di the University at Buffalo School of Medicine and Biomedical Sciences melihat lebih dari 1.500 bayi berusia enam bulan hingga 12 bulan. Mereka melakukan penelitian tentang konsistensi bayi akan menentukan preferensinya terhadap makanan.

Penulis utama studi Xiaozhong Wen, MBBS, PhD mengatakan, Jika Moms lebih banyak menawarkan makanan sehat, Si Kecil akan perlahan menyukainya. “Tetapi jika Anda selalu menawarkan makanan manis atau berlemak, bayi akan mengembangkan preferensi yang lebih kuat untuk itu," jelasnya.

Menurut penelitian tersebut, makanan sehat atau berlemak sangat terkait dengan status sosial ekonomi. Sementara pola diet sangat sulit diubah setelah tahun pertama bayi. "Kami memiliki kesempatan untuk mulai melakukan perubahan pola makan pada awal kehidupan," katanya.

Preferensi yang Salah, Timbulkan Obesitas

Penelitian Menunjukkan Perkembangan Kebiasaan Makan pada Bayi Dalam Satu Tahun Pertamanya -1.jpg

Foto: Themarketmail.com

Obesitas mempengaruhi sekitar 10 persen anak-anak Amerika usia 2-5, berakar pada kebiasaan makan yang buruk yang dimulai antara usia 12 dan 24 bulan, menurut studi yang dipresentasikan pada pertemuan ilmiah tahunan The Obesity Society http://www.obesity.org/.

Makanan yang rendah biji-bijian, buah-buahan, sayur-sayuran, camilan berkalori tinggi, dan jumlah lemak jenuh yang tinggi adalah semua faktor dalam makanan bayi yang sangat memengaruhi kebiasaan makan di kemudian hari dan juga mempengaruhi berat badannya.

"Kita melihat kebiasaan makan yang buruk dimulai sejak dini, dan itu mencerminkan kebiasaan anak-anak yang lebih tua dan orang dewasa. Orang tua dan pengasuh perlu tahu bahwa pola makan ditetapkan sejak dini - antara 12 hingga 24 bulan. Sangat penting untuk membangun fondasi untuk kesehatan," kata Kathleen Reidy, DrPH, RD, heads the Nutrition Science department for Nestlé Infant Nutrition, yang melakukan penelitian.

Para peneliti merekomendasikan beberapa daftar perubahan yang dapat dilakukan orang tua. Penyesuaian kecil ini akan berpengaruh pada perkembangan kebiasaan makan bayi dan membuat perbedaan besar dalam kesehatan Si Kecil, seperti;

  • Pikirkan camilan sebagai ‘makanan mini’ yang harus merupakn makanan sehat, makanan padat gizi seperti buah, yogurt rendah lemak, atau produk gandum yang berbentuk kecil,
  • Berikan banyak air daripada minuman yang berpemanis,
  • Batasi daging berlemak tinggi seperti hot dog dan lebih beik memberikan daging tanpa lemak seperti kalkun, atau sayuran padat protein seperti alpukat.

Baca Juga: Pengaruh Negatif Media Sosial Pada Kebiasaan Makan Anak

Patokan Perkembangan Kebiasaan Makan Bayi

Penelitian Menunjukkan Perkembangan Kebiasaan Makan pada Bayi Dalam Satu Tahun Pertamanya -2.jpg

Foto: Flo.health

Sejak menyusui, bayi sudah menunjukkan perkembangan kebiasaan makannya. Konsultan laktasi Karyn-Grace Clarke mengatakan, penting untuk memberi makan bayi sesuai permintaan. Itu akan membantu bayi mengendalikan asupan.

"Kadang-kadang seorang bayi lapar untuk makan, kadang-kadang dia hanya ingin sedikit makanan ringan, dan kemudian dia mungkin haus dan hanya perlu beberapa teguk susu," katanya.

Usia 0 hingga 6 bulan, ASI adalah makan utama untuk bayi. Di bulan-bulan awal kehidupannya, Si Kecil masih beradaptasi dan belum menemukan pola menyusui yang sesuai dengan kebutuhannya.

Makanya jangan kaget jika di beberapa bulan pertama, Si Kecil akan kehilangan berat badannya sebelum kembali ke berat badan semula dan memiliki perkembangan berat badan yang signifikan setiap bulannya.

Baca Juga: Moms, Begini Cara Mengajarkan 5 Kebiasaan Makan Sehat pada Balita

Selanjutnya, Si Kecil sudah memiliki pola menyusu. Michelle Raghubar dari Brampton, Ont., mengatakan bahwa bayi juga akan mengalami lonjakan pertumbuhan yang mengakibatkan bayi sering menyusu.

“Saya tidak khawatir. Saya pikir dia akan mengalami percepatan pertumbuhan lagi, dan ini adalah caranya mendapatkan lebih banyak susu saat dia membutuhkannya,” jelasnya.

Susan Evers, seorang profesor hubungan keluarga dan nutrisi terapan di University of Guelph di Ontario, mengatakan untuk menunggu sampai enam bulan untuk memberinya makan.

“Penelitian telah menunjukkan bahwa menambahkan makanan padat lebih awal dari enam bulan akan meningkatkan risiko bayi terhadap infeksi saluran pernapasan dan pencernaan. Jadi itu layak ditunda,” jelasnya.

Perhatikan tanda bayi siap makan, seperti duduk di kursi makan sendiri, ingin sekali menaruh sesuatu di mulutnya, dan memperhatikan Moms saat makan dengan penuh minat.

Saat itu, bayi juga menunjukkan perkembangan kebiasaan makan bayi, dari yang asalnya hanya mengkonsumsi cairan yaitu ASI atau susu formula bertambah dengan keinginan makan makanan padat.

Baca Juga: 4 Faktor Yang Memengaruhi Kebiasaan Makan Anak

Puree adalah makanan adaptasi pertama yang bisa Moms kenalkan untuk Si Kecil. Selain masih berbentuk cair, Si Kecil juga akan mengenal rasa lain selain ASI yang selama ini dikonsumsi.setelah itu, bayi akan memiliki preferensi yang berbeda tentang makanan dan tekstur yang diinginkan.

Moms bisa secara bertahap memberikan makanan dengan tekstur yang berbeda. Milai dari puree, puree yang lebih kental, finger food, makanan yang dicinccang kasar, hingga akhirnya makanan dengan tekstur makanan rumahan biasa.

"Squash, ubi jalar, wortel, dan kacang-kacangan seringkali menarik bagi bayi yang memulai makanan padat. Tetapi bahkan pada usia ini, bayi memiliki preferensi yang berbeda,” jelasnya.

Telusuri terus perkembangan kebiasaan makan bayi dan ikuti preferensinya untuk menentukan makan sehat dan bergizi bagi Si kecil.

Artikel Terkait