PERNIKAHAN & SEKS
3 Maret 2019

Perlukah Membicarakan Masa Lalu Dengan Suami?

Apa hanya perlu dipendam sendiri?
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Carla
Disunting oleh Carla


Masa lalu memang menjadi bagian tidak terpisahkan dengan kondisi yang sekarang. Apa yang Moms lalui di masa lalu mungkin menentukan kondisi Moms sekarang.

Nah, bagaimana dengan membicarakan masa lalu dengan suami? Apakah perlu dan penting suami mengetahuinya?

Baca Juga : Ini yang Harus Dilakukan Bila Keluarga Suami Suka Ikut Campur Urusan Pernikahan

Waktu adalah Segalanya

berbicara masa lalu dengan suami 01
Foto : biblicalgenderroles.com

Moms perlu memahami bahwa terkadang penyampaian apa yang terjadi pada masa lalu bisa saja salah atau benar tergantung dari waktu penyampaiannya.

Misalnya saat Moms marah dan kecewa terhadap suami, bisa saja Moms akan mulai membuat perbandingan.

“Jangan pernah membandingkan pasangan yang sekarang dengan hubungan sebelumnya,” kata Mike Goldstein, seorang pelatih kencan EZ Dating.

Jika dalam kondisi konflik, ada kata tersebut terucap maka membicarakan masa lalu adalah hal yang salah.

Rasa tidak puas ini akan memberikan pemahaman pada pasangan bahwa apa yang terjadi sekarang tidak lebih baik daripada masa lalu yang Moms alami.

Alangkah baiknya Moms memberikan saran untuk suami agar lebih baik lagi tanpa perlu membanding-bandingkan apa yang terjadi di masa lalu.

Selain itu, Moms perlu menceritakan apa yang jadi pengalaman sebagai salah satu cerita yang bisa dibagikan.

Luka-luka di masa lalu bisa Moms ceritakan agar suami bisa memahami masa lalu yang mungkin buruk dilalui.

Tetapi Moms perlu memperhatikan waktu dan cara berbicaranya. Jangan sampai Moms menyinggung perasaan suami yang mungkin menimbulkan pertengkaran.

Baca Juga : Suami Ekstrovert, Istri Introvert, Bagaimana Supaya Pernikahan Langgeng?

Membicarakan Masa Lalu Ternyata Ada Manfaatnya

berbicara masa lalu dengan suami 02
Foto : uswitch.com

Membicarakan masa lalu bisa menjadi sarana belajar yang paling baik bagi Moms dan pasangan.

Merefleksikan apa yang terjadi di masa lalu membuat Moms menemukan sesuatu dalam diri Moms yang mungkin dilakukan pada saat hubungan sebelumnya.

Dr. Karen Finn seorang terapis dari The Functional Divorce mengungkapkan pengalaman bisa membentuk karakter.

“Saat seseorang berkomunikasi atau berinteraksi dengan intens dengan orang lain. Maka bukan tak mungkin ada banyak pengaruh yang masuk ke dalam karakter orang tersebut,” ujarnya.

Bisa jadi apa yang Moms lakukan dan rasakan sekarang adalah efek dari hubungan sebelumnya.

Pasangan yang sekarang akan bisa memahami itu jika membicarakan masa lalu dengan suami. Ingat bahwa tujuannya bukan untuk membandingkan hubungan yang sebelumnya.

American Psychological Association mengungkapkan pembicaraan mengenai pembicaraaan akan memberikan hasil yang positif.

Baca Juga : Anti Bosan, Ini 6 Tips Pernikahan Langgeng Hingga Tua

Suami perlu mengetahui apa yang Moms rasakan dengan luka lama. Jika masih mengganjal hingga sekarang, maka berbicara secara bebas dan terbuka adalah hal yang penting.

Namun jangan utarakan secara detil sebab hal ini justru memicu pertanyaan dari suami. Cukup jelaskan apa yang terjadi dengan mantan dan apa yang membuat cerita tersebut masih berhubungan dengan kondisi yang sekarang.

Jangan lupa untuk mengetahui kondisi pasangan sebab setiap pasangan mungkin berbeda.

Bisa jadi ia memang tak mau mengetahui masa lalu Moms atau ada pasangan yang ingin mengetahui seluruh hal tentang Moms. Jangan ragu untuk menanyakan hal tersebut.

Pembicaraan mengenai masa lalu ini perlu dilakukan jika memang masa lalu memberikan pengaruh pada kehidupan yang sekarang.

Apakah Moms pernah mencoba membicarakan masa lalu dengan suami?

(GSA)

Artikel Terkait