BAYI
15 Juli 2019

Perlukah Mengganti Popok Bayi Saat Si Kecil Tidur?

Membangunkan bayi yang tertidur pulas dapat mengganggu kualitas tidur Si Kecil dan Moms.
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Carla Octama

Mengganti popok bayi yang basah merupakan hal wajib. Karena jika tidak, masalah kulit hingga infeksi bisa mengancam kesehatan bayi.

Namun, mengganti popok saat bayi tidur di malam hari juga seringkali menimbulkan masalah lain, dimana hal tersebut dapat membangunkan bayi dan tidak jarang membuatnya sulit untuk kembali tenang dan tertidur pulas.

Hal ini tentu akan memengaruhi kualitas tidur bayi dan Moms yang perlu mencoba beragam cara untuk membuat bayi tidur kembali.

Perlukah mengganti popok bayi yang basah ataupun penuh dengan kotoran saat bayi tidur? Temukan penjelasannya berikut ini.

Baca Juga : Tips Memilih Popok Bayi Sesuai Usianya

Perlukah Mengganti Popok Basah Saat Bayi Tertidur?

1 Popok Basah.jpg

Foto: nestedbean.com

Popok yang penuh dengan urin bayi tentu akan membuat bayi tidak nyaman. Namun, tidak jarang bayi tidur terlalu pulas, hingga tidak terbangun.

Jika Moms mengalami hal ini dan tidak mau mengganggu bayi tidur, maka tidak perlu segera mengganti popok bayi yang basah saat bayi tidur.

“Urin bayi tidak tidak terlalu konsentrat, jadi itu hanya mengganggu Si Kecil jika mereka tidak suka rasa basah yang ditimbulkan,” ungkap perawat dan konsultan laktasi dari Baby Prep Prenatal Sessions di Vancouver, Kathleen Mochoruk, seperti dikutip dari todaysparent.com.

Hal yang menjadi pengecualian adalah jika bayi sedang memiliki masalah ruam kulit atau luka terbuka.

Maka Moms perlu mengganti popok bayi yang basah, meski bayi tidur sudah sangat pulas, agar masalah kulit yang dialami Si Kecil tidak semakin bertambah parah.

Jika Si Kecil Buang Air Besar Saat Tertidur

2 Buang Air Besar.jpg

Foto: growingupgabel.com

Berbeda dengan popok basah karena urin, jika bayi buang air besar di popok, maka perlu menggantinya dengan segera meski bayi tidur.

“Popok bayi harus segera diganti setelah jelas bahwa bayi buang air besar. Kotoran dapat mengiritasi kulit atau lebih buruk lagi, menjadi penyebab infeksi kandung kemih, terutama pada bayi perempuan,” ungkap Dr. Ari Brown, seperti dikutip dari parents.com.

Saat mengganti popok di tengah waktu bayi tidur, jangan berinteraksi atau bermain dengan bayi seperti yang Moms lakukan saat siang hari.

Gantilah popok dengan cepat dan jika memungkinkan dalam keadaan gelap, sehingga dapat dengan mudah membuat bayi tidur kembali.

Baca Juga : Bayi Laki-Laki VS Perempuan, Mana Yang Lebih Rentan Terkena Ruam Popok?

Cegah Ruam Popok

3 Cegah Ruam Popok.jpg

Foto: verywellfamily.com

Jika Moms khawatir membiarkan bayi dengan popok basah saat bayi tidur dapat menyebabkan ruam popok, maka Moms bisa melakukan pencegahan terlebih dahulu.

Dikutip dari parenting.firstcry.com, aplikasikan krim anti ruam popok sesaat sebelum bayi tidur, meskipun ruam popok bayi belum terlihat.

Hal ini dapat menjadi pengalang antara kulit bayi dan popok basah untuk memastikan bayi terlindung dari ruam popok.

Pemilihan popok bayi juga dapat membantu mengurangi kemungkinan bayi mengalami ruam popok.

Pilihlah popok bayi dengan tingkat penyerapan tinggi yang biasa dibuat khusus untuk bayi tidur di malam hari.

Popok jenis ini biasanya memang lebih mahal, namun akan memberi kenyamanan dan kualitas tidur yang lebih baik bagi Moms juga bayi sepanjang malam.

(GS/CAR)

Artikel Terkait