ORAMI MAGAZINE
28 September 2019

Perlukah Suplemen Vitamin Untuk Bayi?

Cari tahu apa saja yang benar-benar dibutuhkan bayi
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Orami

Apakah Moms termasuk orang tua yang menambahkan suplemen vitamin dalam makanan yang harus dikonsumsi bayi?

Biasanya, para Moms melakukan hal tersebut karena takut tumbuh kembang Si Kecil terganggu jika tidak mengkonsumsinya. Tapi, apakah itu memang dibutuhkan?

Sebenarnya, suplemen vitamin untuk bayi tidak diperlukan. Apalagi bayi yang menyusui ASI ekslusif dan sehat selama tahun pertama.

Penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar vitamin, fluoride, zat besi, air, jus, susu formula dan makanan padat tidak bermanfaat bagi bayi yang disusui selama enam bulan pertama, dan beberapa bahkan bisa berbahaya.

American Academy of Pediatrics (AAP), otoritas terkemuka pada kesehatan anak-anak di Amerika Serikat, sebagaimana dikutip dari fatherly.com, tidak merekomendasikan multivitamin untuk anak-anak yang sehat.

Mengapa? Sebagian besar anak-anak tidak membutuhkannya. Terlalu banyak vitamin malah dapat menjadi racun.

Baca Juga: Bayi Baru Lahir Wajib Mendapat Suntik Vitamin K?

Berapa Banyak Vitamin yang Dibutuhkan Bayi?

Ternyata Bayi Tidak Butuh Suplemen Vitamin -1.jpg

Foto: swissmom.ch

Untuk tumbuh kembangnya, bayi yang sehat hanya membutuhkan sejumlah kecil vitamin esensial - seperti A, B, C, D, dan K.

Si Kecil dapat dengan mudah mendapatkan semua yang mereka butuhkan hanya dari makanan yang mereka makan.

George Fuchs, seorang ahli gastroenterologi anak di University of Kentucky dan anggota Komite Nutrisi AAP mengatakan, banyak makanan yang diperkaya dengan vitamin yang berbeda.

"Jika seorang anak dinyatakan sehat, mereka harus mendapatkan semua yang mereka butuhkan dari makanan mereka," kata George.

Ditambah lagi, tidak ada manfaatnya memberi Si Kecil lebih dari kadar vitamin yang disarankan.

Vitamin yang Dibutuhkan Bayi

Ternyata Bayi Tidak Butuh Suplemen Vitamin -2.jpg

Foto: theconversation.com

Kita akan melihat apa saja yang bayi dapatkan dari ASI, sebagaimana dikutip dari kellymom.com;

- Vitamin A: ASI adalah sumber alami vitamin A yang sangat baik. Cara terbaik untuk melindungi bayi dari kekurangan vitamin A adalah dengan pemberian ASI ekslusif.

Kekurangan vitamin A jarang terjadi pada bayi yang menyusui secara ekslusif.

- Vitamin B1 (Tiamin): Jika Moms mendapat cukup Tiamin, maka ASI juga akan mencukupi kebutuhan ini dan vitamin untuk bayi tidak diperlukan.

Jika Moms kekurangan Tiamin, maka Moms harus meningkatkan kadarnya. Moms bisa menambahkan Tiamin dalam menu makanan, karena vitamin ini larut dalam air.

- Vitamin B2 (Riboflavin): Vitamin untuk bayi ini tidak dianjurkan. Kadar riboflavin dalam ASI bersifat konstan dan mencukupi kebutuhan bayi.

- Vitamin B6: Jika Moms mendapat vitamin B6 dalam jumlah yang cukup, maka vitamin untk bayi sebagai tambahakn tidak diperlukan jika Si Kecil sehat.

Baca Juga: Yuk Ketahui Sejuta Manfaat ASI untuk Kesehatan Bayi

- Vitamin C: Kadar vitamin C harus ditambahkan jika dalam kasus tertentu, seperti bayi yang terkena penyakit kudis.

Suplemen vitamin C untuk Moms tidak secara signifikan mengubah jumlahnya dalam ASI, karena mereka tetap cukup konstan.

Tapi, jika Moms yang kekurangan vitamin C, mengkonsumsi suplemen akan ikut meningkatkan kadar ASI.

- Kalsium: Bayi yang menyusui ekslusif tidak membutuhkan kalsium tambahan dari yang mereka dapatkan dari ASI pada 6 bulan pertama, dan dari MPASI pada 6 bulan kedua.

Menurut Pernyataan Kebijakan AAP, tidak ada yang menunjukkan bahwa mengkonsumsi kalsium melebihi yang dibutuhkan bayi bermanfaat pada kesehatan dan tulang.

- Vitamin D: AAP merekomendasikan semua bayi menerima suplemen vitamin D rutin (400 IU per hari), karena penurunan kualitas dan paparan sinar matahari dan peningkatan rakhitis.

- Vitamin E

- Fluoride: Saat ini, tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa suplemen fluoride untuk bayi dapat meningkatkan kesehatan gigi bayi.

- Asam folat: Kekurangan asam folat belum dilaporkan pada bayi yang diberi ASI, dan vitamin untuk bayi tidak dianjurkan.

- Zat Besi

- Vitamin K: Vitamin K diperlukan untuk pembekuan darah yang tepat, dan kekurangan vitamin ini menyebabkan sindrom yang disebut perdarahan defisiensi vitamin K (VKDB).

Meningkatkan asupan vitamin seperti direkomendasikan AAP adalah vitamin K1 intramuskular (phytonadione) dengan dosis 0,5 hingga 1,0 mg harus secara rutin diberikan kepada semua bayi pada hari pertama untuk mengurangi risiko penyakit hemoragik pada bayi baru lahir.

- Niasin

- Zinc: Bayi ASI yang sehat tidak membutuhkan Zinc tambahan. Saat MPASI, mereka juga bisa mendapatkannya dari makanan seperti daging merah dan yogurt. Vitamin untuk bayi seperti zinc tidak dibutuhkan.

Ini Akibat Jika Si Kecil Kelebihan Vitamin

Ternyata Bayi Tidak Butuh Suplemen Vitamin -3.jpg

Foto: eatright.org

Mendapatkan kelebihan dosis vitamin yang larut dalam air, seperti vitamin B, Si Kecil mungkin akan lebih sering buang air kecil.

Tetapi, vitamin yang larut dalam lemak, seperti A dan D yang disimpan dalam tubuh dan dilepaskan dari waktu ke waktu, dapat menumpuk hingga tingkat toksik dalam darah.

“Kadar vitamin A yang sangat tinggi dapat menyebabkan muntah, pembengkakan otak, dan penglihatan yang menyimpang,” kata George.

Mengkonsumsi vitamin D berlebihan juga dapat menyebabkan mual dan muntah, kerusakan hati, dan kadar kalsium yang tinggi dalam darah, yang dapat mengacaukan fungsi jantung.

Lalu, ada fakta bahwa ketika Moms membeli multivitamin, Moms tidak benar-benar tahu apa yang ada di dalamnya.

Jadi menurut Moms, apakah pemberian vitamin untuk bayi adalah hal yang penting? Terlepas dari itu, yang lebih penting adalah meningkatkan kualitas dan kuantitas ASI ya Moms.

(FAR)

Artikel Terkait