BAYI
28 Agustus 2020

Seputar Permasalahan Berat Badan Bayi, Simak Moms!

Yuk, cari tahu jawaban dari permasalahan berat badan Si Kecil berikut ini
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Amelia Puteri
Disunting oleh Amelia Puteri

Dalam mengasuh Si Kecil, Moms tentu ingin memastikan bayi tumbuh dan berkembang dengan optimal. Salah satu faktor yang perlu diperhatikan adalah dari berat badan bayi.

Namun, Moms mungkin merasa khawatir dengan berat badan Si Kecil yang tidak naik, atau justru malah menurun. Lalu, seperti apa solusi terkait berat badan bayi yang bisa dilakukan?

Masalah Tentang Berat Badan Bayi

masalah berat badan bayi

Foto: Orami Photo Stock

Dokter Spesialis Anak OMNI Hospitals Pulomas Jakarta, dr. Caroline Mulawi, Sp.A, menjawab pertanyaan seputar "Berat Badan Bayi" yang telah diajukan oleh Moms Orami padakanal "Expert Room" bi-weekly #3.

Yuk, cari tahu jawabannya berikut ini, Moms.

1. Berapa Kenaikan Ideal Berat Badan Bayi Setiap Bulannya?

Menurut dr. Caroline, kenaikan berat badan bayi yang ideal itu tergantung pada usia, serta jenis kelamin bayi. Jika ingin lebih jelas, perlu melihat kurva berat badan dan tinggi badan menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Tetapi, pada dasarnya, semakin anak bertambah usia, kenaikan berat badannya juga menjadi lebih sedikit, karena anak sudah mulai banyak bergerak dan melakukan aktivitas.

  • Pada bayi baru lahir (newborn) sampai usia 3 bulan, kenaikan berat badannya biasanya antara 750-1000 gram per bulan.
  • Pada bayi usia 3-6 bulan, kenaikan berat badan bayinya menjadi lebih sedikit dibandingkan sebelumnya, yaitu antara 500-750 gram per bulan.
  • Di usia 6-9 bulan, kenaikannya menjadi lebih sedikit lagi, antara 250-500 gram per bulan.
  • Untuk anak usia 9 bulan sampai 1 tahun, biasanya sekitar 250-300 gram per bulan.

"Ketika sudah di atas usia 1 tahun, kenaikan berat badan lebih sedikit karena anak sudah mulai banyak bergerak dan beraktivitas. Biasanya, kenaikan berat badan bayi di atas 1 tahun pada kisaran 2 kilogram per tahun, dengan variasi tertentu, karena dipengaruhi asupan gizi, dan juga aktivitasnya," terang dr. Caroline.

Lebih lanjut, dijelaskan bahwa biasanya berat badan bayi saat berusia 1 tahun adalah 3 kali lipat dari berat badan bayi saat lahir.

Baca Juga: Bolehkah Bayi Makan Sayur Kalengan? Simak Penjelasannya di Sini

2. Bisakah Si Kecil Mengonsumsi Buah atau Sayuran Saja untuk Pemenuhan Nutrisi?

Anak yang memilih-milih makanan, menjadi permasalahan yang umum bagi Moms sebagai orang tua, ya. Apalagi, Moms mungkin juga merasa kesulitan untuk membuat Si Kecil mau mengonsumsi sayur atau buah. Hal ini mungkin berpengaruh pada berat badan bayi.

Tetapi, jangan sampai Si Kecil hanya fokus makan buah saja, atau sayur saja, karena ketidaksukaannya terhadap salah satu dari dua sumber makanan tersebut ya, Moms. Ini karena setiap makanan memiliki kandungan gizinya masing-masing.

"Anak perlu asupan protein, karbohidrat, lemak, vitamin dan mineral. Jadi, pemberian makanan untuk bayi dan anak harus seimbang agar bayi dan anak dapat mengalami tumbuh kembang yang optimal," jelas dr. Caroline.

Jadi, alangkah baiknya jika makanan Si Kecil bervariasi ketimbang hanya mengonsumsi beberapa jenis makanan saja. Ini karena setiap buah atau sayur mengandung zat gizi tertentu yang kadarnya berbeda-beda.

Lebih lanjut, dr. Caroline memberikan tips bahwa orang tua harus pintar-pintar berkreasi dalam menyajikan dan mengolah makanan untuk anak.

  • Orang tua bisa memberikan contoh terlebih dahulu dengan makan sayur, buah, dan lauk-pauk yang bervariasi, sehingga anak tertarik untuk mencoba.
  • Penyajian makanan harus menarik, dengan rasa yang juga enak. Sehingga, Moms harus pintar-pintar memasak.
  • Jangan memaksa bila anak menolak atau terlihat tidak suka. Beri waktu dan contoh, sehingga suatu saat nanti dia akan merasa tertarik dan ingin mencobanya.

Baca Juga: 5 Jenis Buah dan Sayur yang Terbaik Sebagai MPASI untuk Bayi

3. Adakah Pengaruh Balita Aktif dengan Sulitnya Berat Badan Bayi Naik?

Menurut dr. Caroline, bayi yang aktif memerlukan asupan makanan yang lebih banyak untuk mengimbangi kegiatannya. Jadi, kalau kita dapat memenuhi kebutuhan gizinya, maka seharusnya tidak memengaruhi kenaikan berat badan anak, kecuali kalau anak tersebut sangat hiperaktif dan menderita penyakit tertentu.

"Ibaratnya, nutrisi yang masuk harus lebih besar daripada energi yang keluar dan dipakai untuk bergerak. Jadi, sebenarnya tidak masalah jika anak terlalu aktif, asal pemenuhan makanannya itu baik," kata dr. Caroline.

Selain itu, dr. Caroline juga menegaskan bahwa sebaiknya jangan memberikan Si Kecil makan camilan sebelum makan utama. Karena akan membuat Si Kecil kenyang dan menolak makanan utamanya.

Untuk menambah berat badan anak yang aktif, maka Moms juga perlu menaikkan porsi makanan secara perlahan. Sebagai contoh, bila biasanya anak makan 1 porsi, coba pelan-pelan tambah menjadi 1 1/4 porsi, dan berangsur jadi 1 1/2 porsi.

"Kapasitas lambung setiap anak itu berbeda-beda, ada anak yang bisa langsung makan banyak, ada juga yang baru masuk makanan sedikit sudah kenyang. Untuk anak yang tidak dapat makan dalam porsi besar, dapat diberikan porsi kecil tetapi dengan frekuensi yang lebih sering," terang dr. Caroline.

Baca Juga: Balita Sangat Aktif dan Tidak Mau Diam, Ini 5 Cara Menghadapinya!

4. Apakah Pemberian Suplemen Vitamin untuk Menaikkan Berat Badan Balita Dianjurkan?

Moms mungkin hendak memberikan suplemen vitamin untuk menunjang nutrisinya. Namun, apakah bisa diberikan untuk menambah berat badan bayi atau anak?

Dijelaskan oleh dr. Caroline, bahwa sebenarnya konsumsi vitamin ini hanya sebagai tambahan, yang sebenarnya bisa didapat dari makanan sehari-hari yaitu sayur, buah, dan makanan lain.

"Alangkah baiknya kalau kebutuhan nutrisi dan vitamin didapatkan secara alami. Untuk anak-anak yang susah makan sayur dan buah, pemenuhan vitaminnya bisa dengan menggunakan suplemen," jelas dr. Caroline.

Namun, pemberian suplemen vitamin ini tidak serta merta akan langsung menaikkan berat badan Si Kecil, ya. Suplemen atau vitamin hanya untuk mencukupi kebutuhan vitamin atau mineral yang kurang pada tubuh Si Kecil

Bila Moms berencana untuk memberikan suplemen vitamin dengan kandungan untuk menambah nafsu makan anak, cari suplemen yang mengandung curcuma.

Itu dia jawaban dari pertanyaan yang diajukan Moms Orami tentang masalah berat badan bayi oleh dr. Caroline Mulawi, Sp.A, Dokter Spesialis Anak OMNI Hospitals Pulomas, Jakarta.


Artikel ini merupakan kerjasama dengan OMNI Hospitals.

dr. Caroline Mulawi, Sp.A adalah Dokter Anak yang berpraktek di OMNI Hospitals Pulomas, Jakarta.

Jadwal Praktek:

  • Senin, Rabu & Kamis: 10.00-12.00 WIB dan 18.30-20.00 WIB
  • Selasa, Jumat & Sabtu: 10.00-12.00 WIB
Artikel Terkait