KEHAMILAN
3 Agustus 2020

Semua Persiapan Melahirkan Caesar yang Perlu Moms Ketahui

Berikut ini beberapa persiapan sebelum melahirkan caesar yang perlu Moms ketahui.
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Debora
Disunting oleh Ikhda Rizky Nurbayu

Memasuki trimester ketiga, Moms dipenuhi perasaan yang sulit digambarkan. Ada rasa haru dan bahagia karena Si Kecil sebentar lagi lahir ke dunia.

Namun, ada juga perasaan khawatir dan panik karena akan menjalani proses persalinan. Proses persalinan ada dua jenisnya, normal dan caesar. Persalinan normal melalui vagina.

Sedangkan, National Health Service mengungkapkan, proses melahirkan caesar adalah bentuk operasi yang dibuat di perut. Tindakan operatif yang dilakukan membuat proses melahirkan caesar berisiko sehingga persiapannya harus maksimal, baik sebelum dan sesudah persalinan.

Melahirkan Caesar, Direncanakan atau Darurat

persiapan melahirkan caesar

Foto: Orami Photo Stock

Proses melahirkan caesar bisa direncanakan atau tindakan darurat yang sama-sama harus dianjurkan oleh dokter. Caesar yang direncanakan biasanya dilakukan sejak usia kehamilan 39 minggu.

Bayi yang lahir lebih awal dari ini mungkin tidak sepenuhnya berkembang untuk kehidupan di luar rahim. Biasanya, wanita hamil yang melakukan perencanaan operasi caesar karena alasan medis, misalnya melahirkan bayi kembar atau memiliki infeksi penyakit tertentu.

“Operasi caesar juga bisa dijadwalkan sebelumnya untuk menghindari komplikasi kehamilan. Misalnya, ibunya memiliki tekanan darah tinggi. Selanjutnya, operasi caesar akan direncanakan sekitar satu minggu sebelum due date,” ungkap Dr. Michele Hakakha, dokter kandungan dan ginekolog dari Los Angeles.

Sedangkan, operasi caesar juga bisa dilakukan sebagai tindakan darurat. Beberapa kondisi darurat yang biasanya mengharuskan Moms untuk menjalani operasi caesar seperti posisi bayi sungsang dan tidak dapat diubah kembali.

Ketika bayi di dalam kandungan tidak mendapatkan oksigen dan nutrisi yang cukup, atau proses pembukaan tidak kunjung terjadi, operasi caesar juga bisa dilakukan.

Jika Moms mengalami pendarahan vagina yang berlebihan atau terjadinya plasenta previa, maka operasi caesar akan dipilih menjadi proses persalinan. Jadi, tindakan darurat untuk operasi caesar dilakukan untuk menyelamatkan bayi dan Moms karena kondisi tertentu.

Baca Juga: Bagaimana Cara Melahirkan Normal Setelah Caesar?

Persiapan Melahirkan Caesar dengan Dokter

persiapan melahirkan caesar

Foto: Orami Photo Stock

Jika Moms memilih untuk merencanakan operasi caesar, maka persiapan melahirkan caesar harus sudah dilakukan dari beberapa minggu sebelumnya.

Dilansir dari Mayo Clinic, sebaiknya Moms berkonsultasi dengan dokter tentang kemungkinan kondisi medis yang meningkatkan risiko komplikasi. Dokter juga bisa merekomendasikan Moms untuk melakukan tes darah tertentu.

Tujuannya untuk memberikan informasi tentang golongan darah, tingkat hemoglobin, dan komponen utama sel darah merah. Hal ini nantinya akan dibutuhkan jika Moms membutuhkan transfusi darah selama operasi caesar.

Selain itu, biasanya dokter akan dianjurkan untuk mengonsumsi pola makan dengan nutrisi seimbang agar kesehatan tetap optimal.

Hal penting lainnya yang bisa disampaikan pada dokter adalah siapa yang akan menemani proses operasi, jika diperbolehkan. Apabila Moms ingin mengabadikan proses melahirkan, bisa tanyakan juga dengan dokter apakah hal tersebut memungkinkan atau tidak.

Pada waktu persiapan melahirkan caesar seperti ini, tidak ada salahnya bagi Moms untuk bertanya pada dokter tentang persiapan sesudah melahirkan caesar. Proses penyembuhan melahirkan caesar memang akan jauh lebih lama.

Biasanya juga, disarankan untuk Moms melakukan proses pemeriksaan dengan dokter pasca melahirkan pada usia 6 minggu.

Baca Juga: Ini Cara Tepat Mengecilkan Perut Pasca Operasi Caesar

Langkah Persiapan Melahirkan Caesar di Rumah

persiapan melahirkan caesar-1.jpg

Foto: smartparenting.com.ph

Seperti yang diungkapkan sebelumnya, proses penyembuhan setelah melahirkan caesar di rumah akan jauh lebih lama. Setidaknya Moms membutuhkan sekitar 6 minggu untuk pulih.

Pada awalnya, luka mungkin akan terasa sakit dan tidak nyaman sehingga sulit untuk bergerak dan turun dari tempat tidur.

Setidaknya selama 2 minggu pertama, Moms akan sangat membutuhkan bantuan dari orang lain, seperti pasangan atau anggota keluarga. Untuk itu, sebaiknya Moms mempersiapkan hal-hal yang diperlukan sesudah operasi caesar mulai dari sekarang.

Dilansir dari laman Tommy’s, kiat untuk mempersiapkan melahirkan caesar di rumah, yaitu meletakkan barang-barang lebih dekat ke tempat tidur sehingga Moms dapat meraihnya tanpa harus bangun.

Letakkan juga banyak bantal di kamar dan menyediakan bantal khusus untuk menyusui agar bayi merasa lebih nyaman. Beberapa barang seperti celana katun dan longgar, serta bra khusus menyusui juga diperlukan karena akan terasa lebih nyaman.

Persediaan makanan dan minuman juga diperlukan. Apabila Moms dan Dads tidak memiliki asisten rumah tangga, maka sebaiknya bekukan makanan sehingga tidak perlu memasak selama beberapa hari pertama setelah pulang ke rumah.

Moms juga harus menyediakan paracetamol untuk menghilangkan rasa sakit, serta pembalut bersalin dan pembalut payudara. Hal lain yang juga penting untuk disediakan adalah teh peppermint, karena mampu menenangkan tubuh dan berguna untuk Moms selama masa pemulihan.

Baca Juga: Air Ketuban Kurang di Akhir Kehamilan, Harus Caesar?

Persiapan Melahirkan Caesar, Ini Isi Hospital Bag yang Diperlukan

persiapan melahirkan caesar.jpg

Foto: bestmamaever.com

Hospital bag atau tas yang dibawa ke rumah sakit menjelang proses persalinan sangat penting saat persiapan melahirkan caesar. Jika terburu-buru, biasanya akan ada barang yang terlupa untuk dibawa. Sebenarnya, isi dari hospital bag tergantung dari seberapa lama Moms akan pulang usai proses persalinan.

“Biasanya ibu yang melahirkan dengan sehat tanpa komplikasi akan pulang sehari setelah persalinan normal dan dua hari setelah operasi caesar. Pada beberapa kasus, pemulangan dapat diatur lebih cepat tergantung pada kesehatan ibunya dan bayi yang baru lahir,” ungkap Dr. Scott Sullivan, direktur Maternal-Fetal Medicine di University of South Carolina.

Beberapa barang yang perlu dibawa dalam hospital bag, yaitu pakaian longgar berbahan katun yang sampai ke pinggang sehingga tidak menggosok luka bekas operasi.

Selain itu, bawalah peralatan dan perlengkapan mandi, bantal untuk menyusui, selendang untuk bayi, pakaian dalam, dan sepatu slip-on agar Moms tidak perlu membungkuk.

Beberapa barang yang diperlukan dalam hospital bag adalah hiburan untuk menunggu waktu operasi tiba, bisa dengan membawa buku, gadget, atau apa pun yang disukai Moms.

Jangan lupa juga untuk membawa charger untuk semua gadget yang dibawa ke rumah sakit. Sebenarnya, di antara semua hal tersebut, terpenting adalah memerhatikan pakaian yang akan Moms pakai pasca operasi.

“Setelah operasi caesar, Moms akan membutuhkan pakaian yang ringan, mudah dikenakan, sehingga dapat bergerak bebas. Sebaiknya, pilih pakaian yang tidak menggunakan resleting agar tetap nyaman,” ujar Marian Malinski, perawat persalinan dan pendidik persalinan di University of Maryland St. Joseph Medical Center.

Hal lainnya diungkapkan oleh Dr. Kameelah Phillips, dokter kandungan yang berasal dari New York. Dr. Phillips merekomendasikan Moms untuk mengepak handuk, jubah mandi, dan sepatu mandi sendiri agar terasa lebih nyaman dan bersih.

Nah, itulah beberapa barang yang diperlukan dalam hospital bag saat persiapan melahirkan caesar. Sebaiknya persiapkan beberapa hari sebelum jadwal operasi, ya.

Baca Juga: Badan Tak Lagi Menarik Usai Melahirkan? Psikolog Ungkap Cara Tingkatkan Kepercayaan Diri

Persiapan Operasi Melahirkan Caesar, Moms Perhatikan Hal Ini

persiapan melahirkan caesar

Foto: Orami Photo Stock

Baik persalinan pertama atau tidak, persiapan operasi melahirkan caesar umumnya akan sama. Menjelang operasi tiba, rasa khawatir mungkin saja Moms rasakan.

Namun, sebaiknya tetap memerhatikan beberapa hal penting berikut ini, ya. Dilansir dari studi dari University of Washington School of Medicine, minta dokter untuk meninjau semua obat-obatan yang Moms konsumsi. Mungkin saja ada beberapa obat yang perlu berhenti diminum sebelum operasi tiba.

Melansir dari UT Southwestern Medical Center, malam atau pagi hari sebelum Moms melakukan operasi caesar, maka akan mungkin diminta untuk mandi dengan sabun khusus yang sudah diresepkan dokter.

Tujuannya untuk membunuh bakteri pada kulit dan mengurangi risiko infeksi setelah operasi caesar. Sebaiknya Moms juga tidak mencukur area perut atau kemaluan Moms karena dapat meningkatkan risiko alami infeksi setelah melahirkan.

Setidaknya 8 jam sebelum operasi, Moms juga diminta untuk membatasi makanan padat. Hal ini untuk mengurangi kemungkinan muntah atau komplikasi paru-paru.

Minum cairan bening sampai 2 jam sebelum operasi dilakukan masih diperbolehkan. Namun, menjelang 2 jam sebelum operasi caesar, Moms benar-benar tidak boleh mengonsumsi makanan dan minuman apa pun.

Cairan bening yang dimaksudkan bisa seperti air putih, jus, atau minuman olahraga. Sebaiknya, Moms mendiskusikan dengan dokter tentang hal tersebut dan pastikan makanan atau minuman yang dikonsumsi itu baik adanya. Jika tidak, maka bisa saja operasi caesar akan ditunda karena berhubungan dengan keselamatan tubuh Moms sendiri.

Mengenai tentang jam operasi caesar, sebaiknya Moms dan pasangan atau anggota keluarga yang menemani, datang maksimal 2 jam sebelum operasi dilakukan. Atau dokter akan menentukan waktu paling tepat untuk keberangkatan, Moms. Terpenting, jangan terlambat atau terburu-buru.

Berdoa Sebelum Melakukan Operasi Caesar

persiapan melahirkan caesar

Foto: Orami Photo Stock

Kita sudah berbicara tentang persiapan fisik dan hal-hal yang dibutuhkan, namun ada hal yang tidak boleh dilewatkan, Moms.

Persiapan mental sebelum proses persalinan sangat penting, terlebih lagi proses melahirkan caesar. Moms akan melalui tindakan operasi untuk dapat bertemu dengan sang buah hati. Belum lagi, pemulihan yang akan dilakukan tidak sebentar.

Hal ini bisa meningkatkan stres Moms selama trimester ketiga. Untuk itu, sebaiknya Moms juga mempersiapkan mental sebelum melahirkan caesar.

Dilansir dari North Shore, apabila Moms memiliki ketakutan tertentu, sebaiknya bicarakan pada dokter. Atau Moms bisa mencari lewat sumber-sumber informasi yang terpercaya. Pastikan Moms tidak asal bertanya pada orang tanpa memiliki kredibilitas.

Lalu, jangan takut untuk mengungkapkan apa yang di dalam pikiran Moms. Utarakan pada pasangan, anggota keluarga, atau orang-orang yang dipercaya. Biasanya, ibu hamil akan memiliki kebingungan sendiri dan menyimpannya sendiri. Hati-hati, Moms, tingkat stres yang tinggi akan berbahaya untuk bayi di dalam kandungan.

Persiapan melahirkan caesar dari sisi mental juga bisa dilakukan dengan melatih diri agar tetap tenang. Caranya beragam, bisa dengan mengikuti kelas yoga prenatal, membaca buku, menonton DVD relaksasi, atau jika diperlukan yaitu berbicara dengan terapis.

Menjelang operasi juga penting untuk melakukan doa bersama pasangan atau anggota keluarga yang menemani. Tindakan ini bisa menjadi mantra ajaib bagi Moms untuk mendapatkan penguatan sebelum operasi dilakukan.

“Setiap wanita umumnya punya mantra seperti kata-kata penguatan yang bisa selalu diucapkan di dalam hati. Tindakan ini mampu menenangkan pikiran sehingga dapat mengurangi hormon stres. Pikirkan mantra sederhana yang dapat diulang sampai menjelang operasi tiba,” ujar Dr. Charla E. Simon, dokter kandungan dari Lincolnwood, AS.

Baca Juga: 7 Tips Merawat Luka Bekas Operasi Caesar

Itulah beberapa hal dalam melakukan persiapan melahirkan caesar. Ingat, Moms, ada beberapa efek samping yang terjadi setelah operasi seperti kram, mual, serta tubuh terasa kelelahan. Moms juga merasa tidak nyaman saat batuk, bersin, atau tertawa. Selalu perhatikan juga bekas luka sehabis operasi.

Jika bekas luka menjadi merah dan meradang, disertai demam, sebaiknya Moms segera hubungi dokter. Hal tersebut bisa menjadi indikasi adanya infeksi. Jadi, selalu perhatikan setiap kondisi tubuh Moms usai melakukan proses melahirkan caesar.

Artikel Terkait