PROGRAM HAMIL
23 Juli 2020

Konsultasi Program Hamil, Wajib Perhatikan Hal Ini!

Siapkan pertanyaan, agar waktu konsultasi tidak terbuang sia-sia
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Adeline Wahyu
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Pasangan yang sudah menikah, tentu ingin langsung memiliki anak, agar kehidupan pernikahannya lengkap. Sayangnya ada beberapa pasangan yang bisa langsung dikaruniai anak, ada pula beberapa yang harus menunggu bertahun-tahun lamanya.

Salah satu cara yang digunakan jika ingin cepat memiliki anak adalah dengan mengikuti program hamil. Melalui program hamil kita bisa mengetahui apa penyebab sulit hamil ini. Baik itu karena masalah ketidaksuburan, siklus menstruasi yang tidak teratur dan berbagai penyebab lainnya.

Baca Juga: 3 Hal yang Perlu Dibicarakan dengan Pasangan Sebelum Memulai Program Hamil

Waktu yang Tepat untuk Konsultasi Program Hamil

konsultasi program hamil

Foto: Orami Photo Stock

Moms dan Dads mungkin bingung kapan waktu yang tepat untuk konsultasi program hamil. Berikut ini beberapa alasan yang dapat Moms dan Dads pertimbangkan untuk segera melakukan konsultasi dengan dokter kesuburan.

1. Sudah Mencoba Hamil Lebih Dari Setahun

Umumnya, pasangan menikah dan melakukan hubungan suami istri rutin akan hamil dalam kurun waktu satu tahun. Setelah lewat dari masa tersebut, Moms dan Dads, terutama yang berusia di bawah 35 tahun, tapi belum juga hamil, bisa jadi ada yang salah. Karena itu, penting bagi Moms dan Dads untuk segera konsultasi program hamil.

Namun, jika usia Moms sudah lebih dari 35 tahun,sebaiknya segera berkonsultasi mengenai progrma hamil jika sudah mencoba hamil selama enam bulan tapi masih gagal.

"Dokter dapat memeriksa apakah telur-telur dalam keadaan baik, apakah sperma normal, apakah rahim normal, jika tuba terbuka,” ungkap Direktur Divisi Endokrinologi Reproduksi dan Infertilitas di Rumah Sakit Mount Sinai serta Direktur Medis dari Reproductive Medicine Associates, New York, Alan B. Copperman, MD.

Baca Juga: 10 Jenis Makanan Sehari-hari yang Mempengaruhi Kesuburan Wanita

2. Didiagnosis Kanker

Moms yang sebelumnya telah didiagnosis kanker, perlu melakukan konsultasi dengan dokter untuk program hamil. Biasanya, pengobatan terhadap kanker bisa memberikan efek pada kesuburan.

Selain berkonsultasi dengan dokter kandungan untuk program hamil, Moms juga perlu konsultasi dengan dokter kesuburan dan ahli onkologi untuk melihat peluang kehamilan setelah menjalani pengobatan kanker.

Baca Juga: Castor Oil, Sejuta Manfaat Untuk Kesuburan

3. Berat Badan

Berat badan juga menjadi pertimbangan Moms dan Dads untuk segera melakukan konsultasi program hamil. Moms dan Dads yang terlalu gemuk atau terlalu kurus juga mungkin mengalami masalah saat berusaha untuk hamil.

Dikutip dari Journal of the Turkish German Gynecological Association, World Health Organization (WHO) menyebutkan bahwa jika indeks massa tubuh atau body mass index (BMI) sama dengan atau lebih besar dari 25 kg/m2 maka dianggap kelebihan berat badan.

Sedangkan jika BMI sama dengan atau lebih besar dari 30 kg/m2, maka hal tersebut dianggap obesitas. “Wanita dengan BMI di bawah 18 atau lebih dari 30 memiliki risiko lebih tinggi mengalami infertilitas dan komplikasi kehamilan,” ungkap Reproductive Medicine Associates di New Jersey, Dr Marcy F. Maguire, MD, FACOG, seperti dikutip dari parents.com.

Baca Juga: Benarkah Akupuntur Meningkatkan Kesuburan? Yuk, Simak Penjelasannya

4. Memiliki Masalah Reproduksi

Moms dengan riwayat masalah reproduksi juga harus segera melakukan konsultasi program hamil. “Wanita yang sudah mengetahui adanya masalah, seperti polycystic ovary syndrome (PCOS) atau endometriosis, perlu dievaluasi segera jika ingin memulai mencoba hamil,” ungkap Dr Marcy F. Maguire.

Banyak wanita pengidap PCOS tidak berovulasi, sehingga membutuhkan obat untuk membantu menyembuhkannya terlebih dahulu.

Wanita dengan endometriosis bahkan bisa lebih rumit, karena dapat mengakibatkan tuba falopi tersumbat, hingga cadangan ovarium berkurang atau tidak ada sama sekali.

Untuk itu, cara terbaik untuk mengatasi masalah reproduksi ini adalah melalui konsultasi program hamil. Moms perlu menyelesaikan masalah reproduksi dahulu sebelum melakukan program hamil.

Baca Juga: Benarkah Biji Selasih Bermanfaat untuk Kesuburan?

5. Faktor Keturunan

Faktor keturunan juga jadi hal yang tidak boleh Moms dan Dads abaikan. Jika Moms atau Dads memiliki sejarah kondisi genetik dari keluarga yang mungkin dapat diturunkan, maka ada baiknya konsultasi program hamil.

Konsultasi dengan dokter kesuburan dapat memberi kejelasan mengenai apakah Moms atau Dads memiliki mutasi genetik tertentu yang dapat mengganggu kesuburan tersebut.

Jika Moms atau Dads memiliki risiko akan gen tersebut, maka dokter kesuburan akan memberi pilihan pada pasangan dalam menjalani program hamil. Misalnya dengan program IVF.

Pertanyaan saat Konsultasi Program Hamil

program hamil

Foto: womenshealth.gov

Namun berkonsultasi program hamil untuk pertama kalinya bisa jadi sangat membingungkan. Mungkin Moms dan Dads tidak tahu apa saja pertanyaan terkait yang harus diajukan.

Nah, untuk membantu Moms dan Dads, di bawah ini ada beberapa rekomendasi pertanyaan yang bisa diajukan di konsultasi program hamil pertama.

1. Apakah berat badan saya ideal untuk hamil?

Pertanyaan saat konsultasi program hamil yang pertama adalah terkait berat badan. Menurut dr. Aida Riyanti, Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan Konsultan Fertilitas, Endokrinologi, dan Reproduksi, RS Pondok Indah – Pondok Indah, berat badan kurang (underweight) atau berat badan berlebih (overweight) atau obesitas dapat mengakibatkan siklus haid menjadi tidak teratur.

Hal ini bisa menjadi salah satu penyebab Moms sulit untuk hamil jika terus terjadi.

2. Apakah untuk hamil masih dibolehkan melakukan olahraga, olahraga seperti apa yang dianjurkan?

Pertanyaan saat konsultasi program hamil yang selanjutnya adalah terkait olahraga. “Olahraga teratur seperti yang sudah biasa dilakukan sebaiknya diteruskan, jika belum melakukan olah raga rutin, maka sebaiknya segera dimulai,” tutur dr. Aida.

Baca Juga: Mengetahui Kapan Waktu yang Tepat untuk Program Hamil?

3. Apakah ada pola hidup yang harus diubah atau diperbaiki?

Pertanyaan saat konsultasi program hamil yang selanjutnya adalah tentang pola hidup. Berdasarkan jurnal artikel Centers for Disease Control and Prevention, wanita yang merokok lebih sulit hamil dan berisiko lebih tinggi untuk tidak bisa hamil.

Jadi baik Moms maupun Dads yang akan mengikuti program hamil, dianjurkan untuk berhenti merokok dan minum alkohol.

4. Adakah vitamin prenatal yang direkomendasikan?

Pertanyaan saat konsultasi program hamil yang selanjutnya adalah tentang vitamin prenatal. Saat mengikuti program hamil, sebanyak 400 mcg perhari asam folat dianjurkan untuk dikonsumsi.

5. Bagaimana melakukan hubungan seksual yang benar?

Pertanyaan saat konsultasi program hamil yang selanjutnya adalah tentang hubungan seks yang benar. Menurut dr. Aida, hubungan seksual dilakukan dua hingga tiga kali perminggu atau selang sehari sejak selesai menstruasi, karena sedang berada dalam masa subur.

6. Bagaimana menghitung masa ovulasi?

Pertanyaan saat konsultasi program hamil yang selanjutnya adalah tentang cara menghitung masa ovulasi. Jika siklus menstruasi teratur 28 hari, maka masa ovulasi dapat diprediksi sekitar hari ke-14, disarankan berhubungan sejak dua hari sebelumnya dan setelahnya.

Namun jika pola menstruasi tidak teratur, menentukan masa ovulasi akan lebih sulit.

Baca Juga: 3 Manfaat Serum Vitamin C untuk Kulit Ibu Hamil

Dokter biasanya melakukan tracking perkembangan besarnya folikel untuk memprediksi masa ovulasi. Saat ini juga banyak dijual alat untuk memprediksi masa ovulasi.

7. Kapan pasangan suami istri dikatakan mengalami gangguan kesuburan?

Pertanyaan saat konsultasi program hamil yang selanjutnya adalah tentang kemungkinan adanya gangguan kesuburan. Jika sudah melakukan hubungan rutin dua hingga tiga kali per minggu tanpa menggunakan alat kontrasepsi, selama jangka waktu satu tahun, namun belum mendapatkan kehamilan.

Terapi Kesuburan untuk Program Hamil

konsultasi program hamil

Foto: Orami Photo Stock

“Sebenarnya ada banyak sekali pilihan terapi kesuburan yang dapat dilakukan saat menjalani program hamil bagi pasangan yang mengalami masalah infertilitas,” jelas dr. Shanty Olivia Jasirwan, Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan Konsultan Fertilitas, Endokrinologi, dan Reproduksi RS Pondok Indah – Pondok Indah.

Menurut dr. Shanty, penentuan teknik yang tepat harus disesuaikan dengan penyebab ketidaksuburan yang diderita oleh kedua pasangan atau salah satunya.

Baca Juga: 3 Hal yang Perlu Dibicarakan dengan Pasangan Sebelum Memulai Program Hamil

Secara garis besar terapi kesuburan dibagi menjadi tiga, yakni terapi medikamentosa (obat-obatan), operatif, dan teknologi reproduksi berbantu.

Obat-obatan untuk terapi kesuburan yang sering diberikan dapat berupa obat hormon baik untuk pasangan perempuan dan laki-laki, antioksidan, dan vitamin.

Mengutip jurnal Infertility, beberapa obat-obatan yang digunakan untuk terapi kesuburan dapat menyebabkan efek samping, seperti mual, muntah, sakit kepala, dan muka memerah.

Sementara pembedahan dapat berupa pembedahan invasif minimal seperti laparoskopi dan histeroskopi, atau pembedahan berupa laparotomi (operasi besar), tergantung dengan penyebab ketidaksuburan.

Selain itu, teknologi reproduksi berbantu yang sering ditawarkan pada pasangan infertilitas dapat berupa inseminasi intrauterin, bayi tabung atau IVF, ataupun pembedahan mikro untuk mendapatkan sperma pada laki-laki yang mengalami gangguan produksi sperma.

Baca Juga: Selain Makan Sehat, 5 Hal Ini Memaksimalkan Kualitas Sperma

"Terapi-terapi kesuburan tersebut dapat dilakukan secara terpisah atau kombinasi dan bersifat individual disesuaikan dengan penyebab gangguan kesuburan yang dialami setiap pasangan,” ungkap dr. Shanty.

Terpenting, jangan lupa untuk konsultasikan dengan dokter yang berspesialisasi dalam kehamilan dan/atau infertilitas untuk mengetahui perawatan mana yang terbaik untuk Moms dan pasangan.

Itu dia beberapa hal yang perlu Moms ketahui tentang konsultasi program hamil. Jangan ragu untuk bertanya kepada dokter. Jika ada hal lain yang membuat Moms penasaran, langsung tanyakan saja.

Artikel Terkait