2-3 TAHUN
26 Oktober 2020

6 Pertimbangan Penting Bagi Orang Tua Sebelum Menitipkan Balita di Daycare

Info ini bisa membantu Moms yang masih bimbang soal menitipkan balita di daycare
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Dina Vionetta

Menitipkan balita di daycare merupakan salah satu solusi bagi para orang tua bekerja di zaman sekarang.

Ini terutama bagi keluarga yang tidak memiliki pengasuh atau kerabat yang dapat membantu menjaga Si Kecil.

Namun, tingginya biaya serta berita-berita yang mengkhawatirkan tentang menitipkan balita di daycare kadang membuat orang tua ragu untuk menitipkan Si Kecil di daycare.

Apakah Si Kecil akan nyaman selama berada di daycare? Apakah ia akan dijaga dengan baik selama dititipkan disana? Apakah kebersihan di daycare senantiasa terjaga?

Sebelum pertanyaan-pertanyaan tersebut terjawab, Moms dan Dads belum yakin betul untuk menitipkan balita di daycare.

Saat ini terdapat begitu banyak pilihan daycare untuk balita dengan beragam program atau jadwal kegiatan.

Daycare bukan lagi sekadar menjadi tempat penitipan anak, tetapi menjadi salah satu tempat yang menunjang pendidikan awal serta perkembangan anak.

Berikut sejumlah keunggulan dan kekurangan dari menitipkan balita di daycare yang dapat membantu Moms dan Dads mengambil keputusan dikutip dari Child Care Advantage.

Baca Juga: 5 Rekomendasi Daycare di Tangerang Selatan untuk Menitipkan Si Kecil

Keunggulan Menitipkan Balita di Daycare

daycare-lego_0.jpg

Foto: TVO.com

1. Kegiatan Terjadwal

Sebagian daycare menyiapkan jadwal kegiatan yang bersifat edukatif bagi anak.

Bentuk kegiatannya seperti bermain dan melakukan rutinitas sehari-hari, namun dirancang agar menstimulasi tumbuh kembang anak.

2. Berinteraksi dengan Sebaya (dan Orang Dewasa)

Salah satu keunggulan menitipkan balita di daycare adalah Si Kecil akan terbiasa berinteraksi dengan anak sebaya dan para pengasuh.

Ia akan belajar bersosialisasi, bermain bersama, berbagi, dan masih banyak lagi lainnya di bawah pengawasan para guru atau pengasuh.

3. Transisi Lebih Mudah ke Playgroup atau TK

Anak yang pernah menghabiskan waktu di daycare nantinya cenderung lebih mudah bertransisi ke playgroup atau taman kanak-kanak (TK).

Ini karena mereka sudah pernah menjalani kegiatan terstruktur di daycare, sudah tahu bagaimana bersosialisasi dengan sebaya maupun dengan guru atau pengasuh, dan mandiri saat orang tua bekerja di kantor.

Baca Juga: Serba-Serbi yang Harus Diketahui Sebelum Memilih Menitipkan Anak di Daycare atau Babysitter

Kekurangan Menitipkan Anak di Daycare

YA_KIDS_00008-1.jpg

Foto: youngacademics.com

1. Jumlah Guru atau Pengasuh Berubah-ubah

Pergantian guru atau pengasuh di daycare cenderung cepat.

Bila saat survei Moms melihat rasio antara guru dan anak terhitung ideal, kondisi tersebut belum tentu berlangsung seterusnya.

Bisa saja suatu hari jumlah guru atau pengasuhnya lebih sedikit dari sebelumnya.

2. Anak Jadi Gampang Sakit

Henry Ukpeh, dokter spesialis anak di Peterborough, Ontario mengatakan, daycare memang “tempat yang sempurna untuk penularan virus”.

Alasannya, daya tahan tubuh anak balita masih belum kuat dan mereka pun belum mampu menjaga kebersihan diri dengan baik.

Akibatnya, bila ada satu anak di daycare menderita penyakit yang disebabkan oleh virus, maka peluang anak lain tertular cenderung besar.

3. Tidak Semua Daycare Memiliki Izin Usaha

Daycare yang bereputasi baik haruslah memiliki izin usaha dari pemerintah dan dilengkapi sumber daya manusia yang terpercaya dan ahli di bidang pendidikan dan perkembangan anak usia dini, serta ahli gizi.

Namun, terkadang pertimbangan utama orang tua memilih daycare adalah lokasinya dekat dengan rumah atau tempat kerja, tanpa mengecek status izin usaha daycare tersebut.

Bila orang tua memutuskan untuk menitipkan balita di daycare dengan status seperti ini, akan sulit mendapat jaminan Si Kecil mendapat kegiatan terstruktur yang menstimulasi tumbuh kembangnya.

Baca Juga: Simak Moms, 5 Tips Memilih Daycare untuk Si Kecil

Artikel Terkait