BALITA DAN ANAK
18 September 2020

6 Pertolongan Pertama yang Bisa Moms Berikan pada Anak Step

Segera berikan pertolongan pertama pada anak step untuk menghindari hal-hal yang membahayakan
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Fia Afifah R
Disunting oleh Dina Vionetta

Bagi kebanyakan ibu baru, menghadapi bayi yang sakit akan membuat panik dan khawatir berlebih. Apalagi jika Si Kecil demam, nafsu makannya berkurang, bahkan hingga tidak mau menyusui. Selama setahun pertama, demam akan menjadi tantangan tersendiri.

Selanjutnya, saat anak demam Moms akan terbiasa dan tidak terlalu merasa tegang. Namun jika anak demam ditambah dengan kejang-kejang atau yang biasa disebut dengan step, Moms harus mempersiapkan diri dan juga harus sigap untuk memberikan pertolongan pertama.

Saat anak mengalami step, kondisinya bisa terlihat mengkhawatirkan. Hal itu disebabkan oleh lonjakan aktivitas listrik otak yang tiba-tiba dan dapat menyebabkan anak jatuh dan gemetar atau mengejang dengan hebat. Atau, bahkan seorang anak tiba-tiba menjadi tidak responsif selama merasakan step.

Meskipun terdengar menakutkan, American Academy of Pediatrics (AAP) mengatakan bahwa step pada anak biasanya bukanlah keadaan darurat medis; mayoritas kejang pada anak-anak akan berakhir dengan sendirinya dalam waktu normal lima menit.

Step biasanya terjadi pada anak yang berusia antara 3 bulan sampai 3 tahun. Selain itu, step biasanya akan dialami oleh anak saat merasakan demam yang sangat tinggi, biasanya lebih dari 39 hingga 40 ° C atau lebih tinggi.

“Sangat traumatis untuk dilihat. Kebanyakan step yang berhubungan dengan demam tidak berbahaya,” kata ahli saraf Ajay Gupta, MD, Kepala Bagian Epilepsi Pediatrik di Pusat Epilepsi Klinik Cleveland.

Saat anak mengalami step, peningkatan suhu badannya saat demam akan terjadi dengan cepat. Ada dua jenis step saat anak demam, yakni yang bersifat sederhana atau biasa dan kompleks. Saat anak mengalami step yang kompleks, hal tersebut akan berlangsung lebih lama. Step sederhana akan berlangsung tidak lama namun lebih sering terjadi.

Baca Juga: Demam Anak Naik Turun, Kapan Mama Perlu Waspada?

Gejala Step Saat Demam

Gejala Anak Step Saat Demam

Foto: Orami Photo Stock

Step dapat terjadi ketika banyak sel otak terbakar secara tidak normal pada saat bersamaan. Ini untuk sementara akan mengganggu sinyal listrik normal pada otak. Aktivitas listrik yang berlebihan dan intens yang membanjiri otak dapat menyebabkan perubahan perilaku, kesadaran, dan gerakan tubuh.

Oleh karena itu, Moms harus memperhatikan gejala step saat demam pada anak yang dapat terjadi secara bervariasi berdasarkan jenisnya. Yakni:

  • Step saat demam yang sederhana biasanya berlangsung kurang dari 2 menit tapi bisa bertahan hingga 15 menit. Biasanya ini hanya akan terjadi sekali dalam periode 24 jam. Gejala step demam sederhana biasanya seperti: hilang kesadaran, anggota tubuh berkedut atau kejang dan biasanya berpola ritmik, kebingungan atau kelelahan setelah kejang, lengan atau kaki tidak lemah.
  • Step saat demam yang kompleks berlangsung selama lebih dari 15 menit. Step berulang dapat terjadi selama 30 menit dan bisa juga terjadi lebih dari sekali selama jangka waktu 24 jam. Gejala step saat demam yang kompleks adalah: hilang kesadaran, anggota tubuh berkedut atau kejang, kelemahan sementara biasanya di satu lengan atau tungkai.
  • Jika step saat demam yang sederhana atau kompleks terjadi berulang kali, hal itu dianggap sebagai step demam berulang. Gejala kejang demam berulang meliputi: suhu tubuh anak untuk kejang pertama mungkin lebih rendah, kejang atau step berikutnya sering terjadi dalam waktu satu tahun setelah kejang awal, suhu demam mungkin tidak setinggi kejang demam pertama, sering demam. Jika step dengan demam berulang sering terjadi, ini memiliki kemungkinan lebih besar untuk mengalami epilepsi di kemudian hari dilansir studi dari National Center of Biotechnology and Information.

Penyebab Step saat Demam

Penyebab Step Saat Demam

Foto: Orami Photo Stock

Step saat demam umumnya terjadi saat anak sakit, tetapi sering kali terjadi sebelum Moms menyadari bahwa Si Kecil sedang sakit. Ini bisa saja terjadi karena biasanya terjadi pada hari pertama anak sakit. Ada beberapa penyebab step saat demam, yakni:

  • Demam yang terjadi setelah imunisasi , terutama imunisasi MMR. Demam tinggi setelah imunisasi paling sering terjadi 8 sampai 14 hari setelah anak diberikan imunisasi.
  • Demam yang disebabkan oleh virus atau infeksi bakteri dapat menyebabkan step saat demam. Roseola adalah penyebab paling umum dari step yang terjadi saat demam.
  • Faktor risiko lain, seperti memiliki anggota keluarga yang pernah mengalami step saat demam, akan menempatkan anak pada risiko yang lebih tinggi untuk mengalami hal serupa.
  • Cacat saraf (seperti cerebral palsy ).
  • Memiliki keterlambatan dalam perkembangan.
  • Kejang yang terjadi hanya pada satu sisi tubuh saja.
  • Demam 40 derajat atau yang lebih tinggi.
  • Lebih dari satu kali step dalam satu hari atau 24 jam selama merasakn penyakit yang sama.
  • Step tanpa demam atau penyakit tertentu.

“Anak-anak tanpa faktor risiko ini kemungkinan besar tidak akan mengembangkan penyakit epilepsy di kemudian hari,” kata Ajay.

Baca Juga: Apa Minum Kopi Bisa Mencegah Anak Kejang Saat Demam?

Pertolongan Pertama Saat Step pada Anak

Meskipun step saat demam sering kali tidak menyebabkan masalah yang bertahan lama atau berkelanjutan, Moms bisa melakukan pertolongan pertama pada anak saat mengalami step. Apa saja itu?

1. Jangan Panik

6 Pertolongan Pertama pada Anak Step -1

Foto: Orami Photo Stock

Ini akan menjadi pertolongan pertama pada anak saat mengalami step yang paling penting. Hal ini karena saat panik , Moms biasanya tidak dapat bertindak logis hingga bisa saja malah membahayakan Si Kecil. Tetap tenang dan berikan pertolongan pertama untuk mencegah anak dari cedera saat kejang.

“Sangat penting untuk tidak panik jika anak Anda mengalami kejang. Sebaliknya, cobalah untuk tetap tenang dan amati anak Anda," jelas Ajay.

2. Pastikan Kondisinya

6 Pertolongan Pertama pada Anak Step -2

Foto: Orami Photo Stock

Jika Moms tidak merasa yakin apakah Si Kecil mengalami step atau tidak, berikan sentuhan ringan dan panggil namanya dengan keras untuk mencoba menarik perhatiannya . Kemudian lihat responsnya. Jika tidak ada, bisa dipastikan Si Kecil sedang mengalami step dan harus segera diberikan pertolongan pertama.

Sementara itu, tetap temani anak dan dan jangan pernah meninggalkannya sendirian. Moms tidak akan pernah tahu risiko apa yang akan terjadi jika meninggalkannya.

Baca Juga: 6 Tips Efektif Mengatasi Demam Setelah Imunisasi pada Anak

3. Pastikan Posisi Anak Aman

6 Pertolongan Pertama pada Anak Step -3

Foto: Orami Photo Stock

Letakkan anak di atas permukaan yang empuk, seperti tempat tidur dan Pastikan Si Kecil dapat bernapas dengan cukup. Kemudian, posisikan dalam keadaan tidur menyamping untuk menghindari tersedak jika kemungkinan Si Kecil akan muntah .

Singkirkan benda-benda yang berpotensi berbahaya selama mengalami step seperti furnitur, benda tajam atau benda lainnya. Jangan coba menggendong atau menahan gerakannya saat step. Hal ini dilakukan agar tidak membatasi anak yang sedang step karena memerlukan ruang yang sedikit lebih luas.

4. Hitung Waktu Step

6 Pertolongan Pertama pada Anak Step -4

Foto: Orami Photo Stock

Lihat jam untuk menghitung waktu saat anak mengalami step. Ini akan membantu Moms untuk melakukan tindakan selanjutnya, apakah termasuk step yang membahayakan dan harus segera mendapatkan pertolongan medis atau bisa diobati di rumah saja.

Pastikan Moms mencatat atau mengingat waktu saat kejang dimulai dan berapa lama step berlangsung. Perhatikan juga apa yang terjadi pada anak saat step berlangsung. Keterangan Moms tentang step pada anak penting untuk membantu dokter melakukan evaluasi. Dokter kemungkinan akan melakukan pemeriksaan fisik dan mungkin beberapa tes dasar untuk memastikan bahwa tidak ada selain demam yang memicu kejang.

“Anak harus dinilai untuk menyingkirkan infeksi seperti meningitis, serta masalah metabolisme seperti dehidrasi, kadar glukosa atau natrium yang rendah. Salah satu penyebab kejang ini harus segera diobati,” kata Ajay.

5. Jangan Memasukkan Sesuatu ke dalam Mulut

6 Pertolongan Pertama pada Anak Step -5

Foto: Orami Photo Stock

Meski terlihat kesakitan, jangan pernah memasukkan apapun ke dalam mulut anak. Ini akan membahayakan dan berpotensi tersedak karena anak bisa bergerak ke sana kemari dengan gerakan yang tidak menentu.

Jangan meletakkan apapun di mulut anak seperti kain lap atau kaus kaki. Banyak anak mengatupkan gigi saat kejang, ini akan berpotensi melukai anak.

6. Beri Obat

6 Pertolongan Pertama pada Anak Step -6

Foto: Orami Photo Stock

Selama anak mengalami step, bersihkan air liur atau kotoran lain seperti bekas muntahan dengan lembut dari mulut anak dengan kain yang lembut.

Jika terlihat step saat demam berakhir, temui dokter atau UGD. Minta anak minum obat untuk menurunkan demamnya, seperti ibuprofen jika usianya di atas 6 bulan atau asetaminofen (Tylenol). Seka kulitnya dengan waslap atau spons dan air bersuhu ruangan untuk mendinginkannya.

“Satu-satunya hal tambahan yang dibutuhkan anak adalah asetaminofen untuk menurunkan demam; hidrasi dengan air, sup atau es loli; dan TLC,” jelas Ajay.

Baca Juga: 5 Buah yang Bisa Menurunkan Panas Saat Anak Demam

Waspadai Kondisi Darurat dan Segera Hubungi Medis

Waspada Anak Step

Foto: Orami Photo Stocks

Jika Moms telah melakukan pertolongan pertama pada anak saat mengalami step, Moms harus tetap memantau perkembangan kondisinya. Waspadai jika Moms melihat tanda-tanda ini dan segera hubungi nomer telepon petugas kesehatan darurat.

  • Jika itu adalah pertama kalinya anak mengalami step.
  • Step berlangsung lebih dari 5 menit atau anak sulit atau bahkan tidak bisa bernapas .
  • Leher kaku.
  • Muntah-muntah.
  • Rasa mengantuk yang parah.
  • Anak mengalami step berulang dan tidak kembali normal selama di antaranya.
  • Anak tidak bangun setelah kejang.
  • Anak terluka saat step.
  • Jika step terjadi di dalam air.
  • Jika anak menderita diabetes atau kondisi medis yang mengancam nyawa.

“Anak Anda biasanya akan kembali ke aktivitas normal segera setelah kejang berakhir tanpa komplikasi lebih lanjut,” jelas Susan Matesanz, MD, ahli saraf pediatrik yang saat ini menjalani tahun terakhir residensi di Rumah Sakit Anak Philadelphia yang juga anggota American Academy of Pediatrics Section on Neurology.

Susan menjelaskan, anak harus selalu diperiksa oleh dokter untuk menentukan apa yang menyebabkan step seperti demam tinggi, misalnya, ataukah adanya masalah medis atau kondisi neurologis lain seperti epilepsi. “Dokter dapat membantu Anda mengobati penyebab yang mendasari yang diidentifikasi, dan dapat membantu membuat rencana tindakan kejang lanjutan jika anak Anda mengalami kejang lagi,” jelasnya.

Dilansir CHOC Children setelah step, Moms mungkin melihat anak terlihat lelah, mengantuk atau mudah tersinggung. Tapi anak harus kembali ke dirinya yang biasa dalam beberapa jam dan terus pulih ke keadaan normalnya.

Memberikan pertolongan pertama pada anak saat mengalami step akan memperkecil risiko yang akan terjadi pada Si Kecil. Tetap tenang dan temani terus Si Kecil ya Moms.

Artikel Terkait