PERNIKAHAN & SEKS
21 Oktober 2019

4 Perubahan Mendasar Dalam Proses Puber Kedua Wanita

Selain perubahan fisik, psikis pun kena imbas
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Intan Aprilia

Jarang dipelajari secara mendalam di sekolah, mungkin banyak yang masih belum mengetahui bahwa wanita tak hanya melewati masa puber di masa remaja yang menandai awal kesuburan.

Ada yang namanya puber kedua wanita yang biasanya terjadi di usia 40-an, yang disebut perimenopause.

Dalam sebuah rangkuman atau jurnal penelitian dalam website NCBI, US National Library of Medicine National Institutes of Health, dituliskan bahwa pubertas dan perimenopause merupakan batas awal dan akhir hidupnya siklus reproduksi pada wanita. Kedua hal itu merupakan transisi paling penting dalam kehidupan seorang wanita.

Puber kedua wanita merupakan transisi dari masa masih subur, menuju masa menopause, di mana wanita mengalami batas kesuburannya.

Baca Juga: Tak Cuma Laki-laki, Perempuan Juga Mengalami Puber Kedua, Lho. Ini Tanda-tandanya

Masa puber kedua atau perimenopause ini menyebabkan beberapa perubahan signifikan dalam hidup mereka, secara fisik, fisiologis, psikologis, dan juga emosional.

Sebuah penelitian mengungkapkan bahwa suasana hati justru lebih meningkat seiring bertambahnya usia.

Ada beberapa hal yang menjadi tanda atau perubahan mendasar pada masa menjelang menopause tersebut.

Dalam masa puber kedua wanita ini, ada beberapa hal yang akan terjadi, dan sebagian besar memang ada kaitannya dengan suasana hati. Dalam tulisan ini, Orami merangkumnya untuk Moms.

1. Bentuk Perut dan Lemak Tubuh

hero perut buncit

Selama masa puber saat remaja, lemak menyebar di payudara dan pinggul, sebagai persiapan untuk masa subur seorang wanita.

Sedangkan dalam masa puber kedua wanita ini, metabolisme lemak melambah, sementara distribusi lemak masih terus berjalan. Ini yang menyebabkan lemak akhirnya turun ke perut.

Pada beberapa wanita, efek kendur juga terlihat pada payudara yang sel-sel utamanya terdiri dari lemak, dikarenakan distribusi ulang lemak yang masih berlangsung.

Berat badan juga akan meningkat di masa ini, padahal untuk membuatnya menjadi normal adalah hal yang sulit ketimbang saat Moms masih muda.

2. Gangguan Mood dan Depresi

puber kedua wanita

Dalam sebuah penelitian yang dilakukan pada tahun 2006 di University of Pennsylvania, Amerika Serikat menemukan bahwa risiko depresi seumur hidup semakin meningkat dalam masa puber kedua wanita ini.

Fluktuasi hormon, termasuk estrogen, selama perimenopause dapat menyebabkan kemurungan, kesedihan, gelisah, dan mudah tersinggung.

Periode perimenopause ini juga bisa terjadi bersamaan saat hubungan dengan pasangan sedang tegang, dan bahkan mengarah ke perceraian.

Penelitian juga mengungkap bahwa wanita perimenopause yang mengalami depresi akan memasuki fase menopause lebih cepat. Namun bukan berarti mereka yang tak mengalami depresi bisa lebih lambat menuju menopause.

Baca Juga: Apa yang Dimaksud Puber Kedua Pada Pria?

3. Menurunnya Memori dan Konsentrasi

puber kedua wanita

Estrogen merupakan hormon yang memengaruhi fungsi kognitif otak dengan membantu mengatur fungsi-fungsi, antara lain memori, konsentrasi, dan fleksibilitas mental.

Sebuah penelitian mengungkap bahwa 40 persen wanita yang sedang dalam masa puber kedua lebih banyak mengaku bahwa mereka pelupa.

4. Kecantikan dan Keintiman

puber kedua wanita

Dua hal ini tentu menjadi momok bagi Moms menjelang menopause. Bahkan dalam masa puber kedua wanita sudah mulai ada tanda-tanda menurunnya kedua poin tersebut.

Kulit dan area genital menjadi kering dan berkurang kekencangannya, adalah hal yang pasti terjadi sepanjang masa perimenopause.

Kekeringan pada area genital tentunya berpengaruh pada vagina, yang bisa menyebabkan iritasi dan bahkan infeksi.

Inilah yang akhirnya memengaruhi seksualitas pada wanita, dan membuat rasa percaya diri jadi turun. Selain itu, rambut juga semakin rontok, kering, menipis dan lebih jarang-jarang, terutama di bagian atas kepala.

Baca Juga: Penyebab Depresi Secara Biologis dan Psikologis, Simak Penjelasannya di Sini!

Seringnya, para wanita yang mengalami perubahan dalam masa perimenopause ini tidak merasa hal tersebut terjadi pada dirinya.

Justru orang lain yang melihat, yang menyadari perubahan mereka, baik itu secara fisik maupun psikis.

Moms yang sudah mulai mendekati masa puber kedua ini, jangan sampai patah semangat ya!

(DEW)

Artikel Terkait