KEHAMILAN
21 Juni 2020

Pil KB Bisa Bantu Meningkatkan Kesuburan?

Ternyata ini faktanya!
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Reksita
Disunting oleh Dina Vionetta

Selama ini banyak wanita yang berpikir bahwa setelah mereka berhenti mengonsumsi pil KB, akan sulit bagi mereka untuk kembali ke siklus menstruasi yang teratur. Di mana itu artinya akan sulit pula bagi mereka untuk bisa hamil lagi.

Meskipun begitu, banyak dokter dari berbagai belahan dunia justru merekomendasikan pil KB bagi wanita yang mengalami masalah sulit hamil. Mereka percaya bahwa pil KB justru meningkatkan kesuburan dan bisa membantu meningkatkan peluang hamil.

Lalu, pendapat manakah yang benar?

Baca Juga: Simak Moms! Ini Dia Mitos dan Fakta Pil KB

Pil KB Tidak Menyebabkan Infertilitas dan Sulit Hamil

Pil KB Bisa Bantu Meningkatkan Kesuburan? 1

Foto: unsplash.com

Berdasarkan hasil studi yang diterbitkan dalam jurnal Obstetrics and Gynaecology, penggunaan alat kontrasepsi oral tidak secara negatif mempengaruhi tingkat kehamilan. Bahkan wanita yang telah berhenti menggunakan pil KB memiliki fekunditas (peluang hamil dalam satu siklus menstruasi) hingga 79,4%.

Sementara hasil penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Contraception and Reproductive Medicine menemukan bahwa penggunaan alat kontrasepsi, apa pun jenisnya dan berapa lama pun durasi penggunaannya, tidak memberikan efek negatif terhadap kesuburan maupun kemampuan wanita untuk hamil.

Bahkan para wanita yang terlibat dalam penelitian tersebut telah terbukti bisa segera hamil setidaknya satu bulan setelah berhenti menggunakan alat kontrasepsi.

Meskipun begitu, hingga saat ini belum ada hasil penelitian yang menemukan bahwa pil KB justru meningkatkan kesuburan.

Baca Juga: 5 Cara Alami Menghilangkan Flek Hitam di Wajah Akibat Pil KB

Pil KB Hanya Mempengaruhi Fungsi Tubuh Ketika Masih Digunakan

Pil KB Bisa Bantu Meningkatkan Kesuburan? 2

Foto: unsplash.com

Pil KB bekerja dengan cara mencegah terjadinya ovulasi. Setelah Anda berhenti minum pil, hormon akan keluar dari tubuh Anda dengan cepat, biasanya dalam beberapa hari,” kata Amos Grunebaum, MD, direktur medis WebMD Fertility Center, seperti dikutip dari MedicineNet.

“Ketika hormon-hormon itu hilang, tubuh Anda akan berfungsi kembali dengan sendirinya. Itu berarti tubuh akan mulai memproduksi folikel lagi, yang pada akhirnya membuat Anda mengalami ovulasi,” jelasnya.

Namun, menurut Dr. Amos, setiap orang memiliki efek yang berbeda. Menurutnya, beberapa wanita mungkin memerlukan waktu beberapa minggu untuk kembali berovulasi, sementara yang lainnya memakan waktu hingga beberapa bulan.

“Tetapi secara umum, tubuh Anda kembali ke mode normal dalam waktu kurang dari dua hingga tiga bulan setelah berhenti minum pil.”

Sementara itu, Nicole Todd, seorang OB-GYN di BC Women’s Hospital + Health Center, menjelaskan pada Today's Parent bahwa jika Moms hanya meminum pil KB progestin, yang mengentalkan lendir serviks dan mengencerkan lapisan rahim (terkadang menghentikan ovulasi), Moms bisa dengan mudah merencanakan untuk kembali hamil kapan pun menginginkannya.

“Pil progestin saja sangatlah sensitif, jadi Anda harus meminumnya pada waktu yang sama setiap hari atau lendir serviks Anda akan mulai mengencer. Itu berarti, setelah berhenti meminum pil, lendir serviks Anda akan dengan cepat kembali normal, sehingga memudahkan sperma untuk mencapai sel telur. Jika Anda berovulasi tepat setelah berhenti minum pil, Anda berpotensi hamil dengan sangat cepat.”

Baca Juga: 5 Alat Kontrasepsi untuk Pria, Termasuk Pil dan Suntik KB

Tidak Membantu Menyelesaikan Masalah Infertilitas Yang Sudah Ada

Pil KB Bisa Bantu Meningkatkan Kesuburan? 3

Foto: unsplash.com

Sayangnya, meskipun penggunaan pil KB memang tidak menurunkan kesuburan, Dr. Amos menyebutkan bahwa efeknya juga tidak membantu menyelesaikan masalah infertilitas yang sudah ada sebelumnya.

Misalnya, jika Moms sudah memiliki masalah infertilitas yang disebabkan oleh gangguan ovulasi sebelum mulai minum pil KB, maka masalah yang sama kemungkinan masih ada setelah berhenti menggunakannya.

Selain itu, beberapa wanita minum pil KB karena memiliki siklus menstruasi yang tidak teratur dan masalah semacam itu ternyata juga tidak dapat ditangani hanya dengan minum pil KB selama kurun waktu tertentu.

Jadi, meskipun tidak menganggu kesuburan, ternyata belum ada bukti yang cukup bahwa pil KB justru meningkatkan kesuburan. Konsultasikan dengan dokter sebelum Moms menggunakannya untuk tujuan tertentu.

Baca Juga: 5 Risiko Hamil Jika Moms Menggunakan Kontrasepsi IUD

Artikel Terkait