NEWBORN
1 Mei 2019

Pilek Tak Kunjung Sembuh, Ini Penyebab, Gejala, dan Cara Mengobati Bayi dengan Selesma

Waspadai jika pilek Si Kecil tak kunjung sembuh
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh -
Disunting oleh -

Salah satu gangguan kesehatan yang paling umum dialami bayi di dua tahun pertama kehidupannya adalah pilek, seperti selesma atau common cold. Meskipun  sering mengkhawatirkan, kondisi ini sangat normal terjadi hingga bayi berusia 7 – 10 tahun.

Namun, sudah tahukah Moms perbedaan gejala selesma pada bayi dibandingkan dengan pilek yang disebabkan oleh jenis virus flu lainnya?

Untuk mengenali lebih jauh mengenai selesma pada bayi, simak artikel ini hingga selesai, ya, Moms.

Apa Itu Selesma?

Selesma atau common cold merupakan infeksi virus pada hidung dan tenggorokan bayi. Hidung meler dan tersumbat merupakan indikasi utama dari gangguan kesehatan ini.

Bayi sangat rentan terhadap selesma di antaranya karena sering berada di sekitar anak-anak yang lebihh tua. Di mana sistem kekebalan tubuh bayi masih belum benar-benar berkembang untuk melawan sebagian besar infeksi.

Dalam tahun pertama kehidupan bayi, kebanyakan bayi mengalami hingga sekitar 7 kali pilek dan bisa lebih banyak lagi jika sehari-harinya bayi berada di tempat penitipan anak.

Baca Juga : Bayi Pilek? Segera Tangani Dengan Cara Ini

Penyebab Selesma dan Penyebarannya

Dokter menyebut area yang terinfeksi virus penyebab selesma sebagai saluran pernapasan bagian atas. Selesma sendiri disebabkan oleh satu dari sekian banyak virus yang berbeda.

Penyebarannya terjadi ketika seseorang dengan selesma bersin atau batuk, melepaskan virus ke udara yang kemudian dihirup oleh orang lain.

Selesma juga bisa menyebar melalui kontak tangan dengan penderitanya.

Gejala Selesma Pada Bayi

Jika bayi mengalami selesma, ia mungkin terlihat rewel, hidung meler atau batuk. Warna lendir yang keluar dari hidungnya dapat bervariasi, mulai dari bening hingga kuning atau hijau.

Selain itu, bayi juga bisa mengalami kesulitan makan karena tidak bisa bernapas dengan lancar melalui hidungnya yang tersumbat. 

Selesma yang lebih buruk juga bisa membuat bayi mengalami demam. Jika Moms tidak bisa menenangkan Si Kecil dan ia menangis lebih dari 30 menit, periksa apakah ia mengalami demam.

Baca Juga : 5 Cara Mengatasi Hidung Tersumbat Pada Anak

Cara Merawat Bayi dengan Selesma

Karena disebabkan virus, Moms tidak dapat mengobatinya menggunakan antibiotik. Moms hanya dapat menangani gejalanya.

Hal yang terpenting adalah memastikan Si Kecil tetap terhidrasi, baik dengan memberinya ASI atau susu formula.

Jika ia demam, berikan parasetamol khusus bayi atau ibuprofen untuk meredakan rasa sakit dan menurunkan demamnya.

Hidung tersumbat dapat diobati dengan tetes hidung tersumbat untuk bayi. Sementara VapoRub dapat digosokkan ke dada dan punggung bayi untuk membantu melegakan saluran pernapasannya. 

Baca Juga : Apakah Bisa Mengatasi Pilek Anak dengan Essential Oil?

Lalu Kapan Bayi Perlu Dibawa ke Dokter?

Jika Si Kecil berusia kurang dari 3 bulan, segera bawa ke dokter saat ia menunjukkan gejala awal selesma. Sedangkan jika usianya sudah lebih dari 3 bulan, Moms bisa membawanya ke dokter untuk memastikan apakah yang dialaminya selesma atau bukan.

Cermati kondisi berikut untuk segera membawa anak ke dokter:

  • Mengalami selesma lebih dari 5 hari.
  • Demamnya lebih dari 38 derajat Celcius (berusia di bawah tiga bulan) dan di atas 39 derajat Celcius (berusia di bawah enam bulan).
  • Kesulitan bernapas.
  • Batuk yang tidak kunjung hilang.
  • Menggosok telinganya dan terlihat kesal. Ini bisa menjadi gejala infeksi telinga.
  • Batuk berlendir, baik hijau, kuning maupun coklat.

Pencegahan Selesma

Sebenarnya selesma memang sangat bergantung pada faktor eksternal dan kebiasaan hidup seahat,

Berikut ini adalah cara terbaik untuk pencegahan selesma agar tidak terjadi terus-menerus pada Si Kecil:

  • Menjauhkan bayi dari siapa pun yang sedang sakit. Jika memungkinkan, hindari transportasi umum, pertemuan, dan kunjungan yang melibatkan si kecil yang baru Terutama jika di dalamnya ada orang yang sedang sakit.
  • Cuci tangan sebelum menyusui atau menyentuh bayi. Jika tidak ada sabun dan air, gunakan tisu basah atau gel yang mengandung alkohol.
  • Bersihkan mainan dan dot bayi sesering mungkin.
  • Ajarkan semua anggota keluarga untuk menutup mulut dan hidung menggunakan tisu saat batuk atau bersin, kemudian membuangnya ke tempat sampah.

Langkah-langkah pencegahan yang  sederhana tadi dapat membantu mencegah selesma pada bayi.

Baca Juga: Sedang Musim Sakit, Ini Cara Mengobati Flu Pada Anak

(RGW) 

Sumber: motherandbaby.co.uk, mayoclinic.org, babycentre.co.uk

Artikel Terkait