NEWBORN
23 Juli 2018

Pilih Mana, Bayi Tidur di Boks Atau di Kasur?

Masing-masing ada plus minusnya
Artikel ditulis oleh -
Disunting oleh -

Sebagai orang tua, Moms dan Dads tentunya ingin si kecil selalu dalam kondisi aman. Tidak terkecuali saat Si Kecil dalam kondisi tidur. Namun, bagaimana, sih, agar Si Kecil tetap aman selama tidur dan terhindar dari bahaya SIDS? Lebih baik bayi tidur di boks bayi atau kasur?

Tidur Seranjang dengan Orang Tua Berbahaya Bagi Bayi

Berbagi tempat tidur dinilai menjadi praktik yang tidak aman bagi bayi, termasuk meningkatkan risiko sindrom kematian bayi mendadak (SIDS) dan sesak napas.

Namun, tim peneliti di Temple University Hospital (TUH) menemukan bahwa pendidikan tatap muka pasca persalinan tentang keamanan tidur bayi, dikombinasikan dengan penggunaan bassinet (tempat tidur khusus) bayi, mampu mengurangi tingkat berbagi tempat tidur selama 8 hari pertama kehidupan bayi.

Penelitian ini dipresentasikan pada tanggal 6 Mei di Pediatric Academic Societies Meeting di San Fransisco.

Baca Juga : Bayi Tidur Tanpa Digendong? Bisa!

Berbagi tempat tidur tidak dianjurkan untuk bayi usia berapa pun.

Bahkan, dalam situasi tertentu, berbagi tempat tidur antara orang tua dan bayi menjadi lebih berbahaya.

Adapun situasi yang dimaksud tersebut antara lain adalah sebagai berikut ini:

  • Bayi berusia lebih muda dari 4 bulan.
  • Bayi lahir premaatur atau memiliki berat badan lahir rendah.
  • Moms atau Dads merupaakan perokok.
  • Moms atau Dads sedang mengonsumsi obat-obatan tertentu yang mungkin membuat lebih sulit bangun.
  • Moms atau Dads mengonsumsi alcohol.
  • Ada bantal atau selimut di tempat tidur (berisiko membuat bayi tercekik, mengalami sesak napas, dan SIDS).

Baca Juga : Ini Manfaat dan Cara Agar Bayi Tidur Nyenyak

Menggunakan Kasur Bayi Tergolong Berbagi Tempat Tidur

Untuk menciptakan lingkungan tidur yang aman bagi bayi, American Academy of Pediatrics (AAP) merekomendasikan berbagi ruangan tanpa berbagi tempat tidur, kasur yang keras, menyusui, bayi tidur dengan posisi telentang, dan menghindari paparan terhadap rokok, alkohol serta obat-obatan lainnya.

Selain itu AAP juga lebih merekomendasikan boks bayi atau bassinet bayi.

Pasalnya, produk tersebut ditempatkan di sisi tempat tidur orang tua, dilengkapi dengan standar keselamatan.

Berbeda dengan kasur bayi yang masih harus ditempatkan di ranjang orang tua, yang tidak dilengkapi dengan standard keamanan.

Meskipun hingga saat ini belum ada data yang dipublikasikan mengenai hubungan antara tidur dan SIDS, cedera, atau kematian yang tidak disengaja.

Namun, tidak berbagi tempat tidur akan membuat Moms bebas dari rasa khawatir sewaktu-waktu Si Kecil tertindih, tertutupi oleh selimut, tercekik, atau berbagai hal berbahaya lainnya.

Moms juga tetap bisa mengawasi dan menyusui Si Kecil karena masih berada di dalam kamar yang sama. 

Baca juga: 5 Trik Mudah Atur Pola Tidur Bayi Baru Lahir Tanpa Perlu Bergadang

Perhatikan Standar Keamanan Penggunaan Boks Bayi

Meskipun menggunakan box bayi lebih direkomendasikan, namun Moms tetap harus memperhatikan beberapa standar keamanan.

Adapun standard keamanan yang dimaksud diantaranya tidak memilih boks yang terlalu longgar untuk Si Kecil dan menjauhkan benda-benda yang berbahaya bagi bayi.

Termasuk selimut, bantal, boneka, mainan bayi, bantalan bumper, atau produk serupa yang ada di boks bayi. Benda-benda tersebut berisiko “menjebak” bayi, menyebabkan mati lemas, atau tercekik saat sedang tidur.

Jika Moms khawatir Si Kecil kedinginan karena tidak boleh menggunakan selimut, Moms bisa mengenakan pakaian tidur yang lebih hangat pada Si Kecil atau bedong. Namun, tetap harus memperhatikan standard pakaian yang aman bagi bayi, ya, Moms.

Nah, setelah membaca ulasan singkat di atas, Moms lebih memilih untuk menggunakan boks atau kasur bayi?

Jika Moms merasa bimbang, silahkan konsultasikan dengan dokter anak untuk mendapatkan rekomendasi yang terbaik.

(RGW) 

Sumber: healtychildren.org, sciencedaily.com, aap.org

Artikel Terkait