BALITA DAN ANAK
3 Juni 2020

Pilih Sepeda dengan Roda Bantu atau Balance Bike untuk Balita?

Bandingkan kelebihan dan kekurangan keduanya sebelum membeli
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Ikhda Rizky Nurbayu

Balance bike sedang tren, Moms. Sepeda tanpa pedal ini dipercaya baik untuk melatih keseimbangan dan kemampuan menyetir anak, sehingga anak nantinya dapat beralih ke sepeda roda dua dengan mudah.

Bagi penggemar balance bike, sepeda anak dengan roda tambahan membuat anak hanya belajar mengayuh. Padahal, mengayuh diyakini dapat dipelajari dengan cepat dibanding keseimbangan.

Saat roda bantunya dicopot, anak jadi kewalahan harus mengatur keseimbangan, menyetir, dan mengayuh sekaligus.

Baca Juga: Anak Pintar Bersepeda dengan 5 Tips Berikut Ini

Benarkah begitu? Sebelum ikut-ikutan beli balance bike, lebih baik Moms ketahui dulu plus dan minusnya:

Kelebihan Balance Bike

Kelebihan Balance Bike.jpg

Foto: rascalrides.com

  • Berat: balance bike cenderung lebih ringan dibanding sepeda dengan roda samping. Selain karena material penyusunnya, juga karena komponennya yang minim. Jadi, balance bike bisa dibawa sendiri oleh anak, sedangkan sepeda dengan roda bantu biasanya harus diambilkan oleh orang tua.
  • Manuver: sepeda dengan roda samping sulit diarahkan untuk belok karena roda bantunya menjaga sepeda berjalan lurus. Anak tidak bisa memiringkan sepeda untuk berbelok. Roda tambahan tersebut juga membuat sepeda sulit dijalankan di area miring, jalanan kasar, dan tanah lembek. Dalam hal ini, balance bike menang.
  • Sadel: sadel balance bike dibuat rendah agar kaki anak bisa menapak saat ia duduk di sadel. Risiko anak jatuh menjadi rendah karena ia bisa menahan dirinya dengan mantap. Berbeda dengan sadel sepeda biasa yang tinggi. Kaki anak lurus saat mengayuh pedal yang berada di bawah, namun menjinjit saat sepeda berhenti. Risiko jatuh jadi lebih tinggi.

Baca Juga: Apa Itu Balance Bike dan Berapa Harganya?

  • Kecepatan: karena digerakkan dengan kaki sendiri, kecepatan balance bike lebih terbatas dibanding sepeda biasa. Ini bisa menjadi nilai plus balance bike karena orang tua jadi tak perlu khawatir dan memegangi sepeda dari belakang untuk mengontrol kecepatan sepeda anak.
  • Keseimbangan: roda bantu pada sepeda roda dua berfungsi menyokong keseimbangan sepeda. Namun, hal ini membuat anak menggantungkan keseimbangan sepeda pada alat tersebut, bukan dirinya sendiri seperti pada balance bike. Akibatnya, saat roda tambahan dicopot, anak belajar dari nol lagi. Selain itu, jika besi penahan roda tambahan menekuk, sepeda jadi miring ke satu sisi.
  • Tidak berisik: roda bantu terbuat dari plastik keras yang berisik jika digunakan. Karena tidak memiliki roda bantu maupun pedal, rantai, dan roda gigi, balance bike dapat dijalankan dengan senyap.

Kelebihan Sepeda dengan Roda Bantu

Kelebihan Sepeda dengan Roda Bantu.jpg

Foto: wya.net

  • Hemat: sepeda dengan roda samping bisa dipakai lebih lama dibanding balance bike. Sebab, jika anak mulai mahir mengendarai sepeda, Moms tinggal meninggikan roda bantu atau mencopotnya. Sementara untuk balance bike, Moms harus membeli sepeda roda dua baru, kecuali jika Moms membeli convertible balance bike yang bisa dipasangi pedal, roda gigi, dan rantai. Selain itu, harga balance bike biasanya lebih mahal dibanding sepeda biasa.
  • Bisa untuk anak di atas 5 tahun: balance bike terlalu kecil untuk anak di atas 5 tahun. Ia lebih cocok memakai sepeda roda dua

Baca Juga: 4 Manfaat Bersepeda untuk Kesehatan Anak

Dari penjabaran di atas, terlihat bahwa balance bike memiliki lebih banyak kelebihan dibanding sepeda dengan roda samping. Bagaimanapun juga, menurut Dr. Jeffrey A. Potteiger dari Ohio University, “Tidak ada penelitian yang mengatakan bahwa balance bike lebih baik atau lebih efektif dibanding sepeda dengan roda bantu.”

Perbedaan yang ia lihat hanya balance bike membuat pengendaranya mengeluarkan lebih banyak energi. Jadi, sepeda seperti apa yang akan Moms belikan untuk Si Kecil?

Artikel Terkait