KESEHATAN
3 Januari 2020

Mengenal Plantar Fasciitis, Salah Satu Penyebab Nyeri Tumit

Pelari marathon punya risiko plantar fasciitis yang lebih besar lho
Artikel ditulis oleh Amelia Puteri
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Moms mungkin pernah mengalami nyeri pada tumit. Nyeri tumit adalah kondisi umum yang sering ditemukan sehari-hari. Salah satu penyebab nyeri tumit adalah plantar fasciitis atau radang selaput telapak kaki/plantar fascia.

"Plantar fascia merupakan bagian dari lapisan telapak kaki yang tersusun dari jaringan fibrosa. Lapisan ini terbentang dari ujung tulang tumit sampai ke dasar jari-jari kaki," jelas dr. Astuti Pitarini Sp.OT, Dokter Spesialis Bedah Ortopedi, RS Pondok Indah - Pondok Indah.

Ia melanjutkan, secara mikroskopik, jaringan ini memiliki kemampuan elastisitas yang terbatas.

Ketahui lebih lanjut tentang penyebab, gejala, dan pengobatan dari kondisi plantar fasciitis berikut ini.

Penyebab dan Gejala Plantar Fasciitis

plantar fasciitis-1.jpg

Foto: runnersworld.com

Nyeri terutama dirasakan pada pagi hari seperti rasa tajam, ketika melangkah pertama turun dari tempat tidur, lalu sejalan dengan aktivitas, nyeri dapat berangsur menghilang perlahan.

Dalam Journal of the American Academy of Physician Assistants (JAAPA), pasien yang mengalami plantar fasciitis paling sering mengeluhkan nyeri tumit yang lebih buruk di pagi hari atau setelah lama duduk.

"Rasa nyeri ini kemudian dapat timbul kembali bila kita terlalu lelah sepanjang hari, berdiri terlalu lama atau setelah periode inaktif dan mau memulai berjalan," terang dr. Astuti.

Pada pemeriksaan klinis, nyeri pada telapak kaki dapat timbul di area perlekatan plantar fascia pada telapak kaki. Nyeri juga dapat terjadi di sepanjang urat kaki belakang tumit/tendon Achilles dan disertai dengan ketegangan otot betis/tight gastrocnemius.

"Pemeriksaan fisik yang mendalam dan teliti diperlukan untuk mencari sumber nyeri agar tidak keliru dengan nyeri tumit akibat penyebab yang lain," kata dr. Astuti.

Pada pemeriksaan ronsen, kadang dapat ditemukan bersamaan penumbuhan taji pada tulang tumit/heel spur yang menandakan proses degenerasi. Namun taji ini bukanlah penyebab utama nyeri pada tumit.

Hanya kurang dari 5 persen pasien dengan penumbuhan taji yang mengeluh nyeri pada tumitnya. Kadang tidak sengaja pada pemeriksaan ronsen, banyak pasien yang memiliki taji dan tidak mengeluhkan sakit pada tumitnya.

Baca Juga: 8 Penyebab Nyeri Tulang Rusuk, Salah Satunya Bisa Pertanda Gangguan Jantung!

Kelompok dengan Faktor Risiko Plantar Fasciitis

plantar fasciitis-3.jpg

Foto: somaticmovementcenter.com

Dokter Astuti menjelaskan, risiko plantar fasciitis dapat terjadi pada orang yang gemar melakukan aktivitas fisik berlebihan.

"Seseorang yang memiliki aktivitas fisik yang berlebihan, seperti jalan cepat, melompat, HIIT (high intensity interval training), dan lari jarak jauh (half-marathon, marathon, ultra marathon), dapat memicu cedera pada lapisan plantar fascia ini," terangnya.

Akibatnya dapat terjadi robekan mikro (microtear), inflamasi kronik, atau perubahan dini, dan degenerasi lapisan pada ujung jangkar di tulang tumit. Semuanya ini dapat menyebabkan nyeri pada tumit yang hilang timbul/plantar fasciitis.

Selain lapisan plantar fascia, tumit juga terdiri dari bantalan lemak tumit atau yang disebut sebagai heel fat pad, yang berfungsi sebagai peredam energi.

Pada saat seseorang berjalan, satu kali pijakan pada tumit/heel strike akan menghasilkan kurang lebih 110 persen energi dari beban berat badan. Tetapi, saat berlari nilainya berlipat menjadi 250 persen dari beban berat badan.

Di atas usia empat puluh tahun, bantalan lemak akan mulai mengurai dan kehilangan komposisi kolagen, air, dan jaringan elastis sehingga keseluruhan tebal dan tinggi bantalan lemak akan berkurang.

"Akibatnya, semakin bertambah usia, bantalan lemak di tumit seseorang akan semakin menipis dan mengalami degenerasi sehingga mengurangi kemampuan proteksi area tumit," kata dr. Astuti.

Pada orang-orang yang lebih aktif dan gemar berlari jarak jauh, berat badan berlebih, pemakaian alas kaki yang salah dalam jangka waktu panjang tentunya degenerasi ini akan berjalan lebih dini.

Baca Juga: Kaki Bengkak Saat Hamil, Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Pengobatan Plantar Fasciitis

plantar fasciitis-2.jpg

Foto: kamloopsintegratedwellness.ca

Terkait pengobatan dan perawatan plantar fasciitis, dr. Astuti menerangkan, pada dasarnya pengobatan untuk nyeri tumit dapat dibagi menjadi pengobatan konservatif dengan obat-obatan dan fisioterapi, serta metode pembedahan.

Hampir 80 persen kondisi nyeri pada tumit atau plantar fasciitis dapat diatasi dengan tindakan konservatif.

Pengobatan konservatif terdiri dari terapi medikamentosa, yaitu obat-obatan anti-inflamasi, serta pemakaian ortotik khusus pada sepatu, seperti padding, insert, gel pad, dan injeksi, fisioterapi juga program terapi peregangan otot, dan Extracorporeal Shock Wave Therapy (ESWT).

"Berbagai jenis program terapi ini bertujuan untuk mengistirahatkan kaki dari aktivitas, meregangkan otot dan persendian, serta mengurangi peradangan," terang dr. Astuti.

Pilihan terapi disesuaikan dengan kondisi pasien, sehingga antara satu orang dan orang lain bisa memiliki regimen terapi yang berbeda.

Salah satu terapi konservatif yang terkenal ampuh sebagai solusi nyeri tumit akibat plantar fasciitis adalah protokol Plantar Fascia Specific Stretch (PFSS).

Latihan ini terbukti efektif dan nyaman karena dapat dilakukan oleh pasien di rumah sesering mungkin. Dengan latihan dan peregangan yang rutin, keluhan tumit berangsur-angsur membaik.

Baca Juga: Kaki Sering Sakit Saat Traveling? Coba 5 Tips Berikut Ini

Pertolongan Pertama Plantar Fasciitis

Jika Moms merasa mengalami kondisi plantar fasciitis, ada beberapa langkah pertolongan pertama yang bisa dilakukan di rumah.

  • Melalukan kompres dingin berkala setiap 4 jam selama 15 menit.
  • Mengistirahatkan kaki dari jalan jauh dan berdiri lama lebih dari 20 menit non-stop.
  • Meninggikan kaki dengan satu bantal bila tidur.
  • Melakukan peregangan otot betis secara rutin pada pagi hari setelah bangun tidur dan malam sebelum tidur.

"Sebaiknya melakukan kontrol dan konsultasi langsung ke dokter spesialis bedah ortopedi bila nyeri terus-menerus dirasakan selama satu bulan dengan terapi di rumah," tutup dr. Astuti.

Itulah beberapa hal yang perlu Moms ketahui tentang plantarf fasciitis. Jika Moms mengalami nyeri tumit, jangan diabaikan ya. Segera lakukan pertolongan pertama.

Artikel Terkait