KEHAMILAN
13 Februari 2020

Plasenta Akreta Mempersulit Wanita Untuk Hamil Kembali

Pengangkatan rahim dapat menjadi salah satu efek dari kondisi plasenta akreta
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Gladys
Disunting oleh Ikhda Rizky Nurbayu

Dalam beberapa kasus, keinginan untuk menambah anak kadang terhambat dengan komplikasi yang terjadi pada kehamilan pertama. Salah satu yang bisa terjadi adalah plasenta akreta.

Saat Moms didiagnosa mengalami plasenta akreta, sangat kecil peluang untuk bisa hamil kembali. Namun ada beberapa jalan keluar yang bisa dilakukan jika ingin menambah keturunan, meski Moms mengidap plasenta akreta.

Kenali apa penyebab dan perawatan pada penderita plasenta akreta berikut ini.

1. Definisi Plasenta Akreta

Plasenta Akreta

Foto: fibroids.com

Rahim terdiri dari lapisan dalam (yang menebal selama kehamilan untuk menciptakan apa yang disebut dengan decidua) dan lapisan luar otot yang disebut miometrium.

Sedangkan plasenta akreta terjadi saat plasenta tumbuh ke lapisan dalam bagian rahim yang tidak dapat dipisahkan setelah melahirkan, menurut American Journal of Obstetrics & Gynecology.

Dalam kasus yang lebih berat, pertumbuhan plasenta ini bisa terjadi di otot luar (plasenta inkreta) atau bahkan tumbuh melalui rahim dan mengenai kandung kemih atau organ lainnya (plasenta perkreta).

Baca Juga: Jawab Dulu 6 Pertanyaan Ini Sebelum Memutuskan Menambah Anak

Meskipun plasenta masih berfungsi normal untuk membantu janin tumbuh dengan baik, namun plasenta akreta dapat berbahaya bagi Moms.

Hal ini dikarenakan saat mencoba untuk melepaskan plasenta setelah melahirkan dapat menyebabkan banyak perdarahan dan kemungkinan kerusakan organ lain yang melekat pada plasenta. Semakin dalam plasenta melekat, makan akan semakin berbahaya.

2. Penyebab Plasenta Akreta

Plasenta Akreta

Foto: scarymommy.com

Adanya pembedahan sebelumnya di bagian rahim dapat melemahkan decidua atau myometrium, sehingga menyebabkan terjadinya plasenta akreta.

“Semakin sering melakukan pembedahan caesar, maka semakin besar kondisi ini dapat terjadi,” ungkap Spesialis Medis Ibu-Janin di Rumah Sakit Mount Sinai, Toronto dan Co-Director sebuah klinik plasenta, John Kingdom, seperti dikutip dari todaysparent.com.

Namun pembedahan lainnya di daerah rahim, seperti pengangkatan fibroid, dilatasi dan kuret, serta beberapa prosedur kesuburan lainnya juga dapat membuat titik lemah dalam rahim yang dapat membuat plasenta melekat atau plasenta akreta.

Baca Juga: Tambah Anak Sekarang atau Tunda Dulu Ya?

3. Plasenta Akreta & Kesuburan

Plasenta Akreta

Foto: verywellfamily.com

Kondisi plasenta akreta dapat menyebabkan infertilitas dikarenakan beberapa alasan. Salah satunya adalah perlunya tindakan pengangkatan rahim pada penderita plasenta akreta ketika persalinan. Prosedur ini dikenal dengan cesarean hysterectomy (C-Hyst).

Tanpa adanya rahim, wanita tentu tidak dapat hamil kembali. Namun jika ingin menambah keturunan, Dokter dapat menyarankan pengambilan telur atau prosedur Ibu pengganti, karena ovarium tidak ikut diangkat.

Jika pun rahim dapat diselamatkan (tidak perlu diangkat), penyebab infertilitas pada penderita plasenta akreta bisa terjadi karena jaringan luka yang terlalu signifikan pada rahim, sehingga tidak dapat hamil kembali. Selain masalah infertilitas, plasenta akreta juga dapat membahayakan bagi wanita.

Baca Juga: Tambah Berat Badan Anak Lewat 5 Makanan Harian Ini

“Di samping perlunya melakukan caesar histerektomi, wanita dengan plasenta akreta berisiko untuk kehilangan banyak darah selama persalinan, yang disebut dengan postpartum hermorrhage. Ini dapat menjadi diagnosis yang mengerikan,” ungkap Nathaniel G. DeNicola.

Artikel Terkait