2-3 TAHUN
15 April 2019

Plus Minus Tidur Sekasur dengan Balita yang Harus Moms Ketahui

Ternyata ada manfaat dari tidur bersama balita
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Intan Aprilia
Disunting oleh Intan Aprilia

Sampai sekarang kontroversi co-sleeping atau tidur sekasur dengan balita memang terus jadi pembahasan menarik dalam dunia parenting dan perkembangan anak.

Menurut Elisa Basora-Rovira, dokter spesialis pengobatan tidur anak di Children’s Health Pediatric Group, pengaturan tidur anak setelah usianya lebih dari 12 bulan sepenuhnya tergantung pada pilihan orang tua.

Ya, bagaimana pun juga keputusan co-sleeping dengan balita memang sering didasari oleh pertimbangan waktu, biaya, dan budaya.

Supaya lebih jelas, simak dulu plus dan minus tidur sekasur dengan balita berikut ya, Moms!

Baca Juga: Jangan Dipaksa, Ini 4 Tanda Balita Belum Siap Tidur Sendiri

1. Tempat Tidur Jadi Sempit

plus minus co sleeping atau tidur sekasur dengan balita yang harus moms ketahui 1

Ini dia sisi minus co-sleeping dengan balita yang paling terasa ya, Moms. Luas tempat tidur yang seharusnya nyaman dipakai untuk dua orang jadi terasa sempit dengan adanya Si Kecil.

Tidak jarang balita yang ukuran tubuhnya jauh lebih kecil dari orang dewasa justru memakan tempat lebih besar daripada Moms dan Dads.

2. Sulit Berhubungan Intim dengan Dads

plus minus co sleeping atau tidur sekasur dengan balita yang harus moms ketahui 2

Tidur sekasur dengan balita otomatis artinya Moms dan Dads tidak bebas bermesraan dan berhubungan intim di malam hari.

Mau tak mau orang tua harus mencari cara kreatif untuk berhubungan intim setelah buah hati tidur.

Namun, ini bisa jadi masalah yang lebih rumit bagi orang tua yang super sibuk dan hanya punya sedikit waktu istirahat.

Baca Juga: Balita Susah Tidur? Ini Cara Efektif Agar Anak Tidur Nyenyak

3. Lebih Sulit Membiasakan Anak Tidur Sendiri

plus minus co sleeping atau tidur sekasur dengan balita yang harus moms ketahui 3

Setelah sekian lama tidur sekasur dengan Moms, pasti akan butuh waktu lebih lama untuk melatih balita tidur di kamarnya sendiri.

Selain bisa memicu regresi pada balita, Moms juga harus siap bersabar mengajarkan cara menenangkan diri saat terbangun di malam hari dan mengatasi ketakutannya pada gelap.

4. Tidur Lebih Berkualitas

plus minus co sleeping atau tidur sekasur dengan balita yang harus moms ketahui 5

Moms yang tidur sekasur dengan balita pasti tahu kalau mereka banyak bergerak saat tidur.

Walau sesekali terbangun, studi Durham Infancy & Sleep Centre menemukan kalau orang tua dan balita yang tidur satu kasur tidurnya cenderung lebih berkualitas.

Diduga karena balita merasa tenang dengan kehadiran Moms saat dia terbangun di malam hari, dan Moms juga tenang mengetahui Si Kecil tidur dengan aman di kasur yang sama.

Baca Juga: 5 Kebiasaan Tidur Anak dan Cara Menanganinya

5. Meningkatkan Kekebalan Tubuh Balita

plus minus co sleeping atau tidur sekasur dengan balita yang harus moms ketahui 4

Siapa sangka, co-sleeping dengan balita juga bisa meningkatkan kekebalan tubuh buah hati lho, Moms.

Dalam studi yang dilansir U.S. National Library of Medicine, dikatakan kalau anak yang tidur sekasur dengan orang tua memiliki tingkat kortisol atau hormon stres yang lebih rendah.

Nah, kadar kortisol yang pas itu akan meningkatkan sistem kekebalan tubuh balita sehingga tidak gampang sakit.

Jadi setelah melihat plus minusnya, Moms termasuk tim co-sleeping atau tim balita tidur sendiri?

(WA/INT)

Artikel Terkait